Rabu, 03 September 2014

When Love Back Again (OneShoot)


Main Cast : 

- Park Shin Hye
-Jung Yong Hwa
-Kim Woo Bin

Cast:

-Kang Min Hyuk
-Lee Jeong Hyun
-Lee Jung Shin
-Seo Hyun

Type: Squel

Genre: Romance

Ratting : PG 16

Disclaimer

Cerita ini hanya fiktif dan karangan semata, jikapun nama tokoh itu sama dengan kehidupan nyata, memang nama tokoh saya pinjam untuk kheperluan cerita tidak ada sangkut paut dengan kehidupan nyata nama tokoh.
Cerita ini murni pemikiran saya sendiri tidak ada unsur plagiat. Terimakasih atas kerjasamanya dan dilarang mengcopy tanpa seizin author.

Happy Readding Guys ..

**************************************************



-Terkadang kita akan mendapatkan cinta yang   sejati setelah kita melalui badai yang sulit, kita dapat bersatu dengan seorang yang kita cintai dengan bersatu untuk melawan badai itu bukan melepasnya dan menerpa badai itu sendiri, Tuhan yang kita fikir tidak adil sebenarnya sangat adil hanya kita sebagai manusia yang tidak mengerti keadilan Tuhan kita-

Angin berhembus menerpa wajah seorang yeoja yang sangat cantik. Ia memejamkan matanya merasakan angin dan suara desiran ombak yang menenangkan hatinya. Terukir senyuman indah dibibir mungilnya.

"Shin-ah kajja!" Teriak seorang wanita paruh baya kepada yeoja yang tengah asik menikmati anugrah Tuhan yang indah.

"Ne haelmonie aku segera datang" ucapnya dengan senyum yang terus ia berikan untuknya dan untuk semua orang

Shin Hye Pov

Oppa apa kau tahu kini hidupku berjalan lagi, berjalan dengan tawa dan canda lagi Oppa. Tapi Oppa apa kau tahu hatiku terasa kosong, ada sejuta kerinduan dihati ini untukmu, aahh apa aku gila masih merindukanmu yang telah memiliki wanita lain ? Tapi Oppa hatiku masih terus memintamu untuk kembali Oppa. Hanya kau yang bisa mengisi hatiku dengan kehadiranmu.

Flasback

"Shin-ah" ucap seorang namja didepannya.

"Ne Yong-ah" jawabnya dilihat raut wajah namja itu yang penuh kesedihan digenggam tangan namja itu dengan kehangatan yang ia punya, ditatap mata namja itu lebih dalam lagi sunggu menyedihkan, rasa sakit yang teramat menusuk hatinya.

"Aku harus menerima pernikahan itu, apa yang harus aku lakukan ? Jika tidak nyawaku dan keluargaku akan terancam apa yang harus aku lakukan Shin-ah ?" Ucap Yong Hwa lirih dibenamkan kepalanya dipundak Shin Hye berharap ada kekuatan yang dapat membuatnya bangkit lagi.

"Apa tak ada cara lagi selain pernikahan Yong ? Tanya Shin Hye dengan nibir yang bergetar menahan tangis.

"Mulla kurasa tidak"

"Lalu bagaimana denganku?"

Duaarrr !! Bagai tersambar petir tepat dihatinya. Kalimat itu yang tak ingin ia dengar, kalimat itu yang amat sangat menyakitkan baginya. Bagaimana ia bisa menatap yeoja itu lagi saat ia tahu amat sangat tahu bagaimana pengorbanan yeoja yang sekarang tepat dihadapannya ini, pengorbanan yang tak bisa ia balas saat dimana ia selalu setia dan mengerti semua keadaannya. Dilingkarkan tangannya kepinggang Shin hye dipeluk erat tubuh mungil shin Hye seakan ia takut kehilangan yeoja ini tapi ia juga tak mampu menjawab pertanyaan yeoja yang sangat dicintainya ini.

Shin Hye seakan tahu kebimbangan Yong hwa, air mata tak sanggup ia bendung lagi keputusan yang berat yang akan dia ambil untuk kebaikan semuanya.

"Yong.. menikahlah dengan gadis itu"  ucap Shin Hye dengan nada berat.
Yong Hwa yang mendengar itu tentu kaget dan melepaskan pelukannya

"A..apa yang kau katakan eoh ?" Ucapnya dengan nada tak percaya

"Yong bukankah kau juga tahu kalo tidak ada jalan lain ? Kau pun menyerah dengan keadaan ini ? Apa yang harus aku lakukan selain memintamu menikahinya?" Jelas Shin Hye dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

"Ta..tapi Shin aku tak bisa kehilanganmu" ucap Yong Hwa memohon

"Kalau begitu sanggupkah kau mempertahankanku Yong ?" Ucap Shin Hye dengan nada penekanan, mungkin terlihat egois namun bukankah wajar jika ia minta kepastian dan pertahanan dari namja yang ia cintai ?

"Shin-ah" hanya kata itu yang mampu Yong Hwa ucapkan.

"Yong jebal pergilah kalo memang ini sudah keputusanmu"

"Shin sudahlah aku tak mau membicarakan ini ne"

"Yong sampai kapan kau akan terus lari dan tak mau mengambil sikap eoh?" Ucap Shin Hye dengan kekesalan yang sudah tak bisa ia tahan lagi

"Shin kau tahu aku hanya mencintaimu tapi orang itu dia akan terus menekanku dan keluargaku, apa yang harus aku lakukan ? Aku benci ini Shin" terdengar jelas nada keputus asaan disetiap ucapan Yong Hwa

"Yong menikahlah dengannya jika itu bisa menyelamatkanmu dan keluargamu lepaskan aku Yong" pinta Shin Hye dengan ketegaran yang ia punya

"Shin tapi.."  cupp sebelum Yong hwa menyelesaikan ucapannya Shin Hye telah mendaratkan ciuman dibibir Yong Hwa ia menciumnya lembut seakan ini ciuman terakhirnya dengan namja ini.
Yong Hwa yang terkejut akan perlakuan Shin Hye yang terlalu tiba-tiba hanya bisa diam namun perlahan ia membalas ciuman Shin Hye dengan lembut, ditariknya dagu Shin Hye dilumatnya bibir mungil itu semakin dalam dan mereka berdua menikmati kehangatan itu, Shin Hye perlahan melepaskan ciuman itu.

"Yong ini prrtemuan kita terakhir, menikahlah dan jangam pernah mencariku , aku akan pergi dari hidupmu Yong" ucap Shin Hye tanpa mempedulikan reaksi Yong Hwa yang terkejut.
Diambilnya tas yang berada dimeja dan iapun pergi meninggalkan Yong Hwa yang masih terpaku karna keterjutannya, ia hanya bisa melihat Shin hye yang perlahan menjauh tanpa disadari air matanya menetes tepat dipipinya

"Shin-ah ... Shin-ah gajima... jebal gajimaaaaa!!!!!" Teriak Yong Hwa frustasi dan menjatuhkan dirinya kelantai ia runtuki dirinya sendiri betapa bodohnya ia melepaskan gadis yang sangat ia cintai

"Shin-ah... GAJIMAAAA !!!" Teriaknya lagi namun apa mau dikata Shin Hye telah pergi meninggalkannya, ia membenci kehidupannya ia membenci nasip yang ia alami ini.

2 bulan kemudian

"Chukae Hyung" ucap Min Hyuk enggan

"Ne Hyukie, gomawoyo" ucap Seo Hyun yang melihat Yong hwa tak membalas ucapan Min Hyuk
Ya tepat hari ini adalah hari pernikahan Yong hwa dan Seo Hyun,  namun tak ada raut kebahagiaan diwajah Yong Hwa dan keluarganya, mereka melakukan ini karna keterpaksaan. Yong Hwa yang terus menunduk dengan fikirannya sendiri terlihat bagaimana tertekannya dia saat ini.

"Yeobo.. lihatlah Yong Hwa,  dia sangat tertekan" ucap Nyonya Jung

"Ne arra, tapi apa yang harus kita lakukan ini juga demi kebaikannya atau kalau tidah nyawanyalah yang tak selamat" ucap Tuan Jung

Disatu sisi terlihat seorang yeoja turun dari taxi tepat di gedung pernikahan yang saat ini tengah meriah. Yeoja itu tampak cantik dengan gaun putih lengan pendek yang ia kenakan dan rambut yang ia gerai menambah kecantikannya.

"Yeobo i..itu S...shinjie" ucap Nyonya Jung yang melihat kearah yeoja yang baru datang itu.
Shin Hye terus berjalan mendekati tempat dimana pengantin berada.

"Shin-ah" panggil Tuan Jung

"Ne ajushi" ucap Shin Hye dan menunduk memberi hormat

"Shin kenapa kau datang ? Gwenchana ?" Tanya Nyonya Jung

"Aku ingin melihat oppa terakhir kalinya ahjuma "

"Mwo ? Memang kau mau kemana ?"

"Hanya ingin menghilang" ucap Shin Hye dengan raut muka sedih
Melihat Shin Hye yang sedih Nyonya Jung memeluknya, ingin sekali gadis didepannya ini menjadi menantunya namun apa mau dikata keadaan yang membuat semua ini terjadi, hanya kepedihan yang tertinggal sekarang.

"Shin mianhae" ucap Tuan Jung lirih
Shin Hye yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan nyonya dan tuan Jung.

"Shin-ah" ucap Yong Hwa yang terkejut melihat yeoja yang amat dicintainya kini berada didepannya

"Oppa chukae" ucap Shin Hye dengan senyum yang dipaksakan

Degg !! Sakit itulah kata yang mampu dirasakan Yong Hwa kini, gadis yang sangat ia cintai memberinya sebuah ucapan yang amat mrnyakitkan.
Yong Hwa hanya bisa diam terpaku masih dengan kesedihannya, Seo Hyun yang melihat itu menatap tajam kearah Shin Hye seolah ingin memakannya.
Shin hye yang tahu jika dirinya tengah ditatap mulai mengalihkan pandangannya kepada Seo Hyun.

"Chukae Hyun-ah" ucap Shin Hye dengan bibir yang gemetar.

"Ne gomawo" balas seo Hyun dan mulai bersikap menyebalkan dengan menggandeng lengan Yong Hwa dan mencium pipinya. Shin Hye yang melihat itu memilih pergi dari tempat itu sebelum tangisnya pecah, sebelum ia datang kemari ia telah memutuskan untuk tidak menangis.

"Nonna kenapa kau datang kemari eoh ? Apa hatimu tak sakit?" Tanya MinHyuk

"Hyukie tolong jaga Oppa ne, aku harus pergi dari hidupnya mulai sekarang jangan hoarkan ia menangis ne" pinta Shin Hye

"Geundae nonna kau mau pergi kemana?"

"Tempat yang mungkin tak ada Yong Hwa nya"

"Tapi.."

"Aku pergi ne, anyeong Hyukie sampai berjumpa lagi" potong Shin Hye sebelum Min Hyuk menanyakan lebih jauh lagi.

Flashback off

Oppa bagaimana keadaanmu saat ini ?

Shin Hye Pov end

***

Seoul

Seorang namja tengah terduduk di taman yang cukup sepi, namja itu melihat langit dengan tatapan kosongnya.

"Shin - ah bagaimana kabarmu?" Gumamnya pelan.

"Hyung" Panggi Min Hyuk kepada namja didepannya yang terlihat sangat sedih dan mengenaskan dengan kehidupannya sekarang.

"Ne, Hyukie-ah " jawab Yong Hwa pelan

"Apa kau merindukan Nonna ?"  tanya Min Hyuk

Yong Hwa hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Min Hyuk, tapi terlihat jelas bahwa ia merindukan yeoja yang ia cintai, meski hunbungannya dengan yeoja itu terbilang singkat namun tak bisa dipungkiri hatinya telah memilih yeoja itu.

Yong Hwa Pov

Shin-ah kau tau aku sangat merindukanmu, jeongmal bogoshipo Shin-ah.
Sudah  2 tahun lamanya aku tak melihatmu, melihat senyummu bahkan aku tak pernah tau bagaimana keadaanmu sekarang.

Flashback

Acara pernikahan telah selesai Yong Hwa berjalan menuju kamarnya, meski ia telah menikah ia memilih untuk menempati kamarnya sendiri dan tak satu kamar dengan istrinya.

"Yong-ah" Panggil Nyonya Jung

"Ne, eomma" Jawab Yong Hwa

"Kajja kita makan dulu chagi" Ajak Nyonya Jung yang melihat putranya tengah bersedih dan keadaannya sangat menyedihkan.

"Aniyo eomma, aku lelah.. aku ingin istirahat dikamar ne" ucap Yong Hwa sambil berlalu menuju kamarnya

"Chagi-ah.." ucap lirih Nyonya Jung yang tahu bagaimana kesedihan putranya ini

Yong Hwa telah memasuki kamarnya dan mengunci kamarnya rapat-rapat, direbahkan badannya diatas kasur dan ditatapnya foto-foto yang terpajang dikamarnya, foto dirinya dengan Shin Hye. Tak terasa air matanya mulai menetes terbesit kenangannya bersama Shin Hye dahulu, bagaimana saat ia tertawa dan bergembira bersama yeoja yang ia cintai, air mata makin deras membasahi pipinya dilempar gelas yang ada disamping tempat tidurnya. Sungguh sakit hatinya jika ia menyadari kenyataan yang telah ia jalani.

"Shin Hye.. Park Shin Hye gajima .. jebal gajima Shin-ah" ucapnya disela isakannya.

Nyonya Jung yang berada didepan kamar putra semata wayangnya ikut menangis dengan kepedihan yang dialami putranya, iapun memberanikan mengetuk pintu kamar Yong Hwa.

"Yong buka pintunya ada yang ingin eomma katakan" ucap Nyonya Jung

Yong Hwa pun berjalan dengan gontai kearah pintu, ia buka pintunya dan mendapati Nyonya Jung yang telah menangis

"masuklah Eomma, kita bicara didalam" ajak Yong Hwa, merekapun masuk kedalam dan berbicara berdua, tampak Nyonya Jung tak bisa membendung kesedihannya untuk menyampaikan berita ini, ia tahu hati anaknya pasti akan sakit dan lebih sakit lagi.

"Mwo ?!" ucap Yong Hwa yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Eommanya. Air matanyapun menetes lagi, raut kesedihan kekecewaan ketakutan jadi satu, ia hanya bisa tersungkur dilantai dan menangis sejadi-jadinya

"Chagi-ah kau harus kuat ne, mungkin ini yang terbaik yang dipilih Shin Hye" Ucap Nyonya Jung dan memeluk erat tubuh putranya

"tapi kenapa dia meninggalkanku Eomma, kenapa dia harus pergi ? apa salahku kenapa Tuhan menghukumku seperti ini?" Jeritnya tak tertahan lagi, semua amarah yang ia tahan akhirnya meledak sudah

"chagi-ah kau harus sabar ne?" Pinta Nyonya Jung

Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang ikut melihat kesedihan dua orang yang ia sayangi, iapun ikut menangis dan meruntuki kebodohannya, memisahkan putranya dengan yeoja yang sangat ia cintai. Tuan Jung yang sangat merasa bersalah, ia yang menyutujui perjodohan itu dengan alasan untuk menyelamatkan nyawa putranya, tapi ia tak pernah menyangka justru ia telah membunuh kehidupan putranya dengan memisahkannya dengan yeoja yang ia cintai.

Flashback Off

Shin-ah jebal kembalilah jangan terus kau siksa aku seperti ini, aku ingin menebus semua kesalahan dan penderitaan yang telah kita lalui. Apa kau telah melupakanku ? atau kau sudah bahagia dengan namja lain ?

Yong Hwa Pov End

***

Jeju

"Shin-ah bantu Haelmoni memasak ne!" Pinta Nyonya Kim yang sudah Shin Hye anggap sebagai Haelmoninya sendiri.

"Ne, kenapa kita masak banyak ? apa ada yang akan datang ?" tanya Shin Hye

"Tentu cucu kesayanganku akan segera pulang" Jawab Nyonya Kim dengan semangat

"Mwo ?! maksud Haelmoni namja tengil itu ?" Ucap Shin Hye tak percaya

Plakk!! sebuah sendok mendarat mulus dikepala Shin Hye

"Yay!! Haelmoni appo" ucapnya sambil menunjukkan wajah kesakitannya

"Kau bagaimanapun dia cucu kesayanganku, bagaiman akau bisa mengatakannya tengil eoh ?" 

"Memang tengil" ucap Shin Hye dan memanyunkan mulutnya

"Aigoo dia itu tampan Shin-ah:" 

"Mwo ?! hahhahaha" 

"yay! berhenti tertawa dan segera selesaikan masakanmu ne?!" perintah Nyonya Kim

"Ne haelmoni" ucap Shin Hye patuh.

***

Di air port terlihat seorang namja yang baru datang mengenakan pakaian santainya dengan kaos dan celana pendek dan topi yang ia kenakan, tampan meski mengenakan busana yang sangat sederhana.

"Aku pulang gadis pabo, bogoshipo" ucapnya dan tersenyum lebar

Iapun menaiki taxi dan menuju tempat yang ingin sekali ia datangi.

***

Seoul

Yong Hwa dan ketiga sahabatnya sedang berkumpul di kafe.

"Hyung bagaimana kalau kita berlibur ne ?" usul Jung Shin

"Betul Hyung kajja kita berlibuir!" Ucap Min Hyuk dengan wajah yang tampak ceria

"Berlibur kemana ?" Tanya Yong Hwa enggan

"Bagaimana kalau kita ke Jeju?" usul Jeong hyun

"Kenapa kau memilih Jeju Hyung ?" Tanya Jung Shin

"Mulla.. aku hanya ingin kesana" jawabnya seadanya tapi terlihat senyum dimukanya.

"Terserah kalian saja" Ucap Yong Hwa

"Mari kita ke jeju minggu depan ne, aku ingin berlibur" Ucap Min hyuk semangat.

Jeong Hyun yang melihat ekspresi tak bersemangat Yong Hwa hanya tersenyum


Flashback


"Apa kau sudah menemukan Shin Hye ajhussi ?" Tanya Jeong Hyun kepada sekertarisnya

"Ne Tuan saya sudah menemukannya" Jawab Sekertarisnya

"Dimana dia sekarang Ajhussi ?"

"Dia berada dipulau jeju tuan"

"Jeju ? mm baiklah terimakasih ajhussi" 

"Ne Tuan, ada lagi yang bisa saya bantu ?" 

"Tidak, kembalilah bekerja Ajhussi"

"Baik Tuan saya permisi dulu"

Flashback Off

Begitulah kesibukan ke empat pria tampan jika mereka sedang tidak bekerja.

***


Jeju


Ting Tong ! Terdengar bel yang dibunyikan seseorang

"Ne sebentar" Ucap Shin Hye yang melangkah keluar untuk membukakan pintu, ia baru selesai memasak dan haelmonie sedang pergi keluar, iapun membukakan pintunya dan dilihat pria yang menggunakan kaos dan celana pendek, ia menaikan alisnya seperti mengenal pria didepannya ini.

Perlahan namja itu memutar badannya untuk melihat Shin Hye

"Yay yeoja babo" ucapnya dan langsung memeluk dan mencium pipi Shin Hye

"Yay Oppa Michyeo-soo ?" ucap shin Hye kesal

"Wae chagi, kau tak merindukan Oppa eoh ?" Tanyanya penuh selidik

"Anni!" ucap Shin Hye tegas

"Ahh sepertinya aku patah hati lagi" Ucapnya

"Yay !! Pabo ya ?" ucap Shin Hye diselingi gurauannya

"Haelmonie oddie ? " tanyanya

"Ia sedang pergi Oppa"

"Hanya kita berdua disini ? Chagi-ah Oppa sangat merindukanmu" Ucap Namja itu denga senyum evilnya yang mampu membuat Shin Hye bergidik ngeri, ia tahu namja didepannya memang sangat jahil tapi jika ia sudah mengeluarkan senyum evilnya serasa dunia ini seperti kuburan

"Yay !! Kim Woo Bin yadong eoh?" Tanya Shin Hye dan berjalan mundur kearah tembok namun Woo Bin terus mendekatkan wajahnya kepada Shin Hye dan Cupp.. kecupan sesaat mendarat tepat dibibir Shin Hye, Shin Hye hanya bisa diam dan membesarkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang dilakukan Woo Bin.

"Itu balasanmu karna tak pernah membalas pesanku" Ucapnya seraya berjalan keruang tamu dan merebahkan badannya disofa, tanpa memperdulikan Shin Hye yang masih terkejut dibuatnya.

"Ommo Woo Bin-ah " ucap Haelmoni yang telah datang dan melihat Woo Bin sudah duduk manis di sofa.

"Haelmonie bogoshipo" ucap Woo Bin dan berlari memeluk Haelmonie

"Nado chagi-ah" Ucap Haelmoni.

Shin Hye yang melihatnya nampak tersenyum namun terbesit rasa sedih diwajahnya, untuk sesaat ia sangat merindukan Appa dan Eommanya yang sedang di Seoul, namun ia belum punya keberanian untuk pulang.

****


"Kau belum pergi ke Seoul Shin-ah ?" Tanya Woo Bin saat melihat Shin Hye tengah memandangi bintang dibalkon rumahnya.

"belum Oppa, aku masih takut" Ucapnya

"Ne, aku mengerti, besok kau temani Oppa ke pantai ne?"

"Mwo ?! bukankah kau takut pantai Oppa ?" 

"Annio, sekarang aku sudah tidak takut dengan air maupun pantai Shin"

"Wae Oppa?" 

"Aku sudah memusnahkan ketakutanku, ya walau belum sepenuhnya namun aku sedang mencobanya, mencoba menghadapi semuanya tanpa rasa takut" Ucap Woo Bin dan menatap Shin Hye dengan tatapan intens nya.

Hangat mungkin itu yang ada dihati Shin Hye saat ini, Woo Bin namja yang selalu menemaninya saat ia terpuruk dahulu, meski menyebalkan namun ia tetap bisa bersikap dewasa, namun kehangatan ini hanya sebatas kehangatan seorang kakak tidak lebih dihati Shin Hye.


***


"Yaayy Jeju" Ucap Min Hyuk dengan antusias

"Kajja kita kehotel" Ajak Yong Hwa

"Hyung kita akan bermain dan makan kan ?" Tanya Min Hyuk

"Hyukie-ah berhentilah memikirkan makanan" Ucap Jeong Hyun

"Ne Hyukie kita cari makan " Ucap Jung Shin membela Min Hyuk

"yay !! kalian berdua?!" Ucap Jeong Hyun kesal

"Gwenchana Hyun-ah" ucap Yong Hwa

Merekapun melanjutkan perjalanan menuju hotel yang dekat dengan pantai agar mereka bisa melihat keindahan pantai sepenuhnya.

"Yoppo.." Ucap yomh Hwa

"Ne Hyung" Ucap Min Hyuk dengan makanan yang penuh dimulutnya.

Sore itu keempat pria tampan itu memutuskan untuk berjalan disekitar pantai, banyak tatapan para yeoja yang sangat mengagumi keempat namja itu, tak hayal banyak yang meminta foto dan menyapa mereka, seperti artis yang sedang berlibur banyak yeoja yang mengitari mereka.

"Oppa, kau yakin tidak apa-apa?" tanya Shin Hye khawatir saat Woo Bin menepikan mobilnya disekitar pantai

"Ne chagi" Ucap Woo Bin semangat

"Berhenti memanggilku seperti itu" Ucap Shin Hye dan berjalan menjauhi Woo Bin

"yeppo " Ucap Woo Bin yang melihat Shin Hye menggunakan baju putih dan celana pendeknya, Shin Hye mengenakan topi pantai yang membuat kecantikannya makin bertambah, memang seperti itulah dia saat kepantai mengenakan baju lengan pendek dan celana pendeknya dan tak pernah lupa menggunakan topi pantainya.

"oppa kajja !" Panggil Shin Hye membuyarkan lamunan Woo Bin

"ne" Woo Bin pun berlari mendekati Shin Hye

Mereka berdua sampai dipantai dan mulai menggelar tikar dan payung untuk tempat mereka beristirahat.

"Oppa kajja kita kesana" ucap Shin Hye sambil menunjuk pinggir pantai

"Yay Shin-ah, aku baru mau menghilangkan traumaku kenapa kau sudah memintaku kesana eoh ?" tanya Woo Bin dengan nada kesal

"Ahh, arra.. aku kesana dulu ne ?" ucap Shin Hye yang dibalas anggukan dan senyuman dari Woo Bin.

Deg! jantung Shin Hye mulai berdegup kencang melihat senyum Woo Bin, ia hanya bisa menelan selavinanya melihat betapa tampannya Woo Bin

"Aku tampan kan ? aku tahu itu kau jangan menatapku seperti itu, atau kau sudah jatuh cinta padaku?" Tanya Woo Bin yang memperhatikan mata Shin Hye yang terus menatapnya

"Yay!! nappeun" Ucap Shin Hye dan berlari kearah pantai, ia tidak ingin Woo Bin melihat mukanya yang sudah memerah dan berbicara tidak-tidak lagi. Woo Bin yang melihat Shin Hye pergi hanya bisa tersenyum melihat yeoja polos itu.

"Yeppo" Teriak Shin Hye dan berlari kesana kemari seperti anak kecil yang baru mendapat mainan, ia menari-nari melihat indahnya pantai, sesekali ia mendekati ombak dan saat ombak mendekatinya ia lari menjauh. Sem=nyum dan kegembiraan terlihat jelas diwajahnya, ya tak ada beban yang terlihat, Woo Bin yang melihat itu mengambil kamera dari keranjang makanan yang dibawa Shin Hye dan mulai membidik kearah Shin Hye, ia tak ingin kehilangan momen bahagia ini. Sungguh sudah lama sekali ia merindukan tawa gadis ini.

Shin Hye yang masih terus berlari seperti anak kecil dan menari-nari dengan bahagia tanpa mempedulikan semua orang yang menatapnya, sungguh suasana bahagia ini yang sangat ia rindukan.

Brukk !!! 
Tanpa sadar Shin Hye menabrak tubuh pria yang sedang berjalan melewati pinggir pantai itu.

"Nonna Gwenchana?" Tanya Jung Shin yang melihat yeoja itu menabrak Yeong Hwa dan terjatuh

"Ahh Appo" Ucapnya seraya memegangi pergelangan kakinya yang sempat terkilir karna menabrak Namja didepannya.

"Hyun Gwenchana " tanya Min Hyun yang melihat Yeong Hwa juga terjatuh dan membangunkannya.

"Nonna Gwenchana? Mianhae" ucap Yong Hwa yang menatap yeoja didepannya yang masih menunduk dan memegangi kakinya.

"Annio, kakiku sakit" Ucapnya sambil mengangkat wajahnya dan melihat namja yang ditabraknya.

Duuaaarrr !!
Bagaikan ada petir yang menusuk jantung keempat namja itu, mereka sangat kaget saat melihat siapa yeoja didepannya, yeoja yang sangat mereka rindukan terutama Yong Hwa.

"Shin-ah" ucap Yong Hwa yang tak percaya

"Yong" Ucap Shin Hye tak kalah terkejutnya dengan apa yang ia lihat. Namja yang begitu ia rindukan dan berusaha ia lupakan kini berada didepannya.

"Nonna" Ucap Jung Shin, Min Hyuk dan Jeng Hyun bersamaan

Shin Hye hanya bisa menunduk tak kuasa menahan air matanya, Yong Hwapun berjongkok dan melihat Shin Hye dipegangnya pergelangan kaki Shin Hye

"Ahhh" teriak Shin Hye

"Appo ?" tanya Yong Hwa lembut

"Ne yong" ucap Shin Hye

tanpa mereka sadari Won Bin yang melihat itu dan mulai tersadar dengan apa yang ia lihat didepannya mendekati Shin Hye dan berjongkok

"Shin-ah gwenchana?" tanyanya

"Annio Oppa" Jawab Shin Hye dengan air mata yang sudah tak bisa ia pendung

Won Bin tau air mata itu, bukan karna sakit dikakinya melainkan sakit dihatinya yang terbuka lagi karna melihat namja didepannya, namja yang berusaha ia lupakan. Woon Bin pun mengangkat tubuh Shin Hye tanpa mempedulikan tatapan keempat namja didepannya yang menuntut penjelasan ini. Shin Hye hanya mampu membenamkan kepalanya didada Won Bin dan terus menangis

"Kajja Oppa kita pergi" Ucapnya lirih

"Ne" Ucap Woo Bin

"Ahh, mianhaeyo karna dia telah menabrakmu, maafkan kecerobohannya tuan" Ucap Woo Bin sambil membungkuk dan berlalu dari keempat namja itu.

Jeong Hyun yang melihat ekspresi Yong Hwa hanya bisa menepuk pelan pundak sahabatnya itu

"Gwenchana ada yang ingin aku jelaskan kepada kalian semua" Ucapnya dan berlalu pergi ke hotel diikuti ketiga sahabatnya.

Merekapun sudah berada diruang tamu setelah membersihkan diri dari keringat dan pasir pantai.

"Jeong-ah apa kau tahu Shin Hye disini maka kau meminta liburan kemari?' Tanya Yong Hwa pelan

"Ne hyung, aku tahu dari sekertarisku seminggu sebelum kita memutuskan berlibur" jawabnya

"Mwo?! kenapa kau tak memberitahuku eoh?" tanya Yong Hwa sedikit marah

"Tenanglah Hyung kita dengarkan penjelasan Jeong Hyun dahulu" Ucap Jung shin menenangkan Yeong Hwa

"Aku sengaja tidak memberi tahu karna masih ada yang harus aku selidiki, kau tahu namja yang tadi menggendong Nonna? namja itulah yang sekarang menjadi pelindung Shin Hye tapi bukan NamjaChinggu nya melainkan Oppanya"

Yong Hwa yang mendengar itu hanya tertunduk sedih, ia tidak menyangka Shin Hye telah menemukan orang yang bisa menjaganya. Min Hyuk dan Jung Shin yang melihat kesedihan yong Hwa hanya melihat iba

"hyung tenanglah kau bisa memiliki Shin Hye lagi jika kau mau berusaha" Ucap Jeong Hyun yang membuat Yong Hwa menatap tajam kearahnya

"Shin Hye belum melupakanmu ia hanya berusaha menghindarimu"

"benarkah?" Tanya Yong Hwa dengan nada tak percayanya

"Hmm, jika kau bisa membuat dia kembali lagi padamu" 

"baiklah aku akan berusaha lagi " Ucap yong Hwa semangat.

Ketiga sahabatnya yang sudah lama tak melihat semangat Yong Hwa hanya bisa tersenyum dan ikut bahagia.
Yong Hwa pun berjalan mengambil gitarnya dan mulai menyanyikan lagu yang ia Ciptakan untuk Shin Hye 2 tahun ini, lagu yang menggambarkan perasaannya.

Perlahan Yong Hwa memetik gitarnya dan mulai menyanyi, ketiga sahabatnya hanya bisa diam terpaku mendengar suara merdu Yong Hwa

Neul ttokgateun haneure

Selalu tepat dibawah langit yang sama



Neul gateun haru
Selalu sama beberapa hari



Geudega omneun-gotmalgoneun Dallajin-ge omneunde
Selain tidak memiliki kamu tidak ada yang berbeda pada semuanya

Nan utgoman sipeunde Da ijeundeusi
Ku sudah berpikir tentang membiarkan kamu pergi



Amuil aneun deut geuroke
Tanpa meninggalkan memori samar seperti tidak ada yang terjadi



Useumyo salgopeunde
Senyuman menghidupkan hari-hariku



Geuriwo geuriwoso
Rindu kamu, sangat rindu kamu



Geudega geuriwoso
Karena aku sangat merindukanmu



Meil nan honjasoman
Setiap hari aku sendiri



Geudereul bureugo bullobwayo
Dan aku memanggilmu

Bogopa bogopaso
Ingin melihatmu, ingin melihatmu



Geudega bogopaso
Karena aku ingin melihatmu
Ije nan seupgwanchorom
Sekarang hanya seperti sebuah kebiasaan


Geudea ireumman bureuneyo
Aku hanya menyebut nama anda




Oneuldo
Bahkan saat ini



Nan bonenjur-aratjyo da namgim-obsi
Aku sudah berpikir tentang membiarkanmu pergi



Anijyo anijyo nan ajik geudereul motbonetjyo
Tidak tidak, aku masih tidak bisa membiarkanmu pergi



Yong Hwa terus menyanyi tanpa sadar air matanya mulai jatuh disetiap bait yang ia nyanyikan, terbesit kenangan ia dan Shin Hye dan pertemuannya tadi.

Sementara itu dirumah Nenek Kim terlihat Shin Hye yang tengah melamun menatap bintang, suara nyanyian Yong Hwa tetap mengiringi malam itu.

"Shin-ah biar aku liat kakimu" Ucap Woo Bin dan melihat kaki Shin Hye yang mulai bengkak, dikompresnya kaki Shin Hye agar esok bengkaknya bisa menghilang, Shin Hye sesekali menjerit kesakitan air matapun mulai turun dari matanya.

"Oppa ottokhae?" Tanya Shin Hye dengan wajah sendunya

"Wae Shin-ah?" Tanya Woo Bin yang tak mengerti

"Wae Oppa, kenapa dia datang ? kenapa ia muncul lagi ? aku takut Oppa" Jawab Shin Hye dan memandang Woo Bin dengan tatapan sendunya

"Gwenchana Shin-ah, mungkin Tuhan mempunyai rencana lain dari ini semua" Ucap Woo Bin yang sedang membalut kaki Shin Hye dengan perban.

"Tapi Oppa, hatiku sakit melihatnya lagi" Ucap Shin Hye

Deg!! kata itu sangat menyakitkan buat Woo Bin, bukan karna ia membenci namja itu tapi hatinya sakit karna ia tahu Shin Hye masih mencintai namja itu.

Ditatap lekat mata Shin Hye dihapus air mata yang membasahi pipinya.

"Gwenchana Shin-ah, ada aku disini" Ucapnya seraya memeluk tubuh mungil Shin Hye

"Ne, Oppa gomawo" Ucap Shin Hye dan membalas pelukan namja didepannya.
Oneuldo

bahkan saat ini



Haruharuga jugeul gotman gateunde
Setiap hari tampaknya menjadi hari terakhir bagi saya



Ottoke heyaheyo
Apa yang harus ku lakukan




Saranghe sarangheyo
Cinta, aku cinta kamu



Geudereul sarangheyo
Benar-benar cinta kamu


Shin Hye Pov

Oppa aku tahu kau mencintaiku tapi apa dayaku, aku hanya mencintainya oppa. aku harus bagaimana? dunia sungguh tidak adil

Shin Hye Pov end

***

Woo Bin Pov

Biarlah jika kamu hanya menatapku sebagai kakakmu itu sudah cukup, tapi Shin Hye aku akan membuatmu mencintaiku dengan caraku sendiri, bukan sebagai kakak tapi sebagai seorang pria.

Woo Bin Pov end

***

Maljocha mot-hagoso geudereul geuroke bonenneyo
Pengakuanku sudah terlambat, apakah kamu sudah mendengar

Mianhe mianheyo
Maaf, maafkanku



Nae mari deullinayo
Apakah kamu mendengar kata-kataku



Dwineujeun nae gobegeul geuden deureul su isseulkkayo
Kebingunganku yang terlambat dapatkah kamu mendengar ini



Sarangheyo
Aku mencintaimu



(Crd: DreamKumiko.blogspot.com)


Yong Hwa Pov

Shin aku akan mendapatkanmu lagi itu pasti, karna aku sangat mencintaimu, saranghae Park Shin Hye

Yong Hwa Pov end


-END-


***********************************


Annyeong Readers, ini OneShoot pertamaku, aku sengaja menggantungkan Endingnya karena akan ada terusannya di OS selanjutnya.

Mohon maaf jika banyak terjadi Typo karna masih tahap belajar

Dan Jeongmal Mainhae jika alurnya jelek bahkan ceritanya pun jelek.

Mohon kritik dan sarannya ya readers.

Gomawo, ditunggu komentarnya Ne..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar