Selasa, 21 Mei 2013

Companions Of Love And Revenge Part 2

Terimakasih buat semua yang sudah membaca blog ini.. Semoga bermanfaat buat saya dan kalian, Mohon maaf atas kekurangan yang ada.. Jangan lupa berikan komentarnya, biar saya lebih semangat lagi mengisi blog ini..
Gamsahabnida chingu ..



Baik Chingu, kali ini aku bakal nerusin kisah Niken..
So, happy reading chingu ..



Kisah dibuka dimana Niken yang kesal karena ucapan kasar Tomy sehingga ia mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya, entah itu isi hati Niken selama ini atau hanya pelarian dari perasaannya yang dulu? Jika benar Niken mencintai Tomy lalu kenapa ia masih selalu memimpikan Marchel? Apa selama ini Niken tak pernah menyadari kalau ia hanya mencintai Marchel kisah masa kecilnya?


Companions Of Love And Revenge 
-What is Love?-




“Apa kamu bilang? Tega banget kamu ngomong kaya gitu, emang kamu fikir kenapa aku gak bisa pacaran? Itu semua gara-gara kamu seandainya aku gak pernah suka sama kamu pasti aku bisa dapetin pacar!!” Bentak Niken

“Apa lo suka sama gw?” Tanya Tomy dengan heran

“ia dan aku pastiin mulai detik ini aku gak akan pernah suka sama kamu dan gak akan pernah mencintai kamu lagi titik, jangan pernah nyari aku lagi, aku keluar dari band ini. Kamu tuh egois emang aku gak tau tadi setelah kamu bermesraan dengan Rika kalian bertengkar dan sekarang kamu menimpahkan kekesalan itu sama aku?”

“gak bukan gitu ken, maksud gw..”

“maksud lo apa haah ? !!! cukup gw keluar dari grup ini”

“ken , tunggu!” Seru Roy dan Boby

“Ahh lo sih Tom dia jadi ngambekkan!” Seru Roy

“Ahh sial kenapa gw ga tau dia suka sama gw, ahh bego banget” Sahut Tomy


Niken yang marah pergi dan mengendarai sepedanya dengan kencang dan tanpa mempedulikan rambu jalanan, tanpa piker panjang Niken terus mengayun sepedanya dengan cepat hingga dipenyebrangan dimana dulu ia hamper tertabrak mobil, Niken terus mengayun sepedanya dan dari jauh terlihat mobil melaju dengan kencang, Niken yang menyadari itu sontak kaget dan membelokkan sepedanya sehingga ia membentur tiang dan terpental jauh beruntung ada seseorang yang dapat menangkapnya.  Pria itu sangat tampan dan gagah senyumnya yang indah  diberikan kepada Niken

“Are you okay?” Tanya pemuda itu
“Yes I’m Fine, thank you” jawab Niken
“No problem, what your name?”
“Niken, you?”
“Niken?” Tanya pemuda itu
“yes Niken Adwijaya”
Pria itu bukannya memperkenalkan namanya tapi ia malah tersenyum dan meninggalkan Niken yang bingung dengan sikap pemuda tersebut.


Niken yang telah sampai dirumahnya melihat rumah sebelah Niken yang sudah kosong selama setahun, tiba-tiba ada yang mengisinya , Niken yang penasaranpun bertanya pada ibunya

“Bu siapa yang pindah kerumah itu?”
“Ahh itu ada dua anak laki-laki dari Amerika yang membeli rumah itu dan menempatinya, Kenapa?”
“Ahh begitu tapi apa mereka orang baik?”
“Ssstt tidak boleh begitu!! Cepat mandi ayo kita makan malam”
“okke” Jawab Niken yang bergegas lari kekamarnya dan membersihkan dirinya

Sesaat setelah Niken membersihkan diri Ibu memanggilnya.
“Niken ayo makan” panggil Ibu
“iaa sebentar” jawab Niken

Niken yang sudah selesai membersihkan diri turun dan duduk disebelah ayahnya
“Ayahh kau taukan aku sangat mencintaimu” rayu Niken
“ya My Princes ayah pasti tahu”jawab ayah dengan senang
“Ayah kau mencintaikukan?”
“tentu saja ayah sangat mencintauimu”

Ibu yang mendengar itu hanya tersenyum karena tahu putrinya sedang menginginkan sesuatu

“Ayah sepedaku rusak tadi aku menabrak tiang, bolehkah aku meminta sepeda baru?’ rengek Niken
“Apaa?? Sepeda lagi ? Tidakkk !!!” Bentak ayah
“Ayah tapi sepedaku rusak”
“Niken sayang kau sudah merusakkan 3 sepeda dan sekarang kau meminta lagi?”
“Ayahh bukankah kau mencintaiku” rengek Niken
“TIIIIIIIIII…” ayah yang melihat tingkah putri sematawayangnya yang merengek dan memelas akhirnya luluh juga “Oke ini yang terakhir ya?” Pinta ayah
“Ayahh aku mencintaimu sungguh benar” Nikenpun mencium pipi ayahnya dan berteriak “YESSS”

Ibu yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala karena ayah mudah sekali dirayu.
Malam itu terlihat kegembiraan dirumah Niken namun dirumah sebelah dimana kedua anak laki-laki yang berasal dari Amerika sedang menikmati makannya juga

“Chel bukankah sudah saatnya kau menemmui dy?” Tanya laki-laki berambut pirang
“Belum belum saatnya Stef” Jawab Marchel

Ternyata laki-laki yang menolong Niken dari maut adalah Marchel, sudah dua kali ia diselamatkan oleh orang yang sama.

Pagi itu terlihat masih pukul 5 pagi namun terlihat Niken yang sedang tertidur Nampak gelisah dan berkeringat.

“Marcheeeelllllllllll” Teriak Niken membangunkannya dari mimpi buruk yang sama.
Ibu dan ayah yang mendengar jeritan Niken terbangun dan segera menghampiri Niken, begitu pula Marchel yang terbangun dan lari menuju balkon yang bersebrangan dengan kamr Niken. Ia dapat melihat Niken yang menangis dipelukan ibunya.

“Niken kamu kenapa?” Tanya ibu
“Ibu Marchel, Niken mimpi Marchel bu” Jawab Niken
“Sudah sudah kamu tenangkan diri dulu, ibu ambilkan air dulu ya”
“Ayah ambilkan makanan ya, ayah takut kamu sakit” seru ayah dengan panic.

Ibu dan ayah meninggalkan Niken yang masih menangis dikamarnya, Marchel yang melihat dari jauh hanya bisa memegangi dadanya, terlihat raut kesedihan dimukanya dan sakit didadanya melihat orang yang dia cintai menangis.

“Kenapa hati ini sakit melihat air matamu seperti 10 tahun lalu aku melihat air matamu saat kejadian itu. Niken berhentilah menangis jangan kuatir aku ada disini” ucap Marchel dan terus menatap Niken.

“Kenapa chel kenapa? Kenapa kau hadir dan pergi? Sakit sakit sekali rasanya mengingat itu, harusnya kau tetap disini dan membenciku, mungkin itu jauh lebih baik disbanding aku harus kau hokum seperti ini” ucap Niken dengan air mata yang tak henti dipipinya.


Pagi itu Niken terlihat pucat dan lesu, ayah melarang Niken untuk kesekolah namun ia tidak mau karena hari ini ada pengambilan nilai olahraga. Ayah yuang tau putrinya keras kepala tidak dapat menghentikan Niken.

Niken berangkat seperti biasa menggunakan sepeda baru yang telah diberikan ayahnya. Niken sampai disekolah dan melihat Natasya bersama Boy sedang berjalan dengan bahagia layaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara. Niken hanya bisa tersenyum dan berjalan menuju kelasnya.
“Pagi ken” Sapa Roy
“pagi” Jawab Niken
“ken lo kenapa ko pucet muka lo?”
“Gak papa ko.”
“Serius? Apa gara-gara Tomy?”
“Gak, aku Cuma cape akhir-akhir ini aku mimpi buruk mulu”
“Mimpi? Wahh jangan-jangan lo mimpi…” Goda Roy
“Mesum lo!! Ya gak lah aku mimpi tentang kecelakaan sahabat kecilku” tutur Niken
“Ohhh”

Mereka berdua telah sampai dikelas dan Niken merasa ada yang aneh, bunga yang biasanya ada dimejanya hari ini sudah tidak ada lagi, sedikit bingung namun Niken tidak mempedulikannya, Natasya yang baru masuk kekelas bersama Boy menghampiri Niken

“Ken kamu udah tau bakalan ada anak baru?” Tanya Natasya
“Gak tuh, kenapa emang?” Tanya Niken
“Wahh parah kamu, katanya ada 2 orang dan mereka dari amrik loh”
“Terus ? aku harus bilang waw dan loncat-loncat gitu?”
“Isshh Niken mah seneng dikit ke”
“udahlah beb baru dari amrik dong juga” celetuk Boy yang cemburu
“Nah emang kenapa masalah buat lo gitu?” Tanya Natasya
“Beb, jangan bilang kamu lupa aku pacar kamu sekarang”
“Ia apa ? ko aku lupa?”

Niken yang mendengarnya hanya tertawa karena Natasya memang mempunyai penyakit pikun yang parah namun herannya ia hanya lupa dengan siapa pacarnya.

“Ken benarkah dia pacarku?” Tanya Natasya pada Niken

Niken hanya mengangguk tanda membenarkan

“aahh Boy maaf aku lupa” rengek Natasya
“Ya ya” Jawab Boy

Bel telah berbunyi menandakan waktu pelajaran telah dimulai. Dan benar saja ada 2 orang murid baru yang dating kekelas Niken bersama kepala sekolah.

“Baik anak-anak saya akan memperkenalkan teman baru untuk kalian, kalian berdua perkenalkan diri kalian” perintah pak kepala sekolah

“Hai semua namaku Stefan Alexandrio, aku dari amerika dan senang bertemu kalian” Ucap Stef dengan ceria dan bersemangat

“Hai aku Marchel Andrio, salam kenal” Ucap Marchel dengan ketus dan dingin

Niken yang mendengar nama Marchel hanya bisa kaget dan shock, laki-laki yang menolongnya kemarin akan menjadi temannya dan namanya sungguh mirip dengan teman masa kecilnya.

“Kalian bisa menduduki tempat yang kosong” Ucap Pak kepala sekolah.

“Baik pak”

“Kalian semua tolong bersahabat dengan mereka berdua dan jangan rebut, tunggu guru yang mengajar”

“baik Pak” jawab serempak murid-murid

Mata Niken tak pernah lepas dari sosok Marchel

“Mungkinkah? Mungkinkah dia?” ucap Niken dalam hati


*Bel istirahat*

Niken masih dengan serius mencatat pelajaran, bahkan sampai Natasya mengajak Niken ke kantin ia tak mau. Niken berada dikelas bersama Marchel, diam-diam Marchel melihat keseriusan Niken dan tersenyum.

“Yahh selesai” Ucap Niken dan melihat dikelas hanya dia dan Marchel, Niken memberanikan diri mendekati marchel

“Hmm, makasih buat yang kemaren. Marchel apa sebelumnya kau pernah tinggal di Indonesia?” Tanya Niken dengan hati-hati.
Namun bukannya menjawab Marchel malah berdiri dan mendekatkan dirinya pada Niken,

“Chel ? aku Tanya apa kamu pernah tinggal di Indonesia sebelumnya?” Tanya Niken lagi
Marchel hanya tersenyum dan menarik Niken dan mencium lembut bibirnya, sontak Niken yang diperlakukan begitu shock dan mematung, marchel yang melihatnya hanya tertawa gelid an berkata “Hai Ken long time no see, dulu dan sekarang kau tetap cantik” 




Benarkah itu Marchel yang dahulu?
Ataukah bukan?
Tapi mengapa ia hanya melihat Niken dari jauh dan tak bisa mengatakan isi hatinya?

Kenapa wajahnya terlihat sedih saat memandang Niken yang menangis?

Well cerita ini masih bersambung..
Nantikan Kisah Niken selanjutnya chingu..
Terimakasih...

Rabu, 15 Mei 2013

Companions of love and revenge Part 1



Benarkah dalam hubungan persahabatn antara lelaki dan wanita itu tidak ada?
Benarkah hubungan itu akan menimbulkan cinta diantara keduanya atau disalah satunya?
Benarkah demikian ? setujukah dengan teori ini?


Companions of love and revenge


Cerita dimulai dari kedua anak kecil yang terlihat sedang asik bermainan layangan.
“Ken, ayo pulang bersama, hari sudah sore nanti mama nyariin aku” Ucap anak laki-laki disebelah Niken
“Tidak, aku masih ingin bermain” Jawab Niken
“Ayo pulang Ken” Rengek bocah laki-laki itu
“Ia ia aku turunin dulu layangannya” Jawab Niken
“Kamu lama aku duluan aja”
“Tunggu jangan pulang sendirian!” Pinta Niken
Bocah laki-laki itu pun berlari, terpaksa Niken mengejarnya dan meninggalkan laying-layangnya, Niken berlari sambil berteriak memanggil anak itu
“Marchel tungguin aku” Teriak Niken
“Marchel !!”

Merekapun kejar-kejaran dan tanpa mempedulikan mobil yang lalu lalang didepan mereka. Dari kejauhan tampak mobil yang melaju kencang dan tidak terkendali, Niken yang terus mengejar Marchel tidak mempedulikan mobil yang lewat, saat Niken ingin menyebrang untuk mengejar Marchel tanpa menoleh Niken terus berlari dan mobil yang melaju kencang tidak dapat dikendalikan dan musibah tak bias dihentikan, Marchel yang melihat Niken akan tertabrak tak tinggal diam ia mendorong Niken dan akhirnya Marchel yang tertabrak dan terpental jauh. Terdengar suara teriakan Niken yang shock dan tak tau harus berbuat apa

“Marchel bangun MARCHEEELLL !!!” Teriak Niken

“Marchel !! Marchhhhhhhheeelllll !!!!!”


Dengan tubuh yang penuh keringat dan air mata terlihat gadis cantik yang bangun karena  bermimpi buruk. Gadis itu Niken yang sekarang telah menjadi gadis cantik dan duduk di bangku kelas 1 SMA.

“Tuhan kenapa aku bermimpi itu lagi akhir-akhir ini?” gerutu Niken

“Nikenn cepat bangun dan mandi nanti kau telat kesekolah!!!” Seru Ibu
“Ia bu” Jawab Niken dan bergegas mandi dan siap-siap untuk ke sekolah.

Niken bersekolah di SMA Bakti Ibu, sebuah sekolah yang terkenal dan memiliki murid yang banyak dan dari status social yang tinggi. Niken tumbuh menjadi gadis yang ceria baik hati namun tetap tomboy dan tidak seperti wanita lainnya yang pada usianya memakai kosmetik dan barang-barang yang girly abis, Niken kebalikannya ia tampil apa adanya tanpa make up dan barang-barang perempuan lainnya, Ia berangkat kesekolah dengan menggunakan topi yang menghadap kebelakang dan jam tangan kesayangannya serta tak lupa membawa sepedanya, Dengan ceria ia berangkat sekolah

“Bu aku pergi ya” jawab Niken
“Sarapan dulu”
“Tidak usah, mana bekalku?”
“Sudah ibu masukan tas”
“Baiklah bye bye muaah” Dengn mengecup pipi ibunya ia pergi
“Hei Princes kau lupa pada ayahmu?” Teriak ayah yang buru-buru turun dari kamar karena mendengar Niken berangkat kesekolah
“Bye bye ayah love you” Teriak Niken
“Ahh anak ini, ayah nya tidak dicium hanya ibunya yang dicium, malangnya” Rengek ayah
“Sudahlah dia buru-buru” jawab Ibu
“Tapi putrid kecilku kenapa dia tetap begitu tak bisahkah menjadi gadis normal lainnya?” Gerutu ayah lagi
“Sudah ayo makan” Ajak Ibu

Niken berangkat kesekolah dengan ceria saat ia melewati taman dimana dulu ia bermain layangan dia kembali mengenang masalalunya

“Ahh Marchel bagaimana keadaanmu? Setelah kejadian itu kau pergi dari Indonesia dan tak memberiku kabar sama sekali. Kau tau aku merasa bersalah sungguh benar-benar bersalah” Gerutu Niken
Dengan sedikit sedih Nikken pun pergi kesekolah dan terus mengayun sepedanya. Namun saat tiba disekolah Niken tersenyum senang karena dia melihat seseorang yang sudah dia agumi sejak lama, sejak saat dimana laki-laki itu menolongnya saat ia jatuh dari sepedanya dan menabrak mobil laki-laki itu, bukannya marah tapi laki-laki itu malah menghawatirkan Niken, Niken yang terus melamun dikagetkan dengan klakson mobil sahabatnya Natasya.

“Hei Sya bisa ga sih ga usah klaksonin aku?’ bentak Niken
“Haha, habisnya kamu pagi-pagi bengong, emang ngeliatin siapa sih?”
“heh, itu loh  Tomy ganteng banget aaaahhhhh sumpah seneng banget ngeliatnya” jawab Niken
“Yee dia mulu, nanti lo bias-bisa diserbu fans nya tomy baru tau rasa lo”
“Ga peduli yang penting aku suka banget sama dia”

Nikenpun memarkir sepedanya dan berjaln menuju kelasnya. Saat Niken dan Natasya sampai dikelas mereka dikejutkan dengan bunga mawar putih di meja Niken.

“Siapa lagi yang naro ini” Bentak Niken
“Ciieee Niken cewe tomboy yang ga pernah punya pacar akhirnya ada fansnya juga” ledek Natasya
“Sya cukup ya ini tuh udah keterlaluan sebulan berturut-turut aku dapet ini”
“Emang kenapa? Kamu ga suka? Buat aku aja sini”
“Sya kamukan tau aku paling suka bunga ini tapi kalo kaya gini caranya mah namanya peneroran tau gak sih lo, sumpah aku males banget kalo kaya gini”
“Udahlah lupain”


Bel menandakan pelajaran dimulai telah berbunyi, guru yang mengajarpun masuk, Niken yang terbilang anak yang rajin belajar dengan semangat dan selalu focus dengan apa yang disampaikan guru yang tengah mengajar.


Jam istirahat telah berbunyi Niken meletakkan bunganya diloker dan bias terlihat sudah banyak tumpukan bunga dilokernya dan sudah mulai melayu.

“Sya aku penasaran banget siapa sih yang naro ini?” Tanya Niken
“Entahlah mungkin Tomy?”
“Benarkah,, aaaaaa senangnya kalo memang itu dia”
“Jangan ngarep haha”
“Sya kamu mah “


Niken dan Natasya pergi kekantin dan mendapati Tomy sedang berbincang dengan wanita tercantik disekolahannya, gossip yang beredar mereka tengah menjalin kasih dan semua murid merestui mereka karena mereka terbilang serasi, namun Niken yang melihat itu sedikit cemburu namun ia memaksakan senyum dan berlalu melewati Tomy.


“Niken”
Terdengar sapaan yang tidak asing bagi Niken

“Ia Tomy ada apa?” Jawab Niken dengan malas karena ada Rika pacarnya Tomy
“Pulang nanti bisakan kita ngeband dulu?”
“Hmm gimana ya?”
“Ayolah udah lama kita gak ngeband, band kita juga fakum”
“Baiklah, jam berapa?”
“Gw tunggu sehabis pulang sekolah diruang music, gimana?”
“Baiklah, pastiin semua lengkap kalo gak aku gak mau.”
“Siipp tenang”


Nikenpun pergi dari kantin, Natasya bingung dengan sikap Niken yang ketus dengan Tomy padahal ia tahu kalau Niken sebenarnya menyukai Tomy. Namun Natasya tak pernah menanyakan alas an kenapa Niken bersikap seperti itu, karena ia takut sahabatnya akan marah jika dia membicarakan Tomy saat ini.

Jam pulang sekolah telah berbunyi, Niken bersiap-siap menuju ruang music
“Sya kamu gak mau ikut?”
“Yah maaf ken gak bisa aku udah ada janji sama Boy”
“haah kencan lagikah?”
“Ya begitulah hahah”
“Okelah, bye”
“Bye Niken”


Niken berjalan seorang diri menuju ruang music, dari kejauhan ia melihat Tomy sedang bermesraan dengan Rika, Niken hanya bisa menghela nafas,

“Aku cemburu tapi kenapa rasanya hany otakku aja yang tak menerima kenapa hatiku biasa saja? Ini aneh sungguh aneh , inikah yang dinamakan cinta atau hanya rasa kagum?” Gerutu Niken.

Nikenpun memasuki ruang musikdan melihat ada bunga mawar putih dan bertuliskan “ My Princes Niken” sontak Niken membanting bunga itu dan saat Niken membanting bunga itu 
teman-teman bandnya masuk.

“Kau kenapa?” Tanya Roy

“Bunga dari siapa ini?” sahut Boby

“Niken kau memiliki penggemar” teriak Tomy

“Cukup, aku muak ini tuh udah tepat sebulan dimana ada yang selalu mengirimiku bunga mawar ini dan itu membuatku takut” jawab Niken

“Apa sudah sebulan?” Tanya Tomy, Nikenpun hanya bisa mengangguk menandakan kebenarannya.


Latihan yang seharusnya berjalan dengan baik malah hancur dan tak karuan

“Cukup !! Niken lo tuh bisa ga sih maen gitarnya? Dari tadi salah mulu” Bentak Tomy

“Aku Cuma..” belum sempat Niken melanjutkannya Tomy sudah memotongnya

“Cuma lo gak bisa konsentrasi gara-gara bunga itu? Lo tuh norak banget sih. Oh ia gw lupa lo gak pernah nerima bunga dari cowo sih, gimana mau nerima pacaran aja gak pernah” Celetuk Tomy yang membuat Niken sakit hati

“Apa kamu bilang? Tega banget kamu ngomong kaya gitu, emang kamu fikir kenapa aku gak bisa pacaran? Itu semua gara-gara kamu seandainya aku gak pernah suka sama kamu pasti aku bisa dapetin pacar!!” Bentak Niken

“Apa lo suka sama gw?” Tanya Tomy dengan heran

“ia dan aku pastiin mulai detik ini aku gak akan pernah suka sama kamu dan gak akan pernah mencintai kamu lagi titik, jangan pernah nyari aku lagi, aku keluar dari band ini. Kamu tuh egois emang aku gak tau tadi setelah kamu bermesraan dengan Rika kalian bertengkar dan sekarang kamu menimpahkan kekesalan itu sama aku?”

Dengan kesal marah dan kecewa Niken pergi meninggalkan ruang musik ...



Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Nantikan kisah Niken oke ..
Makasih udah baca jangan lupa komennya ya..

Minggu, 21 April 2013

Kisah Cinta Gadis Ini Ke2




Setelah gadis itu terluka karena penghianatan itu, awalnya ia berfikir tak apa.
Karena semua itu tak ada artinya kekecewaan itu bisa dikatakan hanya goresan kecil.
Awal hubungan yang ia jalani juga bukan didasarkan cinta.
Namun itu baru awal dari semua kisah...

Saat ia membiarkan orang lain tahu perasaannya itulah kesalahan terbesarnya.
Dimana ia membiarkan seseorang masuk lagi dikehidupannya dan menjadikannya seorang putri..
Kesalahan ? kesalahan ? mungkinkah ini awal kisah cintanya?

Dan hari yang indah terlewati dengan senyuman, ada canda tawa dan kebahagiaan . Namun seiring berjalannya waktu 1 bulan 2 bulan 3 bulan masa indah masih menyelimuti walau ada rintangan kesedihan namun masih bisa dihadapi, namun setelah sekian lama selalu menahan sakit hati karena lingkungannya bukan karena dia, gadis ini selalu disalahkan oleh orang" disekitarnya.
Entah karena lelah atau karena tak sanggup menahan sakitnya, gadis ini ingin berpaling dan mencoba menemukan cinta lain.

Salahkah jika ia pergi? ya mungkin banyak yang berkata ia salah namun banyak yang mendukungnya.
Bukan karena dia tak mencintai pemuda ini namun karena tekanan yang tak bisa ia tanggung lagi ia memilih pergi dan tak kembali lagi dengan pria ini.

Ya kesenangan hanya sementara untuk gadis ini dan tidak akan pernah bertahan lama,,
well itu kisah cinta kedua gadis ini..
mungkinkah nanti dy akan bahagia?
semoga seperti itu ,,,

Kamis, 18 April 2013

Kisah Cinta Gadis Ini

Annyeong chingu..
Kisah kali ini cuma sebuah cerita..



Berawal dari dua tahun yang lalu sehingga gadis ini tak pernah lagi percaya akan cinta yang tulus dan kesetiaan. Gadis ini hanya percaya kesetiaan didapatkan setelah pernikahan atau bahkan tidak pernah ada yang namanya kesetiaan dalam hubungan cinta ini. Entah samapi kapan ia tidak akan mempercayai cinta yang setia yang takkan mendua dan takkan menyakiti.
Karena penghianatan yang amat menyakitkan membuat gadis ini tak pernah mau membuka hatinya untuk yang lain. Entah sampai kapan ini akan berlangsung namun didalam hatinya ia masih merindukan seorang yang bias menyayanginya tulus tanpa syarat.
Mengapa? Kenapa harus sampai menutup hati? Bukankah banyak cinta yang tumbuh setelah patah atau hancur? Yap dia pun berfikir seperti itu namun karna adanya pengalaman cinta yang gagal ia menjadi sedikit takut dan tak pernah percaya diri akan dirinya, ia selalu menganggap cinta sebatas penghianatan.

# Flashback 3 tahun lalu
Gadis ini adalah gadis yang ceria dan selalu aktif tak pernah mengeluh akan kekurangan dan ledekan teman-temannya, hingga suatu ketika ia tak pernah menyadari bahwa banyak yang menyukai dia karena tingkahnya yang selalu menyenangkan. Cinta pertama di masa sekolah menengah adalah pengalaman cinta yang takkan pernah ia lupakan sampai sekarang.

Awal cinta yang ia jalani adalah dengan sahabatnya, pernah ia berjanji takkan memiliki hubungan asmara dengan sahabatnya lagi, namun karena alas an tertentu ia memulai hubungan dengan sahabatnya, awalnya terasa menyenangkan karena mereka sudah mengetahui satu sama lain dan slalu menghadirkan kemesraan, namun entah kenapa baru beberapa hari kemesraan itu lenyap kecurigaan gadis ini terungkap dia yang dianggap baik ternyata mendua dibelakang, sontak itu membuat hubungan aasmara dan persahabatannya hancur seketika, kisah cinta pertama di sekolah menengah hancur karena penghianatan !!!


 Berawal dari dua tahun yang lalu sehingga gadis ini tak pernah lagi percaya akan cinta yang tulus dan kesetiaan. Gadis ini hanya percaya kesetiaan didapatkan setelah pernikahan atau bahkan tidak pernah ada yang namanya kesetiaan dalam hubungan cinta ini. Entah samapi kapan ia tidak akan mempercayai cinta yang setia yang takkan mendua dan takkan menyakiti.
Karena penghianatan yang amat menyakitkan membuat gadis ini tak pernah mau membuka hatinya untuk yang lain. Entah sampai kapan ini akan berlangsung namun didalam hatinya ia masih merindukan seorang yang bias menyayanginya tulus tanpa syarat.
Mengapa? Kenapa harus sampai menutup hati? Bukankah banyak cinta yang tumbuh setelah patah atau hancur? Yap dia pun berfikir seperti itu namun karna adanya pengalaman cinta yang gagal ia menjadi sedikit takut dan tak pernah percaya diri akan dirinya, ia selalu menganggap cinta sebatas penghianatan.

# Flashback 3 tahun lalu
Gadis ini adalah gadis yang ceria dan selalu aktif tak pernah mengeluh akan kekurangan dan ledekan teman-temannya, hingga suatu ketika ia tak pernah menyadari bahwa banyak yang menyukai dia karena tingkahnya yang selalu menyenangkan. Cinta pertama di masa sekolah menengah adalah pengalaman cinta yang takkan pernah ia lupakan sampai sekarang.

Awal cinta yang ia jalani adalah dengan sahabatnya, pernah ia berjanji takkan memiliki hubungan asmara dengan sahabatnya lagi, namun karena alas an tertentu ia memulai hubungan dengan sahabatnya, awalnya terasa menyenangkan karena mereka sudah mengetahui satu sama lain dan slalu menghadirkan kemesraan, namun entah kenapa baru beberapa hari kemesraan itu lenyap kecurigaan gadis ini terungkap dia yang dianggap baik ternyata mendua dibelakang, sontak itu membuat hubungan aasmara dan persahabatannya hancur seketika, kisah cinta pertama di sekolah menengah hancur karena penghianatan !!!


jakarta   18 April 2013

Senin, 15 April 2013

WESTLIFE- if i let you go -

Hallo semua,
Kali ini aku mau share lirik lagu WESTLIFE.. yeaahhh haha
Langsung aja ya..






If I Let You Go



Day after day, time passed away
And i just can't get you off my mind
Nobody knows, i hide it inside
I keep searching but i can't find

The courage to show to letting you know
I've never felt so much love before

And once again i'm thinking about
Taking the easy way out


But if i let you go i will never know
What my life would be, holding you close to me
Will i ever see you smiling back at me?
How will i know

If i let you go


Night after night i hear my self say
Why can't this feeling just fade away
Ther's no one like you (no one like you)
You speak to my heart (speak to my heart)
It's such a shame we're worlds apart


I'm too shy to ask, i'm too pround to lose
But sooner or later i gotta choose
And once again i'm thinking about
Taking the easy way out



But if i let you go i will never know
What my life would be, holding you close to me
Will i ever see you smiling back at me?
How will i know


If i let you go


If i let you go
oooohhh baby ooohhh



But if i let you go i will never know
What my life would be, holding you close to me
( Close to me)

Will i ever see you smiling back at me?
( oohh yeaah)
How will i know
( If i let you go)
But if i let you go i will never know
(ohh baby)
Will i ever see you smiling back at me?
( ohh yeah)
How will i know

If i let you go?





Rabu, 10 April 2013

Befor and After Taruni STM Penerbangan

Hello semua...
Gara-gara buka FB ngeliat senior gw ka Diah Ayu dan ka Juliana, jadi mau bikin ni tulisan..
Buat yang ada gambarnya disini mohon maaf yoo..
Cuma mengenang nostalgia ko hehe

Kenapa gw bikin ni tulisan? 
Ya karena pengen aja, dan gw mau tau gimana sih tampang temen" gw yang biasanya kaya laki di sekolahan dan sekarang udah lulus hampir setahun, jadi mari kita liat siapa yang banyak perubahan..
Cekidooottt....

Untuk keterangannya itu
Before = pas lagi jamannya sekolah
After = Pas hampir satu tahun udah lulus.

1. Regina Nadya Ellisandra


 Before                    after 



2. Desi Lestari
Before                 After



 3. Zaharah
Before                         After



4. Feriska Imanuel
Before                          After




5. Dinda Puspita Sari
Before                                After




6. Cholilah
Before                                     After





Nah itu dia sebagian Taruni Penerbangan haha..
Menurut kalian siapa yang paling berubah setahun ini??
Jangan lupa komentarnya ya kawan....



Untuk yang namanya diatas mohon maaf yoo,,
Tidak ada unsur menjatuhkan..
Okeee...

Tunggu edisi berikutnya ya, soalnya masih banyak lagi ni tentang Taruni penerbangan haha..



Byeeee
Gomawo udah mampir disini....

Senin, 08 April 2013

Flower Boys Next Door



Flower Boys Next Door


Hello chingu,, 
Kali ini aku mau bahas tentang drama Unni yang satu ini , yap Park Shin Hye.
Drama ini udah selesai masa tayangnya di korea tepat 26 Februari 2013 lalu.



Drama ini terdiri dari 16 episode
Pemain
  • Park Shin Hye
  • Yoon Shi Yoon
  • Kim Ji Hoon
  • Go Kyung Pyo
  • Mizuta Kouki
Untuk melihat detail pemain klik Disini
Untuk membaca Sinopsisnya klik Disini


Ini dia gambar untuk Flower Boys Next Door







Nah gimana kerenkan?
Jangan lupa dibaca sinopsisnya ya chingu..
Gomawo...

Park Shin Hye

Annyeong chingu..
Kali ini zaharah mau share profil unni cantik ini..
Ga tau kenapa ya, suka banget ngeliat unni yang satu ini, cantiknya natural abis haha
Langsung aja ni profil unni cantik..



Name  : Park Shin Hye
Hangul :박신혜
Chines Name : Pu Xin Hui / 朴信惠
Birthday : 18 Februari 1990
Birthplace : Gwangju, jeollanam-do, south korea
Education : Youngpa Girls High School / Chung-Ang University
Height : 163 Cm
Blood Type : A
twitter : @ssinz

Udah segitu aja kalo mau lebih jelasnya klik
Disini

Nah sekarang aku kasih foto-foto unni yang satu ini..



Gimana chingu cantik kan ?
Hee mianhae chingu infonya dikit,,
Nanti diterusin lagi okke chingu...


Senin, 01 April 2013

YuJo To Ai No Ma Ni Part 3

Annyeong Haseyo chingu...
Kembali lagi dengan saya Zaharah..
Kali ini aku mau ngelanjutin

YuJo To Ai No Ma Ni

-kenyataan menyakitkan-


Hari dimana hanya milik kita berdua, Nara saranghaeyo..

Pagi itu Nara dan Jun berjalan beriringan dengan senyum diwajah Nara membuat Jun bersemangat,
"Nara bagaimana kalau kita lakukan itu disini?"
"Moo? Disini?"
"Ne, apa kau takut?"
"Anio!!"
"Oke kita mulai"
"ya, hana, dul, ses !!!"
Merekapun berlari menuju sekolah mereka dengan bahagia, Nara yang berlari dibelakang Jun mengeluh pada Jun
"Jun-ah tunggu"
"Palli palli"

Pagi itu sangat indah dimana Nara dan Jun bisa melakukan apa yang sering mereka lakukan saat mereka bersekolah di Korea dulu.
"Nara palli!!" Teriak Jun
Mereka telah melewati gerbang sekolah dengan nafas yang terengah-engah Nara menghampiri Jun
"Jun-ah dangsin-eun sagi chin!!" ucap Nara dengan cemberut
"Apa? aku tidak curang, kau saja yang terlalu lambat"
"Jun-ah !!"
Merekapun tertawa senang tanpa peduli teman-teman yang baru datang melihat mereka dengan tatapan penuh tanya. "Nara kau harus dihukum!!" Kata Jun
"ya !! Apa yang kau inginkan?" Tanya Nara
"Aku ingin ini..." kemudian Jun mencium pipi Nara, sontak Nara terkejut dengan apa yang dilakukan Jun.
"Ya!!! Jun kau ingin mati ya?" Ucap Nara dengan sedikit manja
tanpa mereka sadari ternyata Sakura, Shou dan Tachi melihat kemesraan mereka, Tachi yang selalu tertawa dan menunjukkan tingkah konyolnya, hanya bisa melihat mereka dengan tatapan nanar yang menyedihkan.

Nara tanpa aku sadari aku melukai peri yang selalu aku cinta -Tachi

Nara bisakah kita seperti dulu? -Sakura

Kenapa kau menyembunyikan luka yang terlalu dalam -Shou

"Nara!!" Panggil Sakura membuat Nara dan Jun menoleh kebelakang
"Hai Sakura-can" Jawab Nara
"Bisakah kita berbicara?" Tanya sakura
"Hmm, oke"
Mereka berlima pergi menuju ruangan dimana biasanya Sakura berkumpul dengan kedua sahabatnya.
"Waw ruangan yang indah" sahut Nara yang baru melihat ruangan yang indah tempat ketiga sahabatnya berkumpul, Nara yang sedang asik mengamati ruangan itu menemukan foto mereka berempat sewaktu kecil dengan coretan diwajah Nara, Seketika wajah Nara berubah menjadi sedih, hal itu tidak lepas dari pengawasan Tachi, Shoupun segera merebut foto yang sedari tadi Nara pandangi.
"ahh ini.." Jawab Shou terbatabata namun Nara hanya tersenyum dan meninggalkan Shou.
"Mmm ada apa kalian memanggilku?' Tanya Nara
"Nara kami sudah mendengar semuanya" Ucap Sakura
"Kami.." Lanjut Tachi
"Mau minta maaf?" Ucap Nara memotong ucapan Tachi
"Heh,,, ya kami ingin memperbaiki semua" Jawab Shou
"Tidak ada yang harus diperbaiki biarlah ini seperti ini, aku melihat kalian bahagia sudah senang jadi aku mohon tetaplah seperti ini, bencilah aku sebagai sahabat yang meninggalkan kalian, itu lebih nyaman buatku"
"Apa? apa kau terlalu membenci kami Nara? Tanya Tachi
"Tidak hanya saja." Ucap Nara
"Hanya saja apa?" Desak Shou

Kenapa disaat seperti ini kepalaku sakit? Jun-ah tolong aku-Nara

"Sudah tidak ada alasan kita harus mengenal lagi, biarkan aku menganggap ini semua salahku, Mianhae Sakura Shou Tachi, Nara hanya takut kalian menjadi menderita"
"Nara !!!!" Bentak Shou
"Ya!! tidak perlu sekasar itu juga !!" Sahut Jun
"Nara ayo kita pergi" ajak Jun dan menarik tangan Nara namun Tachi yang berada disebelah Nara juga menahan tangan Nara.
"Lepaskan Nara!" Sahut Jun yang menatap Tachi dengan marah
"Kenapa kau selalu menghalangi kami mendekatinya? apa kau takut saat ia bersama kami kau tahu perasaan Nara sebenarnya? Tanya Tachi yang membuat Nara terkejut
"Tachi apa yang kau katakan?" Tanya Sakura
"Baka !! walau Nara menjadi teman kalian lagi tapi hati Nara akan terus bersamaku!!" Jawab Jun
"Seyakin itukah ? Nara bagaimana menurutmu ?" Tanya Tachi
Nara yang sedari tadi hanya diam menahan sakit dikepalanya hanya bisa menunduk dan tidak menjawab.
"Kau lihat sendirikan Nara tak bisa menjawabnya artinya semua yang kau katakan tidak ada artinya buat Nara" Sahut Shou
"Nara benarkah?" Tanya Jun, Nara hanya menunduk dalam diam, ingin rasanya menjawab semua ucapan-ucapan teman-temannya namun sakit dikepala Nara tak bisa ditahan lagi dan membuat Nara hanya diam mematung.
"Nara jawab" ucap Jun sedih

Jun-ah mianhae aku mencintaimu tapi sakit ini aku tak bisa menahannya, Jun-ah tolong aku -Nara

Jun yang sedari tadi melihat Nara menunduk dan tak menjawab pertanyaannya akhirnya pelan-pelan melepaskan tangan Nara menandakan kekecewaan yang teramat.
"Nara aku mengerti maaf!!" Ucap Jun meninggalkan Nara
"Jun-ah" Sahut Nara dengan lemas
Jun yang sudah berjalan menjauh tak mendengar ucapan Nara, namun sakit yang ditahan Nara tak bisa ia tahan lagi, antara memaksakan tubuhnya untuk mengejar orang yang dicintainya atau diam dan membiarkan kesalahpahaman ini. Jun makin menjauh Nara melihatnya dengan tatapan sedih ia mulai melepas tangan Tachi dan berjalan menuju Jun
"Nara" Ucap Tachi tak percaya Nara melepaskan genggaman tangannya.
"Jun-ah mianhae,, Jun-ah" Ucap Nara dengan sisa tenaganya.
"Jun-ah..." ucap Nara, Jun yang sudah berada jauh didepan Nara merasakan Nara memanggilnya, Jun menoleh dan melihat Nara yang berusaha jalan menuju Jun, dengan langkah yang gontai Nara tetap memanggil Jun, Jun pun berlari mendekati Nara dan berhentin tepat didepan Nara
"Jun-ah mianhae, aku terlalu takut mengucapkannya, Jun-ah Saranghaeyo" Ucap Nara sambil tersenyum dan beberapa detik kemudian Nara roboh dipelukan Jun.
"Nara.. Nara ,, bangun" Ucap Jun
Sakura, Shou dan Tachi yang melihat semuanya bergegas lari dan menghampiri Nara
"Nara bangun" ucap mereka
Mereka bergegas membawa Nara kerumah sakit, tampak diwajah Jun dan yang lain rasa khawatir dan cemas. Tidak lama kemudian keluarga Nara datang dengan tergesah-gesah dan panik ibu menanyakan kondisi Nara pada Jun
"Jun-ah apa yang terjadi? ada apa dengan Nara?" Tanya ibu
"Bi aku tidak tahu Nara tiba-tiba pingsan disekolah" Ucap Jun
"Yeobo apa yang terjadi dengan Nara?" Tanya Ibu kepada ayah
"Tenanglah yeobo, Nara pasti bisa melewati semua ini, dia anak yang kuat" ucap ayah menenangkan ibu
Tidak lama kemudian dokter datang, semua berdiri dan menanyakan apa yang terjadi pada Nara
"Yang mana keluarganya bisakah berbicara diruangan saya" tanya dokter
"Saya ayah dan ini ibunya" jawab ayah Nara
"Tidak paman bisakah dokter bicara disini saja agar kami juga bisa tahu?" Tanya Jun
"Tapi .." ucap dokter
"Tidak apa-apa dok, katakan disini saja" ucap ayah Nara
"Baik kalau begitu, Nara mengalami penyakit kangker otas stadium akhir, dan pada kasus seperti ini kemungkinan untuk sembuh sedikit sekali. Jadi saya harap kalian lebih memperhatikan dia dan jangan buat dia tertekan" Ucap dokter yang ditanggapi dengan ekspresi tidak percaya oleh semuanya.
"Tappp..ppii dok, tidak ada dikeluarga saya yang memiliki penyakit itu" Bantah ayah Nara
"Bukan karena keturunan pak, namun setelah hasil ronsen yang saya lakukan terjadi keretakan dibagian tengkorak kepala Nara yang besar sepeerti akibat terjatuh dan tak pernah disadari oleh Nara."
"Tapi dulu saya pernah memeriksakan Nara setelah ia dipukul dan tidak ada masalah dok"
"maaf pak, mungkin dahulu ada kesalahan, maafkan kami. Kami tak bisa berbuat apa-apa. Anda harus sabar. Permisi Pak."

Semua yang ada disana hanya terdiam tak percaya. Tanpa sadar air mata Jun yang sedari tadi ditahan mengalir deras dipipinya. Jun berjalan meninggalkan semua yang sedang menangis dan tak percaya akan kenyataan ini.

"Nara kenapa? kenapa semua ini terjadi? ini tak adil, Nara gadis kecilku yang periang ternyata menyembunyikan penyakit yang mengerikan." Ucap Jun lemas
Jun yang berjalan kekamar Nara dan melihat gadis yang dicintainya terbaring lemas diruangan yang dipenuhi alat kedokteran merasakan sakit yang amat dihatinya.
"Nara... Nara bangun" Ucap Jun sambil menangis dan tak kuasa melihat Nara......








oKKEEEE....
TO BE CONTINUE CHINGU....

Jumat, 08 Maret 2013

Yujo to ai no ma ni Part 2

Kadang dunia sungguh kejam, dimana mereka yang dipisahkan secara paksa dipertemukan lagi dengan hai yang dipenuhi kesedihan kebencian. Kadang rasa bersalah yang berlebihan menjadi  bumerang bagi seseorang dan cenderung menutup diri pada orang lain.

Yujo to ai no ma ni
-Kebencianmu Menyakitiku-

Kisah diawali dari terkuaknya identitas Nara didepan sahabat masa kecilnya.
"Benar sekali dugaan ku kau Nara yang dulu tinggal bersebelahan denganku" Cerita pak Guru
"Moo? jadi pak guru adalah paman cherry ?" Tanya nara
"Jangan memanggilku seperti itu lagi" Pinta pak Guru
"Hmm.. oke!" jawab Nara tak lupa dengan memberikan senyuman yang manis.

Jam istirahat berbunyi Nara memilih cepat-cepat pergi dari kelas 2-D
"Nara tunggu!!" Teriak Jun
nara tetap berlari menuju taman belakang sekolah, ia tak mau melihat siapapun bahkan ia juga tak ingin bertemu Jun dahulu.
"Jun" Panggil Sakura
"Ya" jawab Jun
"Baka !! Kenapa kau tak memberi tahu kami kalau dia Nara kami?" Maki Tachi
"Ada alasan yang tak perlu kalian tahu, dan Nara yang memintaku merahasiakan ini"
"Kenapa? Kenapa dia tak ingin bertemu kami?" Tanya Shou
"Jika kalian mengetahui dia Nara apa kalian masih mau tersenyum tulus padanya?" Tanya Jun
"Tentu karna kita sahabatnya!!" Jawab Tachi
"Kurasa tidak jika aku tahu lebih awal mungkin aku tak ingin bertemu dengannya" Ucap Sakura yang membuat semuanya kaget terkecuali Jun
"Inilah mengapa Nara tak ingin kalian tahu!!" Bentak Jun
"Bukankah kalian yang menceritakan sakit hati kalian pada semua teman-teman kalian, kalian membenci sahabat yang telah meninggalkan kalian ? Bukankah itu yang kalian bicarakan pada teman-teman kalian?" Tanya Jun
"Mungkinkah Nara mendengar itu?" Tanya Shou
"Menurutmu?" Tanya Jun
Mereka bertiga hanya terdiam mendengar penjelasan Jun, sedangkan Nara hanya duduk terdiam dibawah pohon sakura yang sedang tumbuh dengan indahnya.
"Akhirnya mereka mengetahuinya, apa yang harus aku lakukan ibu?" Gerutu Nara

Saat pulang sekolah Nara berjalan sendiri melewati taman terakhir ia berjumpa dengan sahabat-sahabatnya.
Taman ini masih seperti dahulu, masih sama indahnya namun berbeda dengan kehidupanku sekarang. Siapa yang harus aku salahkan dengan semua ini?? - Nara

"Aku pulang" Sapa Nara pada semuanya
"kau dari mana saja kenapa baru pulang?" Tanya ibu Nara atau Ny.Kim
"Maaf bu aku lelah, aku langsung kekamar ya" Pinta Nara
"Anak ini kenapa tidak seperti biasanya?" Tanya Tuan Kim
Ibu dan ayah hanya melihat kepergian Nara dengan tatapan bingung.

"Aku memanggilnya ibu pada orang yang jelas-jelas bukan ibu ku" Celoteh Nara dikamar

Kehidupan Nara yang tenang berubah menjadi sebuah badai yang menerpa tanpa henti
Pagi hari saat Nara bersiap berangkat menuju sekolah ternyata Jun telah menunggunya.
"Pagi Jun" sapa Nara
"Nara bolehkan aku bertanya?" Tanya Jun
"Ya apa?"
"Apa kau masih mencintaiku?" Tanya Jun
"Jun.. Apa aku harus mengatakan lagi?" Tanya Nara
"Aku takut setelah kau bertemu mereka lagi kau akan berubah"
"Tidak Jun kau harus percaya padaku"
"Hmm baik" Jawab Jun seraya meninggalkan nara
"Jun kau selalu begitu setelah puas mendengarnya" Omel Nara.
Jun yang tadinya meninggalkan Nara berbalik dan mengulurkan tangannya kepada Nara, Narapun berlari dan menggandeng tangan Jun dengan erat.

Jun kalau saja nanti hatiku berubah aku takkan pernah memberitahumu, karna bagiku cinta taklah penting asal kau selalu menemaniku dan itu membuatmu bahagia itu sudah cukup, tapi aku takut kau akan terluka karna aku. -Nara

Semua murid disekolah sudah mengetahui kalau Nara adalah orang yang pernah meninggalkan Shou Tachi dan Sakura, mereka menganggap Nara tak pantas bertemu mereka lagi., dan mereka tidak mau melihat Nara disekolah ini dan membuat idola mereka . Hari-hari yang dilewati nara sungguh menyakitkan dan membuat Nara membenci semua orang, hanya Jun yang senantiasa menemani Nara.
"Jun aku lelah dengan semua ini"
"Nara apa yang kau katakan?"
"Aku lelah Jun, semua ini mengingatkanku pada kenangan yang menyakitkan itu, aku mohon padamu Jun tetaplahdisini disisiku" Pinta Nara
"Nara kau tak perlu bersedih yang tahu semua tentangmu hanya aku, yang tau sisi terang dan gelapmu hanya aku seorang, tetaplah seperti ini bergantung padaku maka aku akan tetap berada disisimu selamanya." Jawab Jun
Nara yang sedih dengan perlakuan teman-temannya hanya bisa bersandar dibahu Jun tanpa mereka sadari Tachi mendengar semua itu, tanpak diwajahnya yang merasa bersalah dan kasihan terhadap peri kecilnya itu, ingin rasanya dia memeluk Nara seperti dulu saat mereka berempat bersama.

Nara begitu kejamnya mereka sehingga kau menderita tapi kenapa saat kau kembali kau tak ingin kami tahu? apa alasannya? -Tachi

Nara kembali kekelas dan mendapati bangkunya yang penuh dengan sampah, salah satu dari temannya menyindir Nara
"Dasar sampah kenapa kau kembali kesini dan membuka luka Shou Tachi dan Sakura? apa kau tahu mereka adalah idola kami jadi kami takkan membiarkan kau yang telah melukai mereka berada disini"
"Maaf jika membuat kalian tak senang" jawab Nara seraya pergi dari kelas dengan air mata yang tak bisa dibendungnya.

Mereka kejam!! mereka tak tahu apa-apa tapi kenapa memperlakukanku seperti ini!!!
Nara berlari tanpa sengaja menabrak Sakura hingga terjatuh.
"baka apa yang kau lakukan" Bentak sakura
"maaf" Jawab Nara
"Nara" ucap Shou dan Tachi yang berada dibelakang Sakura.
Mereka berempat bertemu dan saling menatap rasa sedih tak bisa dibendung Nara namun dengan kejadian semua ini hanya ada rasa benci dihati Nara.
"Apa kau bahagia bertemu kami lagi?" Tanya Sakura, Nara yang tak bisa menjawab hanya menunduk
"Nara katakan sesuatu pada kami" Ucap Tachi
"Kenapa kau pergi tanpa berkata apapun?" Tanya Shou
"Nara Jawab !!!!" ucap Sakura tak bisa menahan amarahnya lagi
"Maaf tapi aku tak bisa mengatakannya" Jawab Nara
"Apa!!! Lebih baik kau tak pernah kembali jika kau tak mau menjelaskannya pada kami!!" Bentak Sakura
"Maaf" Ucap lirih nara
"Sudahlah anggap kita tak pernah mengenalnya dan pura-puralah tak pernah bertemu kami" Ucap Shou
BBBAAAAMMM !! Bagaikan tersambar petir Nara mendengarnya dengan menahan amarah dan tangis
"Moo? Apa yang kalian katakan pura-pura tak mengenal kalian?"
"Ya betul bukankah itu bisa membuatmu senang?" Jawab Sakura
"Aku membenci semua tentangmu yang datang dan pergi seenaknya!!!" jawab Shou
"Nara katakan alasannya maka kami akan mempertimbangkannya" Jawab Tachi
Nara yang sedari tadi diam dipermalukan oleh ketiga sahabatnya hanya bisa menahan marah ia tidak ingin sahabat-sahabatnya tahu apa yang terjadi sebenarnya ia takut akan melukai mereka.
"Lempar saja dia dengan sampah" Teriak salah satu murid yang menghasilkan semua Fans Sakuran Tachi dan Nara melempar nara dengan sampah. Sakura yang melihat itu sebenarnya sedih namun hatinya kalap akan kemarahannya pada Nara.
"HENTIKAN!!!" Teriak Jun
"Jun" Ucap Nara lirih
"Kalian semua tak pantas memperlakukan Naraku seperti ini!!"
Wajah yang dipenuhi amarah dan rasa iba terlihat diwajah Jun, dia tidak menyangka teman-temannya akan berbuat seperti itu pada gadis yang ia cintai.
"Jun-kun jika kau terus bersama gadis ini kami tak bisa menjadikanmu pangeran ke tiga kami" celetuk salah satu murid
"Aku tidak butuh itu semua!! Dan kalian bertiga, apa ini sahabat yang masih dibanggakan Nara selama di Korea? Kalian yang sangat ingin ditemui Nara!! Kalian tak pernah tahu apa yang menyebabkan Nara pergi tapi setelah dia berusaha kembali kalian memperlakukannya begini? dasar Baka!!!!" Amarah Jun tak bisa dikendalikan lagi
"Jun-ah chungbunhi" Pinta Nara
"Nara apa kau akan terus diam dan tidak mengatakan pada mereka alasannya?"
"Aku tak apa-apa, ayo kita pergi"
"Tidak aku sudah bersabar dari kemarin aku harus mengatakannya!" Jawab Jun
"Jun apa kau sudah melupakan janjimu?" tanya Nara
"Apa ini apa kalian berpacaran dan ingin membuat seolah kami yang bersalah" Celetuk Sakura
"pergi kau gadis jahat" Ucap seorang murid
Nara yang sedari tadi pasrah mulai tidak bisa menahan amarahnya
"Apa kalian pernah mengenalku sebelumnya sehingga bisa mencacimakiku seperti ini? apa aku pernah menyakiti kalian semua, hanya sampahlah yang menyakiti orang lain yang tak pernah dikenal !! Apa kalian puas aku hanya diam dan menerima semua ini?? Katakan jika kalian semua senang!!!" Bentak Nara yang membuat semua diam dan tak percaya Nara bisa berbicara seperti itu.
"Dan kalian bertiga apa kalian bahagia selama ini? Apa benar kalian tak pernah tahu kenapa aku pergi tanpa berkata? apa kalian sudah bertanya pada orangtua kalian kenapa aku pergi? kalian berengsek tanpa kalian sadari kalianlah yang telah menghancurkan hidupku ayahku dan ibu ku !!!!" Bentakakan Nara membuat Jun takut Nara akan pingsan dan benar saja setelah mengatakan itu Nara pingsan dan jatuh kepelukan Jun
"JunWatashi o ubau, watashi wa anata o kou!" Pinta Nara sebelum pingsan
"Nara! Bukankah aku sudah bilang jangan menahannya!" Ucap sedih Jun lalu menggendong Nara menuju ruang kesehatan
"Kalian bertiga jika Naraku menjadi drop lagi itu semua karna kalian !! maka matilah kalian semua !!" Ucap Jun seraya pergi meninggalkan tempat itu.

Sakura Tachi dan Shou masih tak mengerti ucapan Nara bahwa orang tua mereka tahu p[enyebab kepergian Nara.
"Apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Sakura
"Entahlah" Jawab Shou
"Akhir minggu ini ajak Ayah dan Ibu kalian kerumahku dan kita bicarakan ini" Sahut Tachi yang dijawab anggukan oleh mereka

Sementara di ruang kesehatan Nara belum juga sadar, Jun menggendong dan memasukkan Nara kedalam mobil dan membawa Nara pulang, hal tersebut disaksikan oleh Tachi


Nara apa sebenarnya yang terjadi, kenapa kau seperti depresi saat mengatakan semua itu? Nara hal apa yang membuatmu seperti ini? -Tachi

Dirumah saat Nara pulang dibopong oleh Jun dan belum sadarkan diri, Ibu yang melihatnya panik dan meminta Jun membawa Nara kekamarnya.
"Ada apa kenapa dengan Nara Jun?" Tanya Ny. Kim
"Nara telah melalui hal yang sama seperti dulu" Jawab Jun
"Apa? kenapa ini bisa terjadi? Nara sungguh malang"
"Ibu aku akan kembali kerumah jangan biarkan Nara tertekan lagi disini" Pinta Jun
"Baik" Jawab Ny. Kim

Nara kau harus kuat jangan seperti ini lagi aku mohon -Jun

Ibu membasuh badan Nara yang berkeringat.
Nara walau kau bukan putri kandungku tapi aku bisa merasakan kepedihanmu dan ayahmu, Nara ibu mohon bukalah hatimu untuk orang lain jangan seperti ini. ucap ibu dalam hati
Ibu tetap menjaga Nara hingga pagi, Narapun bangun dan melihat ibu yang tidur disebelahnya
Ny kenapa kau seperti ini? kenapa kau terus membuatku menyayangimu? Ny bisakah aku mempercayaimu? apa kau tak akan seperti ibu ku dulu? Ny sudah aku putuskan kaulah ibuku ibu satu-satunya dihidupku Ucap Nara yang telah memutuskan untuk meluppakan semua sakit hatinya.

Hari berkumpul dirumah Tachi berlangsung, para orang tua asik berbincang dan tertaawa
"Sudah tak perlu basa basi aku ingin bertanya pada kalian" Ucap Tachi secara tiba-tiba
"Tachi apa kau tak punya sopan santun?" tanya Ibu Tachi
"Ibu jawab apa yang kalian lakukan kepada keluarga Kim sehingga mereka meninggalkan Jepang?"
"Apa maksudmu? Tanya ibu Tachi dengan nada marah
"Sudahlah Ny mungkin ini saatnya mereka tau" Jawab ibu Sakura
"Ibu sebenarnya apa yang terjadi?"
"Baiklah akan kami ceritakan" Jawab Ayah Shou
"Kami yang membuat Tuan Kim pergi dari jepang karena dia sangat berbahaya, dia tak pernah mau diajak kerjasama dan akan membuat kami bangkrut. Dia terlalu baik sehingga kami merencanakan menyingkirkan dia dengan bantuan Ny Kim, kami membuat seolah dia yang menggelapkan dana organisasi dan setelah dia jatuh terpuruk Ny Kim meninggalkan dia dan pergi dengan laki-laki lain, namun niat awal kami hanya menyingkirkan tuan Kim namun Nara mengetahui itu saat kami berbicara dengan ibunya tanpa basa basi lagi Ny Kim memukul dan ingin membunuh Nara beruntung Tuan kim datang dan menyelamatkan Nara." Cerita ayah Shou
"Apa??" Tanya Sakura
"kalian tak punya hati Nurani" Celetuk Shou
"ya kamipun menyesal, sekarang kami menjadi boneka ibunya Nara. Memang brengsek wanita itu" Jawab Ibu Shou
"Kalian semua telah memisahkan kami dan membuat kami membenci Nara dan menyiksanya lagi!!! Kalian semua sunggu kejam" Ucap Sakura seraya pergi dari ruangan itu.

Nara maafkan aku -Sakura
Nara peri kecilku sungguh malang -Tachi
Inikah yang kau maksud, kami yang akan terluka? -Shou
Jun datang kerumah Nara dan mengajak Nara piknik berdua, ayah dan ibu mengizinkan dengan tujuan agar Nara bisa tersenyum dengan lepas lagi. Sebelum pergi Nara menghampiri ibu dan ayah
"Ayah aku pergi ibu aku pergi, ayah ibu saranghae !" ucap Nara seraya mencium pipi kedua orangtuanya, ayah dan ibu tersenyum bahagia dan menyadari Nara telah membuka hatinya kembali. Nara dan Jun sampai di taman bermain mereka bermain dengan bahagia tertawa dan bercanda seolah mereka anak kecil yang baru pertama kali kesana.

"Nara saranghaeyo"
"Moo?"
"Aishiteru Nara" Ucap Jun
"Jun mianhae" Jawab Nara yang membuat Jun sedikit kecewe
"Jun mianhae, Nara sangat sangat mencintai Jun" Jawab Nara sambil berlari
Jun yang mendengar pengakuan Nara mengejar dan memeluknya
"Nara gomawo" ucap Jun seraya membelai pipi Nara dan mendekatkan bibirnya ke bibir Nara. Hari itu seperti milik Jun dan Nara, mereka berciuman dengan mesranya dan tersenyum bahagia.

To be countinue....

Yap ini part 2 nya, maaf ya kalo ceritanya jelek dan ngebosenin hehe 
Mohon kritik dan sarannya ya kawan-kawan :)

Rabu, 06 Maret 2013

Yujo to ai no ma ni (Antara Cinta dan Persahabatan) part 1

Cerita ini berkisahkan tentang persahabatan, percintaan, dendam dan kasih sayang..

Cerita yang disajikan hanyalah karangan semata.

Yujo to ai no ma ni

-Perpisahan dan Kenyataan-



Kisah diawali dengan empat anak yang sedang bermain ditaman bermain..
Anak itu bernama Nara, Shou, Sakura, Tachi..
"Nara apa benar kamu akan pergi?" Tanya Tachi
"Ya aku harus pindah" Jawab Nara
"Tapi kenapa harus pergi?" Tanya Sakura
"Aku juga tidak tau" Jawab Nara
"Biarkan saja! Itu keputusan Nara!!" seru Shou
"Shou...." Ucap Nara lirih

Hari keberangkatan Nara telah tiba,
"Ayah bolehkah Nara bertemu teman-teman Nara dulu?" Pinta Nara
"Tidak Nara kiita sudah telat" Jawab ayah
"Tapi yah.." Rengek Nara
"Nara ayah mohon lupakan semua yang ada disini" Pinta ayah
"Hmm" Angguk Nara dengan berat hati.
Nara dan Tuan Kim (Ayah Nara) berangkat menuju Korea tempat asal sang ayah dilahirkan.
"Shou .. Tachi..." Teriak Sakura
"Apa?" Jawab TAchi dan Shou serentak
"Nara.." Sambil menangis sakura menceritakan semuanya
"Nara sudah pergi? dan tidak mengatakan apapun pada kita?" Teriak Tachi
"Sudahlah biarkan saja" Jawab Shou
"Tapi Nara pergi begitu saja!!" Bentak Sakura
"Hmm,, aku kekamar dulu" Jawab Shou
Tanpa Tachi dan Sakura ketahui Shou diam-diam menangis atas kepergian Nara yang tanpa melihat mereka, Sedangkan Sakura dan Tachi hanya diam dan menahan amarah mereka.

Dari awal semua hanya permainan bagimu Nara !! - Sakura


Akankah semua ini berakhir dengan kepergianmu yang terlalu kejam? -Tachi


Nara kau sungguh kejam !!! - Shou


Sakura, Shou, Tachi maafkan Nara, semoga suatu saat kalian akan mengerti dan menerima alasanku. KALIAN SAHABAT TERBAIKKU..!!! - Nara

10 Tahun berlalu...

"Sakura apa kau melihat Shou?" Tanya Tachi
"Sepertinya dia sedang ada eskul, apa kau ingin melihatnya?"
"Ya, ayo kita kesana!" Ajak Tachi
Sakura dan Tachi berlari menuju lapangan
"Waw Shou hebatttt!!" Teriak Sakura membuat anggota eskul melihat dan mengolok Shou
"Ya Shou itukan Sakura dari kelas 2-D sang putri sekolah ini" Goda kapten tim sepak bola
"Ya lalu kenapa?" Jawab Shou santai
"Apa kau tidak mencintai dy?"
"Dia hanya tem,anku"
Sambil mengucapkan perpisahan pada tim sepak bola Shou menghampiri Tachi dan Sakura

"Sungguh membuat iri, 3 orang terpopuler menjadi teman dari kecil dan tak terpisahkan" Gerutu sang kapten
"Ya apa kau cemburu?" Tanya sang manager.
"Cemburu dengan siapa?"
"Pertama dengan Shou ia pria terpopuler pertama dengan ketampanan dan kelihaiannya membawa bola, kedua denga Tachi sang atlit Karate yang sangat tampan dan menawan, dan ketiga dengan Sakura wanita yang populer karna keahliannya menari dan memberi dukungan kepada tim olahraga" Celoteh Manager sepak bola
"TIDAK!!" bentak sang kapten dan kemudian pergi dari lapangan dengan tampang juteknya.
"Ada apa dengannya?"Gerutu sang manager.

Shou, Sakura, Tachi pulang bersama namun berbeda dari hari hari sebelumnya, mereka melewati jalan yang berbeda dikarenakan ada perbaikan jalan sehingga mereka harus memutar melewati taman. Dengan gurauannya Tachi membuat suasana menjadi lebih hidup ia selalu membuat lawakan agar kedua sahabatnya tertawa.
"Hmm taman ini" Ucap sakura dengan pandangan lurus melihat taman
"Ini pertama kalinya setelah 10 tahun kita tidak kesini" Jawab Tachi
"Bagaimana kabarnya dia ya?" Tanya Tachi yang membuat suasana sedih
"Sudahlah lupakan buat apa mengingat orang itu" Ucap Shou
"Shou.." Ucap lirih Sakura
Ucapan lirih Sakura membuat Shou kembali teringat ucapan Nara terakhir kali saat ia bilang ingin pindah, kenangan saat mereka tertawa dan bermain bersama dengan cepat melintas dihadapan Shou
"Shou ayo kita pulang" Teriak Sakura membuyarkan lamunan Shou
"Ya" Jawab Shou

Dari kita bertiga kaulah yang paling terpukul dengan kepergian Nara shou - Sakura


Melihat masa lalu yang ingin sekali terulang kembali bersamamu peri kecilku Nara -Tachi


Apa yang kau lakukan ? Sudah 10 tahun dan kau tak kembali -Shou

Ditempat lain tepatnya di Korea
Tinggal seorang gadis yang sangat cantik dan pintar sehingga menjadi idaman ssemua pria disekolahnya
"Nara..." Panggil seorang gadis
"Ya, ada apa Do Hwi" Jawab Nara
"Sungguh kau akan pergi ke Jepang?" Tanya Do Hwi
"Ya sepertinya begitu, karna ayahku dipindahkan tugas" Jawab nara
"Bukankah dulu kau juga tinggal di Jepang?"
"Ya betul" Jawab Nara singkat dengan senyuman yang sangat indah

Apakah kalian masih mengingatku ? -Nara

Jeoneun dangsin-i geuliwoyo Shou Tachi Sakura -Nara

"Terimakasih atas perhatian kalian padaku selama ini, mungkin selama ini aku selalu menyusahkan dan membuat kalian tidak nyaman. Terimakasih aku mencintai kalian" Ucap Nara untuk mengakhiri sekolahnya di Korea. tepuk tangan serta tangis haru mewarnai pelepasan Nara.

Jika ini terjadi 10 tahun lalu pasti aku takkan mau pergi -Nara

"Ayah ayo kita pergi!!"
"Ia Nara sebentar" Jawab Ayah
"Ibu ayo cepat!"
"Dasar anak ini buru-buru sekali!" Gerutu ibu
"Baiklah semua sudah beres, ayo kita pergiii!!!" Teriak ayah
"Tunggu!!" teriak seorang laki-laki
"Ahh kau  Jun, cepat kita sudah mau berangkat!!"
"Baik ayah" Jawab Jun
"Nara apa kau bahagia kita akan tinggal dijepang lagi" Ucap Jun
"Lagi? Apa kau pernah tinggal di Jepang??" Tanya Nara
"Yap, seperti dirimu 10 tahun lalu aku pindah ke korea" Jawab Jun
"Ahh, kau ini kenapa merahasiakannya!!" Bentak Nara
"Kau sangat cantik jika sedang marah,, saranghae Nara!!"
"moo? pabo!!" Bentakku
Ayah dan ibu yang melihat Nara dan Jun bertengkar hanya tertawa, mereka tak mempermasalahkan jika Jun dan Nara berpacaran karena sebenarnya Jun adalah anak direktur ayah Nara, dia pindah keJepang atas usulan ayahnya yang ingin mendekatkan Nara dengan Jun.

Kembali Ke Jepang

"Pagi Tachi"
"Pagi Shou"
"Ahh, hari ini tepat 10 tahun kan?" Tanya Tachi
"Sudahlah kau membuat mod ku hilang"  Jawab Shou
Merekapun memasuki kelas dan menemui Sakura di bangkunya.
"Pagi Sakura" Sapa Tachi dan Shou
"Pagi" Jawab Sakura
"Hey apa kalian bertiga tahu?" Teriak kapten sepak bola
"Ada apa Taki?" Jawab Sakura
"Hari ini akan ada murid pindahan"
"oh ya? dari mana ?" Tanya Tachi
"Dari korea" Jawab Taki
Jawaban Taki sontak membuat mereka bertiga kaget dan berfikir

Mungkinkah??? -Sakura

Nara -Tachi

Bisakah aku mempercayai kau yang akan datang? -Shou

Bel berbunyi tanda jam pelajaran dimulai sedangkan dua orang murid sedang melangkah melewati koridor menuju kelas masing-masing.
"Aku kelas 2-D"
"Oh baiklah aku 2-A"
Merekapun menunggu panggilan dari guru masing-masing

"Baiklah anak-anak ibu akan memperkenalkan murid baru, ayo masuk" Pinta Bu Guru
Sakura, Tachi, dan Shou menantikannya dengan cemas kemudian masuklah laki-laki tampan dari korea
"Ohayou,, perkenalkan namaku Kim Jun Hyun, aku berasal dari korea, aku pernah tinggal di jepang 10 tahun yang lalu aku pindah ke korea mengikuti ayahku, aku harap kalian bisa bekerjasama" Sapa Jun pada teman-teman kelasnya

Ternyata aku memang harus melupakanmu - Shou

Jam istirahatpun berbunyi.

"Jun" Sapa Nara
"Hai sayang"
"KAu mau mati ya?" ledek Nara
"Bagaimana kelasmu?" Tanya Jun
"Menyenangkan semuanya ramah dan baik" Jawab Nara
"Baka !! Kenapa mereka tidak menempatkan kita dalam 1 kelas!!" Omel Jun
"Tak apa, asal kau selalu disisiku aku merasa aman" Jawab Nara
"Ahhh so sweeett" Jawab Jun seraya memelluk Nara
"Lepaskan, nanti ada yang lihat!!"
"Tidak masalah bagiku"

Harikedatangan Nara terlewati begitu cepat hingga suatu hari takdir mempertemukan mereka, seakan mempermainkan Nara dan yang lain, ikatan yang sempat terputus akan disambung kembali..

Pagi itu Nara dan Jun berjalan menuju sekolah seperti biasa, bertepatan dengan kedatangan Jun dan Nara, Shou Sakura dan Tachi datang dengan canda tawa khas Tachi.
"Ohayou Jun" Teriak Tachi yang membuat Jun dan Nara berbalik menatap mereka.
"Ohayou Tachi" Jawab Jun

Tachi? mungkinkah mereka? -Nara

Pertemuan itu seolah menjadi bumerang buat mereka, sakit hati karna ditinggalkan dan sakit hati karna meninggalkan tumbuh kembali.
"Waw Jun siapa gadis ini cantik sekali" Tanya Tachi yang dibalas senyuman oleh Nara
Mata Nara bertemu dengan Shou, ada kerinduan namun Nara berusaha menahan semua.

Matanya seperti Nara -Shou


Senyumnya tak asing bagiku -Sakura


Mungkin peri kecilku seperti dy sekarang -Tachi

Bersamaan mereka berjalan menuju kelas masing-masing sambil bercakap-cakap
"Jun apa kau tak mau mengenalkan dy padaku" tanya Tachi
"Kau ini selalu saja begitu!!" Bentak Sakura

Aku takut jika mereka tau aku siapa mereka akan membenciku-Nara

Naratelah sampai dikelasnya dan menduduki kursi dekat jendela tempat favorit Nara. Sebenarnya Nara sudah tau bahwa sahabat-sahabat masa kecilnya berada dikelas yang sama dengan Jum namun ia enggan untuk menguak identitasnya, bukan tanpa alasan Nara berbuat seperti itu akan tetapi ia berbuat demikian karena ia sudah mendengar tentang mereka dari teman-temannya dan tanpa pernah ia sangka semua tahu mengenai luka lama mereka yaitu kehilangan sahabat yang membuat bekas luka yang dalam dihati mereka.
Nara Tak pernah menyangka mereka membencinya tanpa tahu alasannya.

"Nara!!" Panggil sang guru
"Ahh ya  bu" Jawab Nara
"Bisa tolong berikan ini ke kelas 2-D sekarang?" Pinta bu Guru
"Baik bu"
 Narapun pergi menuju kelas 2-D

"Permisi" Sapa Nara
"Ya ada apa?" Jawab sang guru
Sontak saja kehadiran Nara membuat kelas itu gaduh karena kecantikan dan keramahannya.
"kau siapa?"
"Saya murid baru di kelas 2-A pak" jawab Nara
"Ohh kamu yang pindahan dari Korea itu ya?"
"Iya pak benar"
"Kalau tidak salah namamu Kim Nara bukan?" pertanyaan pak guru tentu membuat Sakura Shou dan Tachi kaget, selama ini mereka hanya tau nama depan Nara yaitu Kim dan Jun tak pernah memberikan nama lengkap Nara kepada mereka. Nara bingung harus menjawab apa akhirnya ia mengakui siapa dia.
"Hmm, iya pak nama saya Kim Nara"
"Bukankah dulu kau pernah tinggal di jepang juga?'
"Ia pak benar tepatnya 10 tahun yang lalu saya pindah bersama ayah saya ke korea karna alasan tertentu"
"Begitukah?"
"Ya pak" jawab Nara sambil memejamkan mata, Nara takut akan kenyataan yang sekarang terjadi.

Cepat atau lambat mereka akan tahu yang sebenarnya -Nara


Dia Nara?? -Shou Sakura Tachi


Aku tak bisa lagi membohongi mereka, Nara akan terluka - Jun






Pembuatan cerita baru

Hai semua kayanya berhubung lagi super sibuk sama kerjaan
Gak sempet ngeblog lagi ya ampuunnn...

Mau cerita apa ya?
Maaf kemungkinan cerita-cerita sebelumnya belum ada terusannya,
Ya mohon dimaklumkan atas ketidak nyamananya ya hehe

Well, saya mau ngepost cerita baru tapi takut ga kelar kaya yang sebelumnya,
Tapi saya usahain kelar haha

Mohon untuk tidak mengkritik terlalu keras karna saya juga masih tahap belajar...