Jumat, 08 Maret 2013

Yujo to ai no ma ni Part 2

Kadang dunia sungguh kejam, dimana mereka yang dipisahkan secara paksa dipertemukan lagi dengan hai yang dipenuhi kesedihan kebencian. Kadang rasa bersalah yang berlebihan menjadi  bumerang bagi seseorang dan cenderung menutup diri pada orang lain.

Yujo to ai no ma ni
-Kebencianmu Menyakitiku-

Kisah diawali dari terkuaknya identitas Nara didepan sahabat masa kecilnya.
"Benar sekali dugaan ku kau Nara yang dulu tinggal bersebelahan denganku" Cerita pak Guru
"Moo? jadi pak guru adalah paman cherry ?" Tanya nara
"Jangan memanggilku seperti itu lagi" Pinta pak Guru
"Hmm.. oke!" jawab Nara tak lupa dengan memberikan senyuman yang manis.

Jam istirahat berbunyi Nara memilih cepat-cepat pergi dari kelas 2-D
"Nara tunggu!!" Teriak Jun
nara tetap berlari menuju taman belakang sekolah, ia tak mau melihat siapapun bahkan ia juga tak ingin bertemu Jun dahulu.
"Jun" Panggil Sakura
"Ya" jawab Jun
"Baka !! Kenapa kau tak memberi tahu kami kalau dia Nara kami?" Maki Tachi
"Ada alasan yang tak perlu kalian tahu, dan Nara yang memintaku merahasiakan ini"
"Kenapa? Kenapa dia tak ingin bertemu kami?" Tanya Shou
"Jika kalian mengetahui dia Nara apa kalian masih mau tersenyum tulus padanya?" Tanya Jun
"Tentu karna kita sahabatnya!!" Jawab Tachi
"Kurasa tidak jika aku tahu lebih awal mungkin aku tak ingin bertemu dengannya" Ucap Sakura yang membuat semuanya kaget terkecuali Jun
"Inilah mengapa Nara tak ingin kalian tahu!!" Bentak Jun
"Bukankah kalian yang menceritakan sakit hati kalian pada semua teman-teman kalian, kalian membenci sahabat yang telah meninggalkan kalian ? Bukankah itu yang kalian bicarakan pada teman-teman kalian?" Tanya Jun
"Mungkinkah Nara mendengar itu?" Tanya Shou
"Menurutmu?" Tanya Jun
Mereka bertiga hanya terdiam mendengar penjelasan Jun, sedangkan Nara hanya duduk terdiam dibawah pohon sakura yang sedang tumbuh dengan indahnya.
"Akhirnya mereka mengetahuinya, apa yang harus aku lakukan ibu?" Gerutu Nara

Saat pulang sekolah Nara berjalan sendiri melewati taman terakhir ia berjumpa dengan sahabat-sahabatnya.
Taman ini masih seperti dahulu, masih sama indahnya namun berbeda dengan kehidupanku sekarang. Siapa yang harus aku salahkan dengan semua ini?? - Nara

"Aku pulang" Sapa Nara pada semuanya
"kau dari mana saja kenapa baru pulang?" Tanya ibu Nara atau Ny.Kim
"Maaf bu aku lelah, aku langsung kekamar ya" Pinta Nara
"Anak ini kenapa tidak seperti biasanya?" Tanya Tuan Kim
Ibu dan ayah hanya melihat kepergian Nara dengan tatapan bingung.

"Aku memanggilnya ibu pada orang yang jelas-jelas bukan ibu ku" Celoteh Nara dikamar

Kehidupan Nara yang tenang berubah menjadi sebuah badai yang menerpa tanpa henti
Pagi hari saat Nara bersiap berangkat menuju sekolah ternyata Jun telah menunggunya.
"Pagi Jun" sapa Nara
"Nara bolehkan aku bertanya?" Tanya Jun
"Ya apa?"
"Apa kau masih mencintaiku?" Tanya Jun
"Jun.. Apa aku harus mengatakan lagi?" Tanya Nara
"Aku takut setelah kau bertemu mereka lagi kau akan berubah"
"Tidak Jun kau harus percaya padaku"
"Hmm baik" Jawab Jun seraya meninggalkan nara
"Jun kau selalu begitu setelah puas mendengarnya" Omel Nara.
Jun yang tadinya meninggalkan Nara berbalik dan mengulurkan tangannya kepada Nara, Narapun berlari dan menggandeng tangan Jun dengan erat.

Jun kalau saja nanti hatiku berubah aku takkan pernah memberitahumu, karna bagiku cinta taklah penting asal kau selalu menemaniku dan itu membuatmu bahagia itu sudah cukup, tapi aku takut kau akan terluka karna aku. -Nara

Semua murid disekolah sudah mengetahui kalau Nara adalah orang yang pernah meninggalkan Shou Tachi dan Sakura, mereka menganggap Nara tak pantas bertemu mereka lagi., dan mereka tidak mau melihat Nara disekolah ini dan membuat idola mereka . Hari-hari yang dilewati nara sungguh menyakitkan dan membuat Nara membenci semua orang, hanya Jun yang senantiasa menemani Nara.
"Jun aku lelah dengan semua ini"
"Nara apa yang kau katakan?"
"Aku lelah Jun, semua ini mengingatkanku pada kenangan yang menyakitkan itu, aku mohon padamu Jun tetaplahdisini disisiku" Pinta Nara
"Nara kau tak perlu bersedih yang tahu semua tentangmu hanya aku, yang tau sisi terang dan gelapmu hanya aku seorang, tetaplah seperti ini bergantung padaku maka aku akan tetap berada disisimu selamanya." Jawab Jun
Nara yang sedih dengan perlakuan teman-temannya hanya bisa bersandar dibahu Jun tanpa mereka sadari Tachi mendengar semua itu, tanpak diwajahnya yang merasa bersalah dan kasihan terhadap peri kecilnya itu, ingin rasanya dia memeluk Nara seperti dulu saat mereka berempat bersama.

Nara begitu kejamnya mereka sehingga kau menderita tapi kenapa saat kau kembali kau tak ingin kami tahu? apa alasannya? -Tachi

Nara kembali kekelas dan mendapati bangkunya yang penuh dengan sampah, salah satu dari temannya menyindir Nara
"Dasar sampah kenapa kau kembali kesini dan membuka luka Shou Tachi dan Sakura? apa kau tahu mereka adalah idola kami jadi kami takkan membiarkan kau yang telah melukai mereka berada disini"
"Maaf jika membuat kalian tak senang" jawab Nara seraya pergi dari kelas dengan air mata yang tak bisa dibendungnya.

Mereka kejam!! mereka tak tahu apa-apa tapi kenapa memperlakukanku seperti ini!!!
Nara berlari tanpa sengaja menabrak Sakura hingga terjatuh.
"baka apa yang kau lakukan" Bentak sakura
"maaf" Jawab Nara
"Nara" ucap Shou dan Tachi yang berada dibelakang Sakura.
Mereka berempat bertemu dan saling menatap rasa sedih tak bisa dibendung Nara namun dengan kejadian semua ini hanya ada rasa benci dihati Nara.
"Apa kau bahagia bertemu kami lagi?" Tanya Sakura, Nara yang tak bisa menjawab hanya menunduk
"Nara katakan sesuatu pada kami" Ucap Tachi
"Kenapa kau pergi tanpa berkata apapun?" Tanya Shou
"Nara Jawab !!!!" ucap Sakura tak bisa menahan amarahnya lagi
"Maaf tapi aku tak bisa mengatakannya" Jawab Nara
"Apa!!! Lebih baik kau tak pernah kembali jika kau tak mau menjelaskannya pada kami!!" Bentak Sakura
"Maaf" Ucap lirih nara
"Sudahlah anggap kita tak pernah mengenalnya dan pura-puralah tak pernah bertemu kami" Ucap Shou
BBBAAAAMMM !! Bagaikan tersambar petir Nara mendengarnya dengan menahan amarah dan tangis
"Moo? Apa yang kalian katakan pura-pura tak mengenal kalian?"
"Ya betul bukankah itu bisa membuatmu senang?" Jawab Sakura
"Aku membenci semua tentangmu yang datang dan pergi seenaknya!!!" jawab Shou
"Nara katakan alasannya maka kami akan mempertimbangkannya" Jawab Tachi
Nara yang sedari tadi diam dipermalukan oleh ketiga sahabatnya hanya bisa menahan marah ia tidak ingin sahabat-sahabatnya tahu apa yang terjadi sebenarnya ia takut akan melukai mereka.
"Lempar saja dia dengan sampah" Teriak salah satu murid yang menghasilkan semua Fans Sakuran Tachi dan Nara melempar nara dengan sampah. Sakura yang melihat itu sebenarnya sedih namun hatinya kalap akan kemarahannya pada Nara.
"HENTIKAN!!!" Teriak Jun
"Jun" Ucap Nara lirih
"Kalian semua tak pantas memperlakukan Naraku seperti ini!!"
Wajah yang dipenuhi amarah dan rasa iba terlihat diwajah Jun, dia tidak menyangka teman-temannya akan berbuat seperti itu pada gadis yang ia cintai.
"Jun-kun jika kau terus bersama gadis ini kami tak bisa menjadikanmu pangeran ke tiga kami" celetuk salah satu murid
"Aku tidak butuh itu semua!! Dan kalian bertiga, apa ini sahabat yang masih dibanggakan Nara selama di Korea? Kalian yang sangat ingin ditemui Nara!! Kalian tak pernah tahu apa yang menyebabkan Nara pergi tapi setelah dia berusaha kembali kalian memperlakukannya begini? dasar Baka!!!!" Amarah Jun tak bisa dikendalikan lagi
"Jun-ah chungbunhi" Pinta Nara
"Nara apa kau akan terus diam dan tidak mengatakan pada mereka alasannya?"
"Aku tak apa-apa, ayo kita pergi"
"Tidak aku sudah bersabar dari kemarin aku harus mengatakannya!" Jawab Jun
"Jun apa kau sudah melupakan janjimu?" tanya Nara
"Apa ini apa kalian berpacaran dan ingin membuat seolah kami yang bersalah" Celetuk Sakura
"pergi kau gadis jahat" Ucap seorang murid
Nara yang sedari tadi pasrah mulai tidak bisa menahan amarahnya
"Apa kalian pernah mengenalku sebelumnya sehingga bisa mencacimakiku seperti ini? apa aku pernah menyakiti kalian semua, hanya sampahlah yang menyakiti orang lain yang tak pernah dikenal !! Apa kalian puas aku hanya diam dan menerima semua ini?? Katakan jika kalian semua senang!!!" Bentak Nara yang membuat semua diam dan tak percaya Nara bisa berbicara seperti itu.
"Dan kalian bertiga apa kalian bahagia selama ini? Apa benar kalian tak pernah tahu kenapa aku pergi tanpa berkata? apa kalian sudah bertanya pada orangtua kalian kenapa aku pergi? kalian berengsek tanpa kalian sadari kalianlah yang telah menghancurkan hidupku ayahku dan ibu ku !!!!" Bentakakan Nara membuat Jun takut Nara akan pingsan dan benar saja setelah mengatakan itu Nara pingsan dan jatuh kepelukan Jun
"JunWatashi o ubau, watashi wa anata o kou!" Pinta Nara sebelum pingsan
"Nara! Bukankah aku sudah bilang jangan menahannya!" Ucap sedih Jun lalu menggendong Nara menuju ruang kesehatan
"Kalian bertiga jika Naraku menjadi drop lagi itu semua karna kalian !! maka matilah kalian semua !!" Ucap Jun seraya pergi meninggalkan tempat itu.

Sakura Tachi dan Shou masih tak mengerti ucapan Nara bahwa orang tua mereka tahu p[enyebab kepergian Nara.
"Apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Sakura
"Entahlah" Jawab Shou
"Akhir minggu ini ajak Ayah dan Ibu kalian kerumahku dan kita bicarakan ini" Sahut Tachi yang dijawab anggukan oleh mereka

Sementara di ruang kesehatan Nara belum juga sadar, Jun menggendong dan memasukkan Nara kedalam mobil dan membawa Nara pulang, hal tersebut disaksikan oleh Tachi


Nara apa sebenarnya yang terjadi, kenapa kau seperti depresi saat mengatakan semua itu? Nara hal apa yang membuatmu seperti ini? -Tachi

Dirumah saat Nara pulang dibopong oleh Jun dan belum sadarkan diri, Ibu yang melihatnya panik dan meminta Jun membawa Nara kekamarnya.
"Ada apa kenapa dengan Nara Jun?" Tanya Ny. Kim
"Nara telah melalui hal yang sama seperti dulu" Jawab Jun
"Apa? kenapa ini bisa terjadi? Nara sungguh malang"
"Ibu aku akan kembali kerumah jangan biarkan Nara tertekan lagi disini" Pinta Jun
"Baik" Jawab Ny. Kim

Nara kau harus kuat jangan seperti ini lagi aku mohon -Jun

Ibu membasuh badan Nara yang berkeringat.
Nara walau kau bukan putri kandungku tapi aku bisa merasakan kepedihanmu dan ayahmu, Nara ibu mohon bukalah hatimu untuk orang lain jangan seperti ini. ucap ibu dalam hati
Ibu tetap menjaga Nara hingga pagi, Narapun bangun dan melihat ibu yang tidur disebelahnya
Ny kenapa kau seperti ini? kenapa kau terus membuatku menyayangimu? Ny bisakah aku mempercayaimu? apa kau tak akan seperti ibu ku dulu? Ny sudah aku putuskan kaulah ibuku ibu satu-satunya dihidupku Ucap Nara yang telah memutuskan untuk meluppakan semua sakit hatinya.

Hari berkumpul dirumah Tachi berlangsung, para orang tua asik berbincang dan tertaawa
"Sudah tak perlu basa basi aku ingin bertanya pada kalian" Ucap Tachi secara tiba-tiba
"Tachi apa kau tak punya sopan santun?" tanya Ibu Tachi
"Ibu jawab apa yang kalian lakukan kepada keluarga Kim sehingga mereka meninggalkan Jepang?"
"Apa maksudmu? Tanya ibu Tachi dengan nada marah
"Sudahlah Ny mungkin ini saatnya mereka tau" Jawab ibu Sakura
"Ibu sebenarnya apa yang terjadi?"
"Baiklah akan kami ceritakan" Jawab Ayah Shou
"Kami yang membuat Tuan Kim pergi dari jepang karena dia sangat berbahaya, dia tak pernah mau diajak kerjasama dan akan membuat kami bangkrut. Dia terlalu baik sehingga kami merencanakan menyingkirkan dia dengan bantuan Ny Kim, kami membuat seolah dia yang menggelapkan dana organisasi dan setelah dia jatuh terpuruk Ny Kim meninggalkan dia dan pergi dengan laki-laki lain, namun niat awal kami hanya menyingkirkan tuan Kim namun Nara mengetahui itu saat kami berbicara dengan ibunya tanpa basa basi lagi Ny Kim memukul dan ingin membunuh Nara beruntung Tuan kim datang dan menyelamatkan Nara." Cerita ayah Shou
"Apa??" Tanya Sakura
"kalian tak punya hati Nurani" Celetuk Shou
"ya kamipun menyesal, sekarang kami menjadi boneka ibunya Nara. Memang brengsek wanita itu" Jawab Ibu Shou
"Kalian semua telah memisahkan kami dan membuat kami membenci Nara dan menyiksanya lagi!!! Kalian semua sunggu kejam" Ucap Sakura seraya pergi dari ruangan itu.

Nara maafkan aku -Sakura
Nara peri kecilku sungguh malang -Tachi
Inikah yang kau maksud, kami yang akan terluka? -Shou
Jun datang kerumah Nara dan mengajak Nara piknik berdua, ayah dan ibu mengizinkan dengan tujuan agar Nara bisa tersenyum dengan lepas lagi. Sebelum pergi Nara menghampiri ibu dan ayah
"Ayah aku pergi ibu aku pergi, ayah ibu saranghae !" ucap Nara seraya mencium pipi kedua orangtuanya, ayah dan ibu tersenyum bahagia dan menyadari Nara telah membuka hatinya kembali. Nara dan Jun sampai di taman bermain mereka bermain dengan bahagia tertawa dan bercanda seolah mereka anak kecil yang baru pertama kali kesana.

"Nara saranghaeyo"
"Moo?"
"Aishiteru Nara" Ucap Jun
"Jun mianhae" Jawab Nara yang membuat Jun sedikit kecewe
"Jun mianhae, Nara sangat sangat mencintai Jun" Jawab Nara sambil berlari
Jun yang mendengar pengakuan Nara mengejar dan memeluknya
"Nara gomawo" ucap Jun seraya membelai pipi Nara dan mendekatkan bibirnya ke bibir Nara. Hari itu seperti milik Jun dan Nara, mereka berciuman dengan mesranya dan tersenyum bahagia.

To be countinue....

Yap ini part 2 nya, maaf ya kalo ceritanya jelek dan ngebosenin hehe 
Mohon kritik dan sarannya ya kawan-kawan :)

Rabu, 06 Maret 2013

Yujo to ai no ma ni (Antara Cinta dan Persahabatan) part 1

Cerita ini berkisahkan tentang persahabatan, percintaan, dendam dan kasih sayang..

Cerita yang disajikan hanyalah karangan semata.

Yujo to ai no ma ni

-Perpisahan dan Kenyataan-



Kisah diawali dengan empat anak yang sedang bermain ditaman bermain..
Anak itu bernama Nara, Shou, Sakura, Tachi..
"Nara apa benar kamu akan pergi?" Tanya Tachi
"Ya aku harus pindah" Jawab Nara
"Tapi kenapa harus pergi?" Tanya Sakura
"Aku juga tidak tau" Jawab Nara
"Biarkan saja! Itu keputusan Nara!!" seru Shou
"Shou...." Ucap Nara lirih

Hari keberangkatan Nara telah tiba,
"Ayah bolehkah Nara bertemu teman-teman Nara dulu?" Pinta Nara
"Tidak Nara kiita sudah telat" Jawab ayah
"Tapi yah.." Rengek Nara
"Nara ayah mohon lupakan semua yang ada disini" Pinta ayah
"Hmm" Angguk Nara dengan berat hati.
Nara dan Tuan Kim (Ayah Nara) berangkat menuju Korea tempat asal sang ayah dilahirkan.
"Shou .. Tachi..." Teriak Sakura
"Apa?" Jawab TAchi dan Shou serentak
"Nara.." Sambil menangis sakura menceritakan semuanya
"Nara sudah pergi? dan tidak mengatakan apapun pada kita?" Teriak Tachi
"Sudahlah biarkan saja" Jawab Shou
"Tapi Nara pergi begitu saja!!" Bentak Sakura
"Hmm,, aku kekamar dulu" Jawab Shou
Tanpa Tachi dan Sakura ketahui Shou diam-diam menangis atas kepergian Nara yang tanpa melihat mereka, Sedangkan Sakura dan Tachi hanya diam dan menahan amarah mereka.

Dari awal semua hanya permainan bagimu Nara !! - Sakura


Akankah semua ini berakhir dengan kepergianmu yang terlalu kejam? -Tachi


Nara kau sungguh kejam !!! - Shou


Sakura, Shou, Tachi maafkan Nara, semoga suatu saat kalian akan mengerti dan menerima alasanku. KALIAN SAHABAT TERBAIKKU..!!! - Nara

10 Tahun berlalu...

"Sakura apa kau melihat Shou?" Tanya Tachi
"Sepertinya dia sedang ada eskul, apa kau ingin melihatnya?"
"Ya, ayo kita kesana!" Ajak Tachi
Sakura dan Tachi berlari menuju lapangan
"Waw Shou hebatttt!!" Teriak Sakura membuat anggota eskul melihat dan mengolok Shou
"Ya Shou itukan Sakura dari kelas 2-D sang putri sekolah ini" Goda kapten tim sepak bola
"Ya lalu kenapa?" Jawab Shou santai
"Apa kau tidak mencintai dy?"
"Dia hanya tem,anku"
Sambil mengucapkan perpisahan pada tim sepak bola Shou menghampiri Tachi dan Sakura

"Sungguh membuat iri, 3 orang terpopuler menjadi teman dari kecil dan tak terpisahkan" Gerutu sang kapten
"Ya apa kau cemburu?" Tanya sang manager.
"Cemburu dengan siapa?"
"Pertama dengan Shou ia pria terpopuler pertama dengan ketampanan dan kelihaiannya membawa bola, kedua denga Tachi sang atlit Karate yang sangat tampan dan menawan, dan ketiga dengan Sakura wanita yang populer karna keahliannya menari dan memberi dukungan kepada tim olahraga" Celoteh Manager sepak bola
"TIDAK!!" bentak sang kapten dan kemudian pergi dari lapangan dengan tampang juteknya.
"Ada apa dengannya?"Gerutu sang manager.

Shou, Sakura, Tachi pulang bersama namun berbeda dari hari hari sebelumnya, mereka melewati jalan yang berbeda dikarenakan ada perbaikan jalan sehingga mereka harus memutar melewati taman. Dengan gurauannya Tachi membuat suasana menjadi lebih hidup ia selalu membuat lawakan agar kedua sahabatnya tertawa.
"Hmm taman ini" Ucap sakura dengan pandangan lurus melihat taman
"Ini pertama kalinya setelah 10 tahun kita tidak kesini" Jawab Tachi
"Bagaimana kabarnya dia ya?" Tanya Tachi yang membuat suasana sedih
"Sudahlah lupakan buat apa mengingat orang itu" Ucap Shou
"Shou.." Ucap lirih Sakura
Ucapan lirih Sakura membuat Shou kembali teringat ucapan Nara terakhir kali saat ia bilang ingin pindah, kenangan saat mereka tertawa dan bermain bersama dengan cepat melintas dihadapan Shou
"Shou ayo kita pulang" Teriak Sakura membuyarkan lamunan Shou
"Ya" Jawab Shou

Dari kita bertiga kaulah yang paling terpukul dengan kepergian Nara shou - Sakura


Melihat masa lalu yang ingin sekali terulang kembali bersamamu peri kecilku Nara -Tachi


Apa yang kau lakukan ? Sudah 10 tahun dan kau tak kembali -Shou

Ditempat lain tepatnya di Korea
Tinggal seorang gadis yang sangat cantik dan pintar sehingga menjadi idaman ssemua pria disekolahnya
"Nara..." Panggil seorang gadis
"Ya, ada apa Do Hwi" Jawab Nara
"Sungguh kau akan pergi ke Jepang?" Tanya Do Hwi
"Ya sepertinya begitu, karna ayahku dipindahkan tugas" Jawab nara
"Bukankah dulu kau juga tinggal di Jepang?"
"Ya betul" Jawab Nara singkat dengan senyuman yang sangat indah

Apakah kalian masih mengingatku ? -Nara

Jeoneun dangsin-i geuliwoyo Shou Tachi Sakura -Nara

"Terimakasih atas perhatian kalian padaku selama ini, mungkin selama ini aku selalu menyusahkan dan membuat kalian tidak nyaman. Terimakasih aku mencintai kalian" Ucap Nara untuk mengakhiri sekolahnya di Korea. tepuk tangan serta tangis haru mewarnai pelepasan Nara.

Jika ini terjadi 10 tahun lalu pasti aku takkan mau pergi -Nara

"Ayah ayo kita pergi!!"
"Ia Nara sebentar" Jawab Ayah
"Ibu ayo cepat!"
"Dasar anak ini buru-buru sekali!" Gerutu ibu
"Baiklah semua sudah beres, ayo kita pergiii!!!" Teriak ayah
"Tunggu!!" teriak seorang laki-laki
"Ahh kau  Jun, cepat kita sudah mau berangkat!!"
"Baik ayah" Jawab Jun
"Nara apa kau bahagia kita akan tinggal dijepang lagi" Ucap Jun
"Lagi? Apa kau pernah tinggal di Jepang??" Tanya Nara
"Yap, seperti dirimu 10 tahun lalu aku pindah ke korea" Jawab Jun
"Ahh, kau ini kenapa merahasiakannya!!" Bentak Nara
"Kau sangat cantik jika sedang marah,, saranghae Nara!!"
"moo? pabo!!" Bentakku
Ayah dan ibu yang melihat Nara dan Jun bertengkar hanya tertawa, mereka tak mempermasalahkan jika Jun dan Nara berpacaran karena sebenarnya Jun adalah anak direktur ayah Nara, dia pindah keJepang atas usulan ayahnya yang ingin mendekatkan Nara dengan Jun.

Kembali Ke Jepang

"Pagi Tachi"
"Pagi Shou"
"Ahh, hari ini tepat 10 tahun kan?" Tanya Tachi
"Sudahlah kau membuat mod ku hilang"  Jawab Shou
Merekapun memasuki kelas dan menemui Sakura di bangkunya.
"Pagi Sakura" Sapa Tachi dan Shou
"Pagi" Jawab Sakura
"Hey apa kalian bertiga tahu?" Teriak kapten sepak bola
"Ada apa Taki?" Jawab Sakura
"Hari ini akan ada murid pindahan"
"oh ya? dari mana ?" Tanya Tachi
"Dari korea" Jawab Taki
Jawaban Taki sontak membuat mereka bertiga kaget dan berfikir

Mungkinkah??? -Sakura

Nara -Tachi

Bisakah aku mempercayai kau yang akan datang? -Shou

Bel berbunyi tanda jam pelajaran dimulai sedangkan dua orang murid sedang melangkah melewati koridor menuju kelas masing-masing.
"Aku kelas 2-D"
"Oh baiklah aku 2-A"
Merekapun menunggu panggilan dari guru masing-masing

"Baiklah anak-anak ibu akan memperkenalkan murid baru, ayo masuk" Pinta Bu Guru
Sakura, Tachi, dan Shou menantikannya dengan cemas kemudian masuklah laki-laki tampan dari korea
"Ohayou,, perkenalkan namaku Kim Jun Hyun, aku berasal dari korea, aku pernah tinggal di jepang 10 tahun yang lalu aku pindah ke korea mengikuti ayahku, aku harap kalian bisa bekerjasama" Sapa Jun pada teman-teman kelasnya

Ternyata aku memang harus melupakanmu - Shou

Jam istirahatpun berbunyi.

"Jun" Sapa Nara
"Hai sayang"
"KAu mau mati ya?" ledek Nara
"Bagaimana kelasmu?" Tanya Jun
"Menyenangkan semuanya ramah dan baik" Jawab Nara
"Baka !! Kenapa mereka tidak menempatkan kita dalam 1 kelas!!" Omel Jun
"Tak apa, asal kau selalu disisiku aku merasa aman" Jawab Nara
"Ahhh so sweeett" Jawab Jun seraya memelluk Nara
"Lepaskan, nanti ada yang lihat!!"
"Tidak masalah bagiku"

Harikedatangan Nara terlewati begitu cepat hingga suatu hari takdir mempertemukan mereka, seakan mempermainkan Nara dan yang lain, ikatan yang sempat terputus akan disambung kembali..

Pagi itu Nara dan Jun berjalan menuju sekolah seperti biasa, bertepatan dengan kedatangan Jun dan Nara, Shou Sakura dan Tachi datang dengan canda tawa khas Tachi.
"Ohayou Jun" Teriak Tachi yang membuat Jun dan Nara berbalik menatap mereka.
"Ohayou Tachi" Jawab Jun

Tachi? mungkinkah mereka? -Nara

Pertemuan itu seolah menjadi bumerang buat mereka, sakit hati karna ditinggalkan dan sakit hati karna meninggalkan tumbuh kembali.
"Waw Jun siapa gadis ini cantik sekali" Tanya Tachi yang dibalas senyuman oleh Nara
Mata Nara bertemu dengan Shou, ada kerinduan namun Nara berusaha menahan semua.

Matanya seperti Nara -Shou


Senyumnya tak asing bagiku -Sakura


Mungkin peri kecilku seperti dy sekarang -Tachi

Bersamaan mereka berjalan menuju kelas masing-masing sambil bercakap-cakap
"Jun apa kau tak mau mengenalkan dy padaku" tanya Tachi
"Kau ini selalu saja begitu!!" Bentak Sakura

Aku takut jika mereka tau aku siapa mereka akan membenciku-Nara

Naratelah sampai dikelasnya dan menduduki kursi dekat jendela tempat favorit Nara. Sebenarnya Nara sudah tau bahwa sahabat-sahabat masa kecilnya berada dikelas yang sama dengan Jum namun ia enggan untuk menguak identitasnya, bukan tanpa alasan Nara berbuat seperti itu akan tetapi ia berbuat demikian karena ia sudah mendengar tentang mereka dari teman-temannya dan tanpa pernah ia sangka semua tahu mengenai luka lama mereka yaitu kehilangan sahabat yang membuat bekas luka yang dalam dihati mereka.
Nara Tak pernah menyangka mereka membencinya tanpa tahu alasannya.

"Nara!!" Panggil sang guru
"Ahh ya  bu" Jawab Nara
"Bisa tolong berikan ini ke kelas 2-D sekarang?" Pinta bu Guru
"Baik bu"
 Narapun pergi menuju kelas 2-D

"Permisi" Sapa Nara
"Ya ada apa?" Jawab sang guru
Sontak saja kehadiran Nara membuat kelas itu gaduh karena kecantikan dan keramahannya.
"kau siapa?"
"Saya murid baru di kelas 2-A pak" jawab Nara
"Ohh kamu yang pindahan dari Korea itu ya?"
"Iya pak benar"
"Kalau tidak salah namamu Kim Nara bukan?" pertanyaan pak guru tentu membuat Sakura Shou dan Tachi kaget, selama ini mereka hanya tau nama depan Nara yaitu Kim dan Jun tak pernah memberikan nama lengkap Nara kepada mereka. Nara bingung harus menjawab apa akhirnya ia mengakui siapa dia.
"Hmm, iya pak nama saya Kim Nara"
"Bukankah dulu kau pernah tinggal di jepang juga?'
"Ia pak benar tepatnya 10 tahun yang lalu saya pindah bersama ayah saya ke korea karna alasan tertentu"
"Begitukah?"
"Ya pak" jawab Nara sambil memejamkan mata, Nara takut akan kenyataan yang sekarang terjadi.

Cepat atau lambat mereka akan tahu yang sebenarnya -Nara


Dia Nara?? -Shou Sakura Tachi


Aku tak bisa lagi membohongi mereka, Nara akan terluka - Jun






Pembuatan cerita baru

Hai semua kayanya berhubung lagi super sibuk sama kerjaan
Gak sempet ngeblog lagi ya ampuunnn...

Mau cerita apa ya?
Maaf kemungkinan cerita-cerita sebelumnya belum ada terusannya,
Ya mohon dimaklumkan atas ketidak nyamananya ya hehe

Well, saya mau ngepost cerita baru tapi takut ga kelar kaya yang sebelumnya,
Tapi saya usahain kelar haha

Mohon untuk tidak mengkritik terlalu keras karna saya juga masih tahap belajar...

Kamis, 07 Februari 2013

Taruni SMKN 29 Part EI & TPTU Ending..

Haii semua balik lagi bersama saya Zaharah
Sekarang saya mau memperkenalkan Taruni EI dan TPTU, kenapa langsung 2 jurusan saya perkenalkan alesannya karena jurusan EI dan TPTU hanya mempunyai 2 Taruni di jurusan tersebut hahaha
Yasudah dari pada terlalu banyak bicara langsung aja kita simak okeee..


ELEKTRONIKA INDUSTRI ( EI )


Yeaaahhh akhirnya nyampe di EI haha ini jurusan saya loh...
Di EI ini hanya ada 2 Taruni, awalnya sih 3 namun karena ada penyebab yang mendesak akhirnya salah satu dari anggota EI ada yang lebih dulu meninggalkan jurusan ini untuk menuju sekolah yang lebih tepat untuknya, alahmak bahasanya hahahahah abaikan ya...Okeh yang pertama saya perkenalkan ....


Dinda Puspita Sari

Dinda


Ini dia Dinda yang satu lagi setelah Dinda LGL hehe, Dinda ini berada di kelas EI1, berhubung EI setiap tahun diacak kelasnya jadi Dinda dan saya sering tuker-tuker kelas, cuma kelas 1 kita sekelas yaitu EI2 trus pas kelas 2 dan 3 kita pisah deh haha. Dinda ini sering dipanggil Boros, awal nama itu dari kelas 1 dan diciptakan oleh anak EI ada alesan kenapa dipanggil begitu itu karena .......
Rahasia aja deh jangan disebar haha, Dinda itu orangnya solid walau terkadang egoisnya gede tapi itu bisa dijelaskan kenapa dia begitu dan Dinda sendiri termaksud anak yang gak neko-neko ko, dia baik kesiapa aja dan ramah pula, waktu sekelas ama dia kita selalu berdua waktu gak sekelas juga tetep maen berdua loh haha apa lagi ya tentang Dinda ? pokoknya dia baik dan gak sombong loh haha




Zaharah

Zaharah


Gimana ya kalo mau nyeritain diri sendiri itu rada aneh masa menilai diri sendiri? kan belom tentu bener tapi yasudahlah ga apa apa lanjut aja okee. Zaharah atau banyak sebutan buat saya ada angker/baru dan masih banyak lagi deh namanya juga STM panggilan negativ pasti ada walau sering kesel dipanggil gitu tapi yaudah toh saya juga sering manggil nama temen-temen yg seharusnya gak saya panggil begitu haha, Zaharah orangnya gimana ya ? baik ? ya ialah baik hahah yang pasti saya gak pernah pilih-pilih temen dan gampang berbaur haha dan kalo masalah emosi ya kadang" kepancing jugalah emosinya haha, saya dulu ikut Eskul banyak ada PASKIBRA, Futsal, KIR, Rohis (Cuma sebentar), haha tapi yang paling saya pertahanin Eskulnya itu ya PASKIBRA dan Futsal. Saya sempet jadi ketua PASKIBRA loh hahah sudah ahh terlalu banyak.



*Mantan anggota EI
~Disa Asmarani





TEHNIK PENDINGIN TATA UDARA (TPTU)

Ini dia jurusan terakhir TPTU yang juga hanya mempunyai 2 Taruni, siapa mereka yu kita liat sekarang..


Iin Aprilia

Iin

Ini dia Iin dari jurusan TPTU1, Iin yang sering saya panggil nenek, kenapa harus nenek ya manggilnya ? itu karena dia kecil-kecil cabe rawit loh hahaha, maksudnya itu pemikiran dan badan ga sesuai haha, Iin itu orangnya kocak loh sebenernya dia juga cempreng kalo ketemu pasti senyum dan saya jarang tuh ngeliat dia marah apa gak sama sekali ya? abisnya bingung kalo dia marah ga telalu keliatan marahnya sih haha, dia termaksud baik hati karena jarang marah-marah haha Iin sering jadi bahan bercandaan saya sama Regi loh walau gak terlalu sering sih haha maaf ya Iin...




Noer Azizah

Azizah

Noer Azizah atau Azizah dipanggilnya dia dari TPTU2, Azizah ini kalo ama Taruni yang lain jarang banget ngomong alias pendiem tapi aslinya kalo udah deket ama dia, dia itu kocakjuga haha. Azizah ini eskulnya Rohis dan Beksi loh, Apa yang mau diceritain tentang dia ya? Azizah terlalu tertutup sih ama Taruni yang lain tapi kalo sama saya dia terbuka ko, saat istirahat dia juga jarang kekantin kalopun kekantin pasti beli makan trus bawa kekelas dan dia seneng banget dikelas haha ga tau kenapa itu haha, tpi yang pasti sih Azizah itu baik ko.





Nah itu dia semua Taruni SMKN 29 Jakarta, gimana? seru gak haha apanya yang seru ya? ~abaikan.
Setelah ini saya kasih bonus foto-foto sebelum kita semua lulus-lulusan, gak semua sih cuma beberapa orang aja, tapi bisa menggambarkan semua Taruni SMKN 29 Jakarta akur-akur dan solid loh...


Ini dia Foto-fotonya...


Walau banyak perbedaan diantara kita...


Keegoisan yang selalu menghampiri diri kita yang menyebabkan perselisihan..

Kekecewaan, kemarahan, Kesedihan yang pernah kita alami bersama..

Namun dengan adanya kebersamaan dan saling keterbukaan makaakan melahirkan KEPERCAYAAN..

Dengan menyimpan kenangan yang banyak dan mengabadikan pose yang kita buat sebelumnya akan menambah kenangan yang mendalam..

Kebersamaan yang pernah kita lewati akan meninggalkan kesenangan dan kebahagiaan pada semuanya...

Walau kadang terbesit kemarahan kekecewaan namun semua itu adalah proses menuju suatu hubungan persahabatan yang takkan pernah terlupakan walau sekarang terpisah oleh jarak dan waktu...


Namun disaat kita jenuh akan semua yang kita lakukan sekarang, ingatlah kenangan yang pernah kita lewati bersama maka kejenuhan itu akan sirnah dan dengan adanya kenangan yang indah akan melahirkan

KEBAHAGIAAN dan KERINDUAN akan sahabat-sahabat kita...




Terkadang ada pertemuan dan ada perpisahan, perpisahan yang kita lakukan bukan untuk berpisah selamnya dan hanya meninggalkan kenangan saja, namun perpisahan yang kita lakukan sekarang adalah perpisahan yang akan membawa kita kedalam kesuksesan dan kebahagiaan yang lain...

well, sampai bertemu dilain waktu dengan kehidupan yang lebih baik..
Persahabatan yang kita bina takkan berhenti sampai disini saja..
Berjuang untuk masa depan.. SEMANGATTT !!!


Terimakasih buat semua yang udah baca dan terimakasih buat Taruni SMKN 29 angkatan 2012..
See you next time...

Senin, 04 Februari 2013

Taruni SMKN 29 Part EA

Hai semuanyaaa.....
Ketemu lagi ni sama saya Zaharah..

Okeh kali ini saya akan meneruskan bahasan saya kemarin yaitu mengenai Taruni SMKN 29 angkatan 2012. Kali ini yang akan saya bahas yaitu jurusan EA atau Electrical Avionic, tau dong EA kan kemaren udah dibahas dibagian part AP.
Langsung aja yu kita kenalan sama personil EA hahaha dikata girlsband kali personil haha abaikan.

EA ( Electrical Avionic )






Desi Nur Rahmawati

Desi yang disebelah kiri dari pembaca

Ya seperti yang saya bilang sebelumnya kalo diangkatan 2012  itu nama Desi ada 2, dan Desi yang kedua adalah Desi Nur Rahmawati atau sering dipanggil Desi, Desi ini kelasnya di EA1.. Hmm Desi..
Desi itu orangnya kalo baru diliat pertama mah kayanya sombong dan judes kalo ngomong ya sekenanya dan seenaknya dia aja, tapi kalo kita udah kenal sama dia, dia itu termaksud baik loh ama temen juga perhatian. Dia ikut eskul PASKIBRA juga tapi ga tau kenapa dia cuma aktif sampe kelas 1 dan kelas 2 nya dia gak seaktif kelas satu mungkin karna udah banyak tugas kali ya hehe, pokoknya Desi ini termaksud orang yang baik walau kadang jutek hahah maaf ya Desi...




Gita Fahreza

Gita sebelah kiri pembaca

Gita Fahreza atau sering dipanggil Gita, dia menempati kelas EA1 juga loh. Gita ini termaksud teman yang sangat perhatian dengan teman lainnya loh, dia selalu bisa ngasih solusi buat temen-temennya yang lagi ada maslah bisa jadi diantara angkatan 2012 dia yang paling dewasa kalo menurut saya sih begitu soalnya dia kalo berfikir tuh ga kaya yang lain yang masih suka main-main, bener ga ya ? ya mungkin ada pendapat lain dari teman-teman Taruni angkatan 2012 ?. Back to topik hahaha Gita ini orangnya pd ko dan lagi suara dia kalo nyanyi itu bagus loh dibanding yang lainnya hehe




Rishella Vithra Celya

Sella

Aduh maaf sella saya ga tau nama panjangnya yang bener mungkin ini salah maaf banget yaa.
Rishella V.C atau sering dipanggil Sella,kelasnya Sella itu di EA1, dia ini orangnya lugu, kocak dan pinter. Maaf ya kawan-kawan saya gak terlalu dekat banget ama Sella jadi gak terlalu tau banyak tentang Sella tapi bisa saya pastiin dia anak yang baik dan rajin loh, dia juga pinter kalo dikelasnya. Sella baik tapi terlalu menutup diri atau emg sayanya yang kurang peka ya ama dia aduuuhhh Sella maaaaffff banget :(




Rizqiah Fawzian Nisa

Icha

Rizqiah Fawzian Nisa atau sering dipanggil Icha ini kelasnya di EA1 loh. Icha ini orangnya baik dan gampang akrab ama siapa aja mungkin maksud dia itu dia gak mau pilih-pilih teman kali ya haha. Icha juga dulunya anggota PASKIBRA aktif dikelas 1 dan 2 dan dikelas 3 nya kurang aktif, mungkin karna menuju UN ya haha. Icha gak terlalu neko-neko ko dia tampil apa adanya. Emang kadang kalo ngomong gak diayak sesuka dia tapi itulah Icha walau terkesan ceplas ceplos tapi maksud dia itu buat ngebangun mental teman-temannya , prokk prokk buat Icha heheehe Icha termaksud anak yang pinter juga ko di EA1. Menurut saya peribadi si emang Taruni SMKN 29 itu pinter pinter heheh




Yuni Zahara

Yuni

Yuni Zahara ini sering dipanggil Yuni, dia kelasnya di EA1 loh kawan-kawan. Yuni orangnya baik tapi karna matanya yang tajem #piso kali tajem haha  jadi membuat dia rada keliatan judesnya, tapi sebenernya dia baik dan kocak ko. Yuni juga pinter dan baik loh. Yuni juga pernah ikut eskul PASKIBRA dan cuma aktif ampe kelas 1 trus dia lebih aktif di PMR loh hehe. Yuni ini Taruni pertama yang saya kenal waktu pertama masuk STM dan kita sering pulang bareng sampe terminal blok m loh hahaha. Yuni orangnya gak terlalu banyak ngomong ko dan gak terlalu ikut campur masalah orang lain.



Cholilah

Bucho

Nah ini dia yang sempet dipertannyakan di PART AP Cholilah atau sering disebut Bucho/Lala/Tepos terserah yang manggil dah namanya anak STM manggil seenak jidatnya aja kaga diayak haha, back to topik. Bucho ini anaknya cantik tapi bisa dibilang autiss kenapa autis ya iyalah kelakuan ama tampang beda jauh banget haha maaf Bucho. Oh iya Bucho ini kelasnya di EA2 loh. Bucho ini kapten tim futsal putri di SMKN 29 loh, dia juga pernah ikut PASKIB dan aktif sampe kelas 2 doang hehe. Kalo ngomongin soal Bucho mah ya banyak banget tingkah gilanya dia yang bisa bikin ngakak abis haha. Bucho gak pernah takut ngelakuin apapun kalo menurut dia bener loh, hebatkan haha



Regina Nadya Ellisandra

Regi

Regina Nadya Ellisandra atau sering dipanggil Regi/Jarang atau apalah teserah anak-anak haha, bingung ya ngeliat Regi dia itu cewe atau laki ? ya nilailah sendiri yang menurut kalian cocok dia jadi laki apa jadi cewe hahaha ampunn reg haha. Regi ini orangnya songong haha songong disini masih tingkat kewajaran teman hahaha, Regi ini sering banget loh maen kerumah saya hahahah abaikan. Regi ini ikut PASKIBRA dari kelas 1, 2 , 3 loh hahaha tau ga sih waktu pertama upacara 17 agustus 2009 Regi dengan potongan pendek make rok hahaha itu lucu banget sumpah dan akhirnya setiap upacara hari besar dia nyamar jadi laki pake celana haha, abis bingung sih ya dia tu cewe apa laki hahaha peace regiiii maaf.



Nah itu dia para personil EA haha, maaf buat semuanya yang ngerasa dirugikan haha tiada niat untuk menyakiti atauyang lain hanya untuk mengingat masa lalu saja ini mah haha,

Makasih buat semua yang udah mau baca ni blog walau terkesan masih berantakan banget yah haha maaf kawan.

Buat EI dan TPTU tunggu selanjutnya ya kawan-kawan....


Bonus haha



Kamis, 31 Januari 2013

Taruni SMKN 29 Part AP


Mohon maaf untuk para Taruni angkatan 2012jika ada kata-kata yang menyinggung, mohon dimaafkan ya kawan-kawanku tercinta.








Hey semua ketemu lagi dengan saya Zaharah.
Hari ini saya mau cerita tentang teman-teman SMKN 29 angkatan 2012, ya khususnya yang Taruni aja ya.
Di SMKN 29 atau bisa disebut STM penerbangan kita memiliki 4 jurusan yaitu AP, EA, EI, TPTU. pada bingung ya apa itu AP,EA,EI,TPTU? okeh saya jelasin dulu sedikit ya.

  • AP disisni bukan Akutansi Perkantoran ya tapi AP disini adalah Airframe Powerplant, dijurusan ini kalian akan belajar tentang kerangka dan bagian-bagian pesawat itu sendiri. Jadi jurusan ini lebih langsung mendominasi pelajarannya ke pesawatnya langsung.
  • EA atau singkatan dari ELectrical Avionic, pada jurusan ini kalian akan belajar mengenai bagian pesawat dan ditambah dengan mempelajari kelistrikan dari pesawat itu sendiri dan akan diajari komponen-komponen dasar elektronika.
  • EI atau bisa disebut Elektronika Industi, dijurusan ini kalian akan belajar mengenai sisitem Elektronika dari belajar dasar hingga menjurus khusus pada elektronikanya, dijurusan ini kita diajarkan mengenai program seperti mikroprosesor, kita biasanya akan dikenalkan dengan bahasa program yaitu bahasa pascal dan masih banyak lagi mengenai kelistrikan bahkan PLC kita akan diajari. Kenapa dijurusan EI  saya menceritakannya banyak karena EI adalah jurusan saya sewaktu di SMK 29 hehe
  • TPTU adalah singkatan dari Tekhnik Pendingin Tata Udara, yap dari namanya aja udah pasti mengenai pendingin, jadi jurusan ini mempelajari tentang sistem pendingin seperti ac,kulkas dan masih banyak lagi tentang pendingin yang sering kita gunakan.

Di SMKN 29 ada perbedaan kelas khusus dan kelas reguler,yap walau ada perbedaan khusus dan reguler sebenernya sama aja sih, yang bedain itu cuma jam pelajaran aja kalo yang khusus waktunya ditambah hari kamis dan jumat pulangnya lebih lama dari yang reguler. Abaikan perbedaan itu intinya mah yang penting kebersamaannya yakan haha

Yap itu pengenalan sedikit mengenai jurusan yang ada pada SMKN 29, sekarang langsung aja saya 
kenalkan dengan para Taruni SMKN 29 tahun angkatan 2012, cekidooottt hahaha

Kita mulai perkenalan dari jurusan AP, sebelumnya saya beri tahu dulu dijurusan AP itu kelasnya paling banyak. Ada 4 kelas di AP ini sedangkan jurusan lainnya hanya 2 kelas, ada siapa sajakah disana? okeh mari kita lihat.


Annisa Dyan Angesti

Nisa

Annisa atau sering dipanggil Nisa dia murid dari kelas AP1, apa ya yang harus saya ceritain tentang dia? bingung masalahnya.  okeh Nisa ini di sekolah sering disebut Ipin, kenal dong upin dan ipin ? kenapa dia disebut Ipin alesannya karena dia selalu berdua kemana aja sama Desi Lestari (nanti kita akan mengenal dia). Disekolah Nisa juga termaksud anak yang baik walau terkadang jutek dan sering marah gitu, tapi mungkin itu emang sifatnya. Tapi dia baik ko, dia pernah menjadi anggota eskul Paskibra waktu kelas.


Desi Lestari

Desi L

Nah ini dia yang namanya Desi Lestari Upinnya SMKN 29 dia Taruni dari kelas AP1 juga kok, kenapa dia dipanggil Upin yap alesannya ga jauh beda dari Nisa, namun ada yang lebih mendalam lagi kenapa dia dipanggil Upin. Nama Desi di SMKN 29 khususnya angkatan 2012 tu ada 2, Desi Lestari dan Desi Nurahmawati dan parahnya lagi sewaktu kita kelas satu ada kk kelas namanya Desi juga haha jadi yaudah daripada bingung kita panggil Upin aja deh, hehe maaf ya Desi. Desi ini orangnya pinter apalagi kalo menyangkut kimia dia tuh pinter banget, dia orangnya baik tapi dia selalu terbawa mod kalo mod nya lagi jelek siapa aja orangnya pasti dijutekin hehe. Upin ini juga pernah ikut Paskib walau sebentar dan dia lebih aktif di Jurnalistik dan PMR, dia juga banyak menangin lomba loh horee prok prok hehe.



Dinda Layaliya Ghasiani Lubis


Dinda LGL

Hah kalo nulis nama anak satu ini tuh ribet banget makanya sering saya singkat jadi Dinda L.G.L, dia Taruni AP1 juga loh ngomong-ngomong Dinda di SMKN 29 juga ada 2 dinda dalam angkatan 2012 ribet yoo haha. okeh kita bahas Dinda yang ini dulu, Dinda LGL singkatnya saya panggil, Dinda ini keseringan dipanggil Timin. Entah dari mana tu panggilan tapi kita lebih sering manggil Timin. Timin ini orangnya bener-bener aneh haha dia sering jadi bahan cakkan Taruni SMKN 29 haha jahat banget kayanya kita. Tapi walau giimanapun kita ngecakin dy itu cuma candaan ko, dia itu orang yang bisa bikin kita semua ketawa ngeliat tingkahnya tapi kaloi lagi ngambek gak banget dah haha. Dia orangnya asik banget udah gitu gampang buat temenan ama siapa aja yang jadi penghalang dia itu cuma sikap dia yang php haha, kenapa php ? biarlah itu menjadi rahasia saya Desi dan Timin.



Ferizka Imanuel


Ferizka

Kita kenalan dengan abang yang satu ini eh salah Taruni maksudnya. namanya Ferizka Imanuel sering dipanggil aw aw, idung dan masih ada lagi yang laen haha. Ferizka ini Taruni AP2, dia tuh orangnya gokil abis bingung mau ngomongin dia kebaikan atau kejelekannya yang jelas mah dia orangnya kocak saking kocaknya bisa jadi autis haha, dia jago banget basketnya loh tapi dia juga jago jagi kiper, yap dia ikut eskul tuh banyak banget PASKIBRA pernah walau setengah jalan, BASKET, FUTSAL, AEROMODLING tapi ga jelas haha masih banyak deh. Ferizka ini sebenernya baik tapi kadang kalo ngomong kaga diayak dulu asal jeplak ga bisa ngeliat situasi bercanda ama beneran haha itulah uniknya dia. Apa lagi yang harus diceritain bingung kallo banyak yang harus diceritain ga bakal muat ni halamannya haha.



Manda Wasty


Berhubung foto wasty yg sendiri susuh dicari, saya kasih bonus foto Taruna SMKN 29.

Wasty ini Taruni AP3, kita sering manggil dia Wastay , kenapa kita panggil gitu gak ada alesan si pengen aja. Wastay ini susah ditebak sebenernya dia bisa bergaul ama siapa aja tai entah kenapa ya dia tu jarang banget ngumpul bareng, pulang sekolah langsung ilang istirahat lebih seneng dikelas dia itu tipe orang yang ga mau banyak omong, Wasty itu vaik dan sebenernya orangnya berani banget hehe, Wasty kadang takut kalo ketemu Bucho (siapa Bucho? nanti kita kenalan), ga banyak yang bisa diceritain dari seorang Wasty karena sikapnya yang agak tertutup.


Yap untuk saat ini saya sampai sini dulu masih ada banyak Taruni angkatan 2012 dari jurusan EA EI TPTU yang belom kita ulas, tunggu kelanjutannya nanti ya okehh tetep setia disini.
Makasih atas kunjungannya, mohon sertakan komentarnya juga ya kawan.
maaf blog ini belom sempurna dan masih pada tahap belajar.




Please, Smile For Me !

Ketika dunia tak lagi bisa menjadi tempatku berlindung.
Dimana dunia menjadi terasa menyakitkan.
Ingin ku terbang meninggalkan semua tatapan mereka yang membelengguku.
Entah perasaan apa yang aku miliki sekarang, antara BENCI dan TERLUKA aku takkan pernah tahu sampai saat ini.
seandainya waktu bisa ku putar takkan pernah aku biarkan hal itu terjadi, harta terakhir yang ku punya telah menghilang..
Aku selalau berdoa seandainya hari itu aku tak pernah berkata seperti itu mungkin sekarang dia masih terus bersamaku.

"Aku benci kakak! kenapa kakak lakukan itu ? kenapa kakak membohongiku selama ini?"
"Aoi kakak mohon dengarkan kakak dulu!"
"TIDAK AKU BENCI KAKAK!"
akupun berlari tanpa melihat rambu lampu merah yang telah beganti menjadi hijau dan melaju mobil yang sangat kencang. "Aoi awas !!!" teriak kakak
CIIIITTTTTTTT!!!!!!! BRUKKKK!! bunyi benturan keraspun tak terhindarkan. Apakah aku telah meninggal? akupun terbangun dari pingsanku dan berjalan menuju sesosok tubuh yang tergeletak berlumuran darah. "Kakak bangun" ucapku lirih.
"Kakak aku mohon bangun, aku berjanji jika kakak bangun aku menuruti keinginan kakak, jadi ku mohon bangunlah ka!!" akupun menangis, ketakutan menyelimuti diriku.

Rumah sakit
"Dok bagaimana keadaan kakakku? apakah dia selamat?" tanyaku
"Operasinya gagal, maaf kami sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkata lain. Tabahkan hatimu" kata dokter
"Tidak.. tidak boleh kakak tidak boleh meninggal" air matakupun mengalir deras membasahi pipiku.
Aku berlari menuju kamar tempat kakak dirawat, dan saat itu kakak membuka matanya, iapun tersenyum padaku.
"Kakak aku mohon bertahanlah ka jangan tinggalkan aku!" ucapku lirih
"A..ao..aoi kakak mencintaimu lebih dari apapun didunia ini"
"ka..ka..kakak apa yang kau katakan, aku tak pernah membencimu maafkan aku, aku mohon jangan pergi.. kakak aku mohon tetaplah disini jangan biarkan aku sendiri" air mataku terus mengalir tanpa henti
"Aoi kau tahu betapa bahagianya kakak sekarang? kakak mohon hiduplah dengan bahagia tersenyumlah Aoi kakak mohon padamu" pinta kakak dengan sisa tenagannya.
Akupun tersenyum walau air mata tetap membanjiri pipiku
"Aoi hiduplah bahagia maafkan kakak yang begitu cepat meninggalkanmu sendiri disini" setelah mengucapkan itu kakak perlahan menutup matanya dengan senyuman walau ada raut cemas diwajahnya.
"ka..kakak.. ti..tii.TIDAAAAAKKKK KAKAK!!!" teriakku

"TIDAAAKKKK!!" akupun bangun dari mimpi burukku, mimpi yang selalu menghantuiku selama ini.

Sudah satu tahun setelah kejadian itu tapi aku tak bisa melupakannya, kenapa kenapa aku tak bisa melupakannya? apa karena mereka yang menganggap kematian itu salahku? harusnya aku yang meninggal saat itu.

Namaku Hikari Aoi, aku mempunyai kenangan yang sangat menyakitkan kenangan yang tidak bisa aku lupakan walau aku pergi dan berlari keujung dunia kenangan itu akan terus menghantuiku. Kakaku bernama Hikaru Arata, dia kakak yang telah menyelamatkanku dari peristiwa mengerikan itu, setelah kepergiannya banyak orang-orang yang menjauhiku karena menurut mereka kematian Arata adalah salahku, harusnya akulah yang pantas mati bukan Arata.

Aku berangkat menuju tempat sekolahku seperti biasa, mataku seakan berat sekali karena semalam aku tak bisa tidur karena terus teringat mimpiku. Disekolah aku adalah gadis yang sangat dingin karna kejadian itulah yang membuatku menjadi seperti ini. Aku tak bisa mempercayai siapapun lagi termaksud mempercayai diriku sendiri. Aku selalalu sendiri jauh berbed dengan harapan Arata akan kebahagiaanku.

Aku telah kehilangan ibuku saat melahirkanku, kehilangan ayahku saat aku berusai 5 tahun dan sekarang aku juga telah kehilangan kakak ku harta berhargaku satu-satunya. Kenapa Tuhan tidak pernah adil padaku? sekali saja aku mohon padamu Tuhan beri aku kebahagiaan.

Jam pelajaran telah usai akupun berjalan menuju atap tempat biasa aku menghabiskan waktu istirahatku. Aku selalu berharap ada seseorang yang akan mengulurkan tangannya untuk menarikku keluar dari lingkaran kegelapan ini, seseorang yang tulus ingin menerimaku menjadi bagian terpenting, memiliki teman dan tertawa adakah yang akan menerobos dinding besar yang telah aku buat selama ini?

Aku berdiri memandangi langit yang indah dan sesekali aku tersenyum dan berkata "Kakak apa kau melihatku sekarang? bukankah aku sedang tersenyum?". Tanpa aku sadari ada seseorang yang sedari tadi memandangiku dari kejauhan, ia nampak berfikir saat melihatku sendiri di atap ini.

"Sedang apa kau disini sendiri?" tanyanya padaku
"Apa kau tak melihat aku sedang apa" jawabku.
Tanpa melihat wajahnya aku pergi dan meninggalkan dia, lagi-lagi aku menjawab pertannyaannya dengan ketus. Kenapa akhir-akhir ini ada yang menegurku diatas? ucapku dalam hati.

Haripun makin sore aku berdiri digerbang menunggu sopir menjemputku pulang ketempat persembunyianku dari orang-orang disekelilingku.
"Silahkan nona, maaf terlambat" ucapnya
"Tidak apa-apa paman" jawabku padanya

Akupun sudah berada didalam kamarku yang luas dan indah namun terasa sepi tanpa orang lain disini, aku berharap bisa keluar dari kesepianku ini.
"Kakak kenapa aku seperti ini sekarang bagaikan mumi yang hidup tanpa perasaan?" tanyaku padai bingkai foto kakak
"Tenanglah Aoi kebahagiaan akan menghampirimu sekarang!" ucap kakak
"Benarkah ka? janji ya" kamipun mempertemukan jari kelingking untuk dikaitkan pertanda perjanjian telah dibuat, akupun tersenyum bahagia bersama kakak.
Alarmpun berbunyi pertanda aku harus bangun " ahh kenapa disaat seperti ini harus berbunyi?" gerutuku yang tersadar bahwa semua itu hanya mimpi semata.

"Bibi aku pergi sekarang" pamitku pada bibi.
Dirumah yang megah dan mewah aku sekarang hanya tinggal bertiga dengan bibi dan paman yang selalu menjagaku dari kecil mereka telah mengapdikan diri mereka kepadaku, hanya merekalah yang bisa memberi sedikit semangat untukku.

Aku berjalan dikoridor menuju ruang kelasku, tanpa ku sadari aku bertabrakan dengan seorang gadis yang sedang berlarian dikoridor.
"Maaf" ucap gadis tersebut
"Tidak apa-apa" jawabku seraya pergi meninggalkan mereka, tiba-tiba terdengar olehku benturan keras. Ternyata gadis yang menabrakku sedang dipukuli karena menjatuhkan pesanan dari temannya itu.
"Kau ini bodoh ya sudah kubilang jangan sampai jatuh!!" bentak temannya
"Maaf aku tak sengaja" jawabnya
Bagaikan tersambar petir aku melihat dia yang tak berdaya melawan mereka, antara pergi dan menolongnya aku bimbang.Disaat aku bimbang salah satu dari mereka akan memukul gadis itu namun tanpa aku sadari aku menghalanginya terjadilah seharusnya tidak terjadi pukulan itu mendarat dipipiku.
"Apakah kalian sudah puas melakukan ini? apakah ini menyenangkan?" tanyaku
"Kau siapa kau beraninya menghalangi kami" bentak salah satu dari mereka. Tanpa memperdulikan sekitar aku ambil uang dari dompetku dan aku lempar kemuka gadis itu dan dengan kesal aku berkata "hanya karena sekotak puding kau memukulnya? sekarang uangnya telah aku berikan jangan pernah ganggu dia lagi dan enyahlah dari hadapanku kalau tidak aku bisa mengusirmu dari sekolah ini!!" bentakku padanya

Sepertinya salah satu dari merekamengetahui siapa aku dan dengan rasa takut mereka mengambil uangnya dan pergi meninggalkan aku dan gadis yang mereka pukuli tadi. "Menjijikan" gumamku
"Umm.. Aoi-san arigato" ucap gadis itu padaku
"Ya, lain kali jangan mau diperintah olehnya" jawabku
"Baik, namaku Makoto"
"Ohh oke cepat bersihkan lukamu" pintaku padanya
"Umm Aoi-san maukah kau menjadi temanku?" pinyanya padaku
Entah apa yang harus aku katakan senangkah sedihkah takutkah aku tak bisa menjawabnya, bisakah aku membiarkan orang lain masuk dalam hidupku?
"Jangan salah paham aku menolongmu bukan karena ingin menjadi temanmu" Jawabku kasar dan pergi meninggalkannya
"Aoi-san aku akan tetap mengikutimu sampai kau menjadi temanku!" serunya padaku. aku hanya bisa melambaikan tanganku.

Kakak ada satu orang yang mencoba membongkar dinding yang aku buat, apa yang harus aku lakukan? aku takut tapi senang. Kakak bisakah aku mempercayainya? 

"Sungguh keras kepala, membuat dinding yang begitu tebal didalam kesedihannya" ucap Makoto
"Bukankah ini yang menarik?" sahut seseorang disebelahnya
"Ya, tapi bisakah kita memenuhi janji ini?" tanya Makoto pada laki-laki itu
"Tentu bisa, karena Aoi adalah adik Arata" jawabnya.


Saat mereka mulai mendekati kegelapan dengan membawa cahaya akankah kegelapan itu menjadi terang atau semakin gelap karna cahayanya yang meredup? akankah Aoi bisa kembali ceria seperti dulu lagi?

~Tersenyumlah Aoi~ Arata

Selasa, 29 Januari 2013

For you Part 2

Hallo semua balik lagi ni bersama saya Zaharah..
Kembali lagi dengan cerita sebelumnya yang udah saya post kemarin hariini saya coba untuk terusin..
happy reading friends ..
Gambar yang ditampilkan hanya penghias semata tidak ada hubungannya dengan karakter tokoh-tokoh yang ditampilkan..



~Kadang pertemuan yang dianggap membahagiakan bisa menjadi luka yang amat menyakitkan~


-Kenangan-


Pagi ini aku memulai hari seperti biasa dan tanpa menyerah aku selalu mendekati Riku berharap dengan begini aku bisa dekat lagi dengannya, bisa kembali seperti dahulu sebelum Riku pergi ke Amerika, itulah harapanku sekarang.


Waktu terus berlalu namun dengan seiring berjalannya waktu Riku menjadi jauh, entah apa yang sebenarnya terjadi Riku berubah menjadi seseorang yang sangat buruk dia selalu berganti-ganti pacar tanpa mempedulikan perasaanku.
sampai suatu ketika saat aku hendak membuang sampah dibelakang sekolah aku memergoki Riku sedang bermesraan dengan kekasih barunya, entah apa yang harus aku lakukan menangis marah atau membencinya, yang hanya bisa aku lakukan adalah tersenyum dan pergi. Saat aku berlari dan menahan tangis tanpa sengaja aku bertabrakan denga Shato. "Kau kenapa Miku?" tanyanya
"ahh, Shato aku tidak apa-apa"
"benarkah begitu?"
"ya, a..ak..aku tidak apa-apa"
"baiklah aku akan pergi". Shatopun mulai berjalan menjauh dari pandanganku

Tidak aku tidak mau kau juga meninggalkanku sendiri ~ Miku


Sebenarnya kata-kata itu yang ingin aku ucapkan padamu Shato namun aku tak kuasa aku takut untuk mengucapkannya. "Shato tetaplah disini, kumohon" ucapku lirih dengan kepergian Shato dari hadapanku.


Saat ini aku begitu terluka ingin rasanya menjauh dari kota ini, dimana tak ada satu orangpun yang dapat mengenaliku tak ada satu kenanganpun yang membuatku sakit seperti ini.


"Halo Shato ini aku Ika"

"Ya, ada apa?"
"Apa hari ini kau bertemu Miku?"
"Ya, sebelum aku pulang aku bertemu dengannya di taman. Apa yang terjadi?"
"Miku belum pulang sampai sekarang, keluarganya tidak bisa menghubunginya"
"Baiklah aku akan mencarinya" Shato bergegas pergi menggunakan sepedanya, Shato mengayunkan sepedanya dengan cepat nampak raut wajahnya yang sangat mencemaskan Miku.

Sementara itu Rini juga melakukan hal yang sama dengan Ika namun Rini menghubungi Riku
"Benarkah itu?" tanya Riku
"Iya, keluarganya tak bisa menghubunginya" sahut Rini
"Baik aku akan mencarinya" 
Setelah menutup pintu Rikupun bergegas pergi mencari Miku

Aku sendiri, apa yang harus aku lakukan sekarang? pertemuan ini sungguh menyakitkan. Hanya akukah yang terus menyimpan rasa itu ? hannya akukah yang terus mmemiliki cinta ini? ini tak adil bagiku tak bisa aku terus seperti ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang ? ~ Miku


Tanpa aku sadari aku berjalan menuju sebuah taman, taman dimana dahulu aku dan Riku bermain dan taman dimana Shato menemukanku saat aku menangis dahulu.

"Eh, kenapa aku disini?" akupun melihat sekeliling taman itu yang sepi sunyi tanpa ada orang lain kecuali aku. Aku memutuskan untuk berdiam ditaman itu untuk menenangkan hatiku.

Sementara itu Shato dan Riku terus mencari Miku dengan gelisah. Nampak raut muka yang semakin cemas terlihat pada keduanya.
"Miku kau dimana ?" Shato

"Miku kau dimana, kenapa pergi sendiri" Riku
Hari semakin larut namun mereka berdua belum menemukan Miku, mereka berdua sudah nampak lelah namun tak mau menyerah. Mereka berdua berhenti sebentar untuk menenangkan pikiran, Shato berhenti pada jembatan yang sering dilewati Miku sedangkan Riku berhenti di halte tempat Miku menunggu bus untuk pulang. Tiba-tiba raut muka mereka berdua berubah seperti mengingat sesuatu, tempat yang mungkin saja Miku datangi sekarang. "Mungkinkah disana?" ucap Shato dan Riku bersamaan walau berbeda tempat. Merekapun bergegas pergi menuju tempat yang mungkin saja Miku datangi.

"Bulannya terlihat cantik dari sini" ucapku yang sedang duduk sendiri diatas ayunan yang sering aku dan Riku naiki sewaktu kecil.

"Aahh..dingin sekali disini" gumamku yang sedang menikmati indahnya bulan.

"MIKUUU" panggil seseorang dari kejauhan, seorang laki-laki yang memanggilku dengan senyuman diwajahnya, nampak wajah cemas dimukanya dengan nafas yang masih terputus-putus akibat kelelahan berlari dia menghampiriku dan tiba-tiba saja dia memelukku "akhirnya aku menemukanmu" ucapnya
"Aa..aa..apa yang terjadi kenapa kau seperti ini?" tanyaku
"Aku yang harusnya bertanya kenapa kau pergi tanpa seorangpun yang menemanimu? aku mencemaskanmu!!" 
tanpa melepas pelukannya dia berbicara seolah akuakan pergi jauh meninggalkannya.
"Maa..maaf kan aku Shato"
"tidak apa-apa"
namun tanpak dari kejauhan ada peria yang berlari menuju arahku, tanpa berfikir panjang dia menarikku dari pelukan Shato dan memukulnya
"lepaskan Miku!! jangan pernah kau coba mendekatinya!!"
"Riku apa yang kau lakukan pada Shato !!" bentakku pada Riku
"apa?!" tanya Riku padaku
"mengapa kau memukul dia ?"
"DIAM!! ayo pergi dari sini"
"Tapi.. Shatoo"
Tanpa mendengar penjelasanku Riku menarikku menjauh dari taman,
"Riku lepaskan!"
"Kenapa?!"
"Apa maksudmu?"
"Kenapa kau berada pada pelukan pria lain?! kenapa kau dengan mudah jatuh kepelukannya?"
"apa?" tanyaku

"Kau tidak tahu bagaimana aku sangat mencemaskanmu!" bentak Riku padaku
"Kenapa?! kenapa jika aku bersama Shato ?! APA BERHAK KAU MEMARAHIKU?"
"Apa katamu? tentu saja aku berhak!"
"Tidakkah kau tau mengapa aku begini?! AKU BENCI PADAMU YANG TAK PERNAH TAHU PERASAANKU!!!"
tanpa memperdulukan Riku aku berlari pulang dan meninggalkan Riku

Lagi-lagi aku menangis karena dia sungguh menyebalkan ~ Miku


Aku berangkat menuju sekolah dengan lesu tanpa semangat seperti biasa. Hari ini aku bertekat untuk meminta maaf dan melupakan perasaanku terhadap Riku.


"Ahh, itu dia Shato" gumamku saat aku melihat Shato

"Shato selamat pagi" sapaku kepada Shato
"Pagi Miku" ucapnya dengan senyuman manisnya.

"Mmm.. Miku apakah semalam kau sampai dirumah dengan selamat?" tanya Shato padaku
"Eh,, ahh ya aku sampai dirumah dengan selamat " jawabku dengan terbata-bata
"Mmm.. Shato maaf kan aku atas kejadian semalam"
"Tidak apa-apa jangan difikirkan, tersenyumlah Miku" Ucapnya dengan memegang lembut kepalaku

"Baik Shato" balasku dengan senyuman "Shato aku kekelas duluan ya" pamitku pada Shato
"Baiklah, Miku jika ada apa-apa ceritalah padaku"
"Baik" balasku seraya pergi meninggalkan Shato


Aku harus bagaimana hatiku terus saja memikirkan Riku ~ Miku


Pagi itu aku melihat Riku yang sedang berdua dengan kekasihnya, akupun terus berjalan melewatinya tanpa menoleh sedikitpun padanya.

"ya !! apa harus begini? pura-pura tak mengenalku?" teriak Riku padaku
Akupun hanya bisa menghela nafas dan terus melangkah maju tanpa peduli apa yang ia ucapkan. 

Tanpa aku sadari ternyata perasaanku tetap belum berubah terhadap Riku, aku masih berharap dia berubah seperti dahulu, akubelum menemukan penyebab dari perubahan Riku. Entah kapan aku harus mulai menyerah dari perasaan ini, perasaan yang sangat menyakitkan ini.





Bagaimanakah kisah ini akan berlangsung tunggu episode selanjutnya ya teman-teman..
Terimakasih yang sudah bersedia membacanya..