Selasa, 12 Januari 2016

Remember My Wounds ! (Part 1/2)

Remember My Wounds ! (Part ½)

Author:
-Zaharah

Main Cast:
-Park Shin Hye
-Jung Yong Hwa
-Kang Min Hyuk
-Seo Ju Hyun
-Park Shin Woo
-Lee Jung Shin
-Lee Jeong Hyun
-Kim Woo Bin

Genre:
Sad Romance
Parts :
1/2

Blogger:
zaharaharifin.blogger.com


Haiii aku kembali lagi dengan fanfict baru, kenapa sad romance terus ya? Jawabannya karna hati saya sedang melauuuuuuuu haha lebaynya kumat, cerita ini murni pemikiran author sendiri dan hanya mengambil kisah nyata author sendri, nama-nama cast milik mereka yang hanya digunakan untuk pendukungan karakter.
Mohon tinggalkan komentar untuk memberikan motivasinya terimakasih kiss jauh
***

Semua yang aku alami kini adalah kisahku, kisah dimana aku yang terlalu mencintainya hingga akupun tak pernah sadar apapun yang ia perbuat untuk menyakitiku.
Ia selalu berkata aku mencintaimu kau adalah sebagian hidupku dan itu mampu membuat semua amarahku hilang tak tersisa.

Ketika ia tersenyum itulah kebahagiaanku sendiri, aku tahu aku sangatlah mencintainya hingga aku tak pernah melihat perbedaan kita, perbedaan tabu yang biasa orang permasalahkan dan perbedaan dimana menjadi bumerang untuk kita.

Kau bagaikan bintang indah namun tak dapat ku gapai, banyak bintang lain yang mendekatimu dan itu membuatku berfikir pantaskah aku untukmu.

Ini kisahku, kisah cinta yang aku gapai dan tak pernah tau akan akhirnya..
Kisahku dimana aku sangat mencintainya..

***

Januari 2015

“Ige mwoya?” Teriak seorang yeoja kepada namja tampan didepannya.

“Yya ! kecilkan suaramu nona Park!” erintah namja itu.

“Ya oppa apa kau tidak lihat eoh? Ini sangatlah menggelikan” Ucap Yeoja itu lagi dan mulai meluncurkan aksinya untuk menolak apa yang diberikan namja itu.

“Ya Park Shin Hye apa yang menggelikan eoh?” Ucap namja itu dengan sedikit keras membuat yeoja yang dianggil Shin Hye itu terkejut.

“Ya Park Shin Woo apa kau tidak meliat eoh baju ini sangat menggelikan untukku, ini sangatlah norak” Ucap Shin Hye lagi membela diri.

“Ck alasan ! bilang saja kau tak ingin memakainya dan lebih memilih celana jeans dan kaos bututmu itu!” cibir Shin Woo

“Yya !! kau ingin mati eoh berani berkata seperti itu ?” Ucap Shin Hye dan memukul lengan Shin Woo

“Yyya appo !!!” teriak Shin Woo dan hanya dibalas dengan uluran lidah dari Shin Hye

“Oppa jebal, aku tak ingin pergi kepesta itu” Ucap Shin Hye memelas

“Huuh” Shin Woo hanya bisa  menghela nafas dan membuang muka kearah jendela 

“Oppa..” Rajuk Shin Hye

“Samapai kapan?” Tanya Shin Woo tiba-tiba

“Eoh?” Ucap Shin hye tak mengerti

“Samapai kapan kau akan lari dari kenyataan Shinjie-ah ?” Ucap Shin Woo lagi dan menatap Shin Hye yang sudah diam seribu kata

“Oppa tau kau masih menyimpan kesakitan yang tak pernah bisa oppa rasakan, tapi melihatmu seperti ini jauh membuat oppa sakit, kau adik satu-satunya oppa jadi  kebahagiaanmu adalah yang terpenting untuk oppa” Ucap Shin Woo dan menggenggam kedua pundak Shin Hye

“Op..oppa” Ucap Shin Hye terbata

“Maaf Shinjie-ah bukannya oppa ingin memaksamu tapi ini sudah lama berlalu dan oppa ingin kau keluar dari zona mu, zona dimana kau terus berpura-pura baik padahal tidak dengan hatimu, berdamailah dengan masa lalumu dan jangan pernah menengok masa lalumu lagi arachi” Ucap Shin Woo dan pergi meninggalkan Shin Hye yang masih terus terpaku dalam lamunannya.

Shin Woo keluar dari kamar Shin Hye dan menutupnya, ia berusaha memegang dinding untuk menopang tubuhnya yang hampir saja limbung, ia memegangi dadanya yang terasa nyeri, bukan nyeri karena sakit tapi lebih kedalam hatinya, ya hatinya sangat sakit melihat adik semata wayangnya yang terus terpuruk akan masalalunya.

“Shinjie-ah jebal lupakan namja brengsek itu!” Geram Shin Woo dan memukul-mukul dadanya seolah ada yang hilang dalam hatinya.
***
Shin Hye Pov

Aku terduduk lemas dilantai saat Shin Woo Oppa sudah meninggalkan kamarku, ya oppa memang benar sampai kapan aku harus terus terpaku dalam keadaan ini ?

Terpaku dan terus menengok ke masalalu, kenapa hati ini masih terus menunggunya?
Menunggu namja berengsek yang sudah menghancurkan kepercayaan dan cintaku ?
Apa aku harus pergi dan melangkah meninggalkan semuanya ?

Entahlah aku masih bimbang sangat sangat bimbang.

 Akankah aku berdamai denganmasalaluku dan melupakan namja yang sangat aku cintai ???

Shin Hye Pov End
***

Back to 2012

“Shin Hye-ah aku mencintaimu maukah kau menjadi pacarku?” Ucap seorang namja dengan posisi berlutut didepan Shin Hye

“Yaa kau gila eoh?” Ucap Shin Hye dan melihat kanan dan kirinya kini semua orang melihatnya dengan tatapan kagum dan ada juga tatapan yang menghina

“Yya !! Kau pabo eoh?” Ucap seorang yeoja menghampiri namja itu dan mencoba membangunkan namja itu dan pergi dari hadapan Shin Hye

“Lepaskan aku hyun-ah!”Ucap Namja itu dan menghampiri Shin Hye lagi

“Jebal Hye-ah aku benar-benar mencintaimu aku akan membahagiakanmu” Ucap Namja itu lagi

“Yya Jung Yong Hwa apa kau gila eoh?” Ucap yeoja itu lagi yang tak lain bernama Seo Ju Hyun atau biasa dipanggil Seohyun

“Shin Hye-ah aku benar-benar mencintaimu hidup dan matiku akan ku serahkan padamu” Ucap Yong Hwa lagi.

“Yong-ah apa yang kau lakukan eoh?” Tanya Shin Hye lembut

“Aku mencintimu Hye-ah” Ucap Yong Hwa lagi

“Nde? Apa kau serius?” Ucap Shin Hye tak percaya

“Ya aku sangat serius dengan ucapanku” Ucap Yon Hwa

Shin Hye yang mendengar pengakuan Yong Hw hanya bisa terdiam dalam lamunan, banyak sekali hal yang ia takutkan jika ia mengatakan bahwa hatinya juga memiliki rasa yang sama dengan Yong Hwa

“Shin Hye-a” Ucap Yong Hwa dan mengangkat dagu Shin Hye agar melliatnya.

“Kau Ragu eoh?” Tanya Yong Hwa dan tepat melihat mata Shin Hye

“Aku juga mencintaimu Yong tapi..” Ucapan Shin Hye terhenti saatia memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi

“Tapia apa?” Tanya YongHwa

“Kau tahu bukan status kita sangatlah berbeda Yong, kau putra tunggal seorang pemilik Jung Company yang memiliki kekayaan yang tak ternilai dan kau menjadi keluarga pertama di korea yang memiliki cabang perusaan diseluruh dunia dan menjadikanmu orang terkaya di korea Yong, sedangkan aku hanya gadis sederhana putri dari pemilik restaurant Yong” Jelas Shin Hye

“Lalu apa maslahnya?” Tanya Yong Hwa

“Anni, masalahnya bukan karna kita saling mencintai tapi karna perbedaan kita yang terlalu jauh Yong, Kau bagai bintang yang tak bisa aku gapai” Ucap Shin Hye dan mencoba pergi dari tempat itu sebelum air matanya tumpah.

“Yya Park Shin Hye tak ada yang namanya status dan tak akan pernah ada yang bisa memisahkan kita meski keluargaku sekalipun, meski kau menyangkal dan takut akan dunia aku berjanji akan menggenggam tanganmu dan akan terus menjagamu” Ucap Yong Hwa yang mampu membuat langka Shin Hye terhenti

“Yong-ah” Ucap Shin Hye dan menatap Yong Hwa lebih dalam

Yong Hwa berjalan menghampiri Shin Hye dan memeluknya

“Jadi katakan iya jika kau juga mencintaiku dan tampar aku jika memang kau tak menginginanku setelah kau menamparku kau harus menciumku dan menjadi milikku” Ucap Yong Hwa dengan guruan.
  
“Yya kau gila eoh?” Tanya Shin Hye

“Ya karna mu, jadi sekarang katakana apa kau menerimaku ?” Tanya Yong Hwa lagi

“Yee, aku menerimamu” Ucap Shin Hye dengan senyuman dan membalas pelukan Yong Hwa

“Gomawo Shin Hye-ah jeongmal gomawoyo saranghae” Ucap Yong Hwa dan memeluk erat Shin Hye

“Nado saranghae” Ucap Shin Hye lagi

Tepuk tangan riuh menggelegar ditempat Yong Hwa dan Shin Hye berpelukan.

“Hyung Chukkae” Ucap Minhyuk dan menghampiri Yong Hwa dan Shin Hye
“Gomawo Hyukkie-ah” Ucap Yong Hwa

“Gomawo Jung Shin-ah Jong Hyun-ah” Ucap Yong Hwa lagi

“Nde Hyung”  Ucap Jung Shin dan Jong Hyun bersamaan

“Shin Hye-ah jaga Yong Hwa ne” Ucap Seohyun yang sudah berada didekatnya membuat semua yang ada didekat Shin Hye terdiam

“Hmm gomawo” Ucap Shin Hye canggun

“Yong chukkae, mianhae aku melarangmu takut jika ahjushi melihtmu seperti tadi” Ucap SoHyun dengan muka bersalahnya

“nde arra, gomawo Hyun-ah” Ucap Yong Hwa dan mengacak rambut SoHyun membuat Shin Hye tersenyum kecut
***
Januari 2015

Shin Hye yang kini tengah merebahkan dirinya dikasur hanya bisa menerawang jauh, bagaimana kisahnya dan Yong hwa dahulu sangatlah indah namun entah karna apa semua berubah menjadi kesakitan yang kini tengah Shin Hye rasakan.

“Hah apa-apaan aku ini selalu memikirkan dia, aku harus bangkit harus fighting Shinjie-ah!!!” Ucap Shin Hye menguatkan dirinya.

Shin Hye yang telah memantapkan hatinya untuk datang kepesta bersama oppa nya kini tengah bersiap-siap dan berdandan senatural mungkin, tidak dapat dipungkiri Shin Hye adalah wanita yang memiliki kencantikan natural tersendiri dari dalam tubuhnya, seperti anugrah Tuhan yang tak henti memberinya keistimewaan wajahnya yang cantik perilakunya yang baik dan keceriaannya mampu membuat semua orang yang berada didekatnya merasakan kebahagiaan yang tak ternilai.

Shin Hye mengambil sebuah tas dan menjinjingnya keruang tamu dimana oppanya pasti sudah menunggunya

“Oppa” Panggil Shin Hye kepada Shin Woo

“Nde” Ucap Shin Woo yang terkejut dengan kedatangan Shin Hye dengan pakaian yang rapi membuat ia terlihat jauh lebih caantik dari sebelumnya

“Shinjie-ah” Ucap Shin Woo tak percaya

“Mwoya?” Ucap Shin hye malu-malu

“Kau akan menemani oppa ?” pertanyaan yang seharusnya tak perlu ditanyakan lagi karena jawabannya sudah pasti ia.

“Oppa aku sudah berdandan secantik ini kau fikir aku takkan jadi pergi denganmu eoh?” Tanya Shin Hye sedikit kesal

“Mianhae oppa hanya tak menyangka” Ucap Shin Woo jujur

“Hais kau ini jadi pergi atau tidak sih?” Tanya Shin Hye dan mengerucutkan bibirnya

“Aiggo kau terlihat cute jika merajuk pasti uri cingu banyak yang menyukaimu nanti” Goda Shin Woo

“Yya kau ingin mati eoh?” Tanya Shin Hye dengan sedikit bersemu pipinya.

“Kajja uri Shinjie” Ucap Shin Woo jan mengulurkan tangannya

“Nde kajja uri Shin Woo” Ucap Shin ye dan membalas uluran tangan Shin Woo

Malam ini Shin Hye bertekat untuk brerdamai dengan masa lalunya, berdamai dengan semua keadaan yang membuatnya sakit dan terpuruk beberapa tahun ini.

“Oppa aku akan membahagiakanmu” Ucap Shin Hye dalam hati


***

Perjalanan yang dilakukan Shin Hye dan Shin Woo menuju tempat pesta terasa sangat hangat dimana Shin Hye yang terus saja berceloteh dan hanya dibalas tawa oleh Shin Woo menjadikan malam itu sangat hangat dan menyenangkan.

“Eomma Appa uri Shinjie telah kembali ia tersenyum dan tertawa dengan bahagia tanpa ada kepalsuan seperti sebelumnya, Eomma Appa andai kalian masih disini apa kalian akan bahagia? Semoga Shnjie kita mendapat kebahagiaan kembali” Ucap Shin Woo dalam hati dan memandang Shin Hye yang terus bercerita tanpa henti ingga mobil yang mereka tumpangi telah terparkir didalam sebuah bangunan yang megah.

“Kajja kita turun Shinjie-ah” Ucap Shin Woo dan membukakan pintu untuk Shin Hye

“Woo daebakk oppa” ucap Shin Hye yang kagum akan bangunan didepannya

“Kau ini masih saja seperti ini” Ucap Shin Woo dn menarik Shin Hye kedalam gedung.

Mereka berdua memasuki gedung itu dengan hati yang ringan dan masih dengan senyum yang mampu membuat semua orang kagum akan kecantikan dan ketampanan dari keduanya.

“Shin Woo-ssi” pangil seorang namja paruh baya kearah Shin Woo

“Nde Tuan Kim” Ucap Shin Woo dan menghampiri Tuan Jung

“Ahh kau datang juga eoh? Aku fikir kau tak akan datang kemari” Ucap Tuan Kim

“Bagaimana aku bisa tiak datang inikan acara terpenting dikantor” Ucap Shin Woo sopan

“Omo siapa ini ?” Ucap Nyonya Kim yang melihat Shin Hye

“Ahh perkenalkan ini adikku satu-satunya Park Shin Hye” Ucap Shin Woo dan meminta Shin Hye memperkenalkan diri

“Annyeonghasemnikka Park Shin Hye imnida” Ucap Shin Hye sopan

“Aiggo yeppo ne” Ucap Nyonya Kim dan mengelus pundak Shin Hye halus

“Annio Nyonya lebih cantik” Ucap Shin HYe

“Aiggo aiggo kau ini terlalu memuji Shin Hye-ssi” Ucap Nyonya Kim

“Sudah-sudah kalian berdua cantik” Ucap Tuan Kim yang membuat suasana lebih hangat.

“Appa Omma” Panggi seorang namja yangsudah berada disamping mereka

“Ahh Woo Bin-ah, perkenalkan ini Shin Hye adik dari Shin Woo” Ucap Nyonya Kim kepada putranya

“Mwo?? Jadi kau adik dari Shin Woo Hyun?” Tanya Woo Bin ragu

“Nde, wae?” Tanya Shin Hye bingug

“Ahhh apa kau lupa padaku Shin Hye-ah?” Tanya Woo Bin lagi

“Naega?” Ucap Shin Hye dan menunjuk kearahnya

“Kau pasti lupa karna kau tak pernah mengingatku” Ucap Woo Bin sedih

“Ahh mianhae Woo Bin-ssi aku memang mempunyai daya ingat yang kurang” Ucap Shin Hye berusaha menjelaskan

“Annio gwenchana, aku Kim Woo Bin dari kelas seni” Ucap Woo Bin

“Mwooo??? Kau ?? Kau Kim Woo Bin yang menjadi murid paling pintar dikelas seni dan dulu kau tidak seperti ini jangan bercanda” Ucap Shin Hye tak percaya sontak membuat semuanya yang awalnya heran dengan percakapan mereka kini tertawa dan Shin Woo hanya bias meruntuki sikap adiknya itu

“Sudah-sudah mari kita masuk dan memulai acaranya” Ucap Tuan Kim

“Tapi appa keluarga Jung bukannya belum datang” Ucap Woo Bin yang mampu mengheningkan keadaan 

“Ahh mereka katanya telat” Ucap Tuan Kim yang mencairkan keheningan

“Oppa” Ucap Shin Hye lirih

“Tenang mungkin keluarga Jung lainnya Shin Hye-ah” Ucap Shin Woo dan menggenggam tangan Shin Hye erat

Acara telah dimulai dengan meriah sambutan-sambutan hingga game-game telah dilaksanaan acara santai kini yang terlihat alunan music yang mengiringi jalannya acara kini sudah lebih lembut dan nikmat didengar tidak terlalu berisik.

Shin Hye berjalan kearah makanan yang tersedia, perutnya sudah sangat lapar dan menginginkan agar diisi dengan makanan-makanan yang sangat lezat.

Shin Hye ingin mengambil sebuah cake yanghanya tinggal satu namun terlihat menggiurkan, namun saat ia ingin mengambilnya ada seorang namja yang juga ingin mengambil cake itu.

Shin Hye yang kesal karena ia yang terlebih dahulu memegang cakenya ingin sekali memaki namja disampingnya.

“Yya neo..” Ucapan Shin Hye terhenti karena ia melihat bahkan berhadapan dengan namja yang pernah mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan

***

Back To 2012

Hari demi hari yang dijalani Shin ye sangatlah menyenangkan canda tawa dan air mata terus menjadikan hari mereka begitu special.

“Nonna” panggil seorang namja yang tak lain adalah Min Hyuk

“Nde Hyukkie-ah wae?” Tanya Shin Hye

“Nonna mari kita berkencan” Ucap Hyukkie

“Mwo?” Tanya Shin Hye tak percaya

“Yyaa !! Kang Min Hyuk” Teriak Yong Hwa yang tak terima dengan ucapan Hyukkie

“Hyung kau berisik sekali” Ucap Min Hyuk

“Nonna mari kita berkencan diapartemenku, aku sudah menyiapkan bahan makanan yang banyak” Ucap Minhyuk

“Bilang saja kau ingin Shin Hye membuat masakan untukmu” Celetuk Jung Shin yang sudah ada dibelakang Min Hyuk

“Anni aku ingin berkencan dengan Shin Hye nonna” Dalih Min Hyuk

“Haissh kau fikir Shin Hye juru masakmu eoh?!” Ucap Yong Hwa sinis

“Hyung kau bisa ikut denganku jika kau mau” Ucap Min Hyuk tanpa basa-basi kepada Yong Hwa

“Haissh kalian ini sudah, Hyukkie-ah mari kita berkencan dan mereka boleh ikut”

“Andweee !! Jatah makananku akan habis nonna” Rajuk MinHyuk

“Yya !! Kang Min Hyuk kau ingin mati eoh?” Bentak Yong Hwa membuat Min Hyuk berlari kearah Shin Hye dan berlindung dibelakangnya.

“Yya Jung Yong Hwa neo pabo ya ?” Ucap Shin Hye dengan mata yang melotot mencoba melindungi Min Hyuk

“Chagi-ah kau membelanya? Sungu kau kejam aku terluka eoh apa kau tak memiirkan hatiku?” Ucap Yong Hwa mendramatisir keadaan

“Hyung kau menjijikan “ Ucap Jung Shin Yang mampu membuat semuanya tertawaa.

***

Shin Hye dan keempat namja tampan telah berada di apartemen Min Hyuk, apartemennya tak bisa dikatakan kecil tapi sangat sangat mewah terdapat beberapa kamar dan dapurnya yang sangat luas membuat Shin Hye takjub dan selalu memuji dekorasi apartemen Min Hyuk simple tapi elegant.
“Hwwwaaa Hyukkie-ah kau membeli banyak sekali bahan makanan eoh?” Ucap Shin Hye tak percaya setelah membuka kulkas Min Hyuk

“Nde nonna, aku membeli semuanya untuk nonna” Uap Min Hyuk seraya mendekati Shin Hye

“Untukku atau untuk perutmu eoh?” Cibir Shin Hye

“Annio, itu untuk Nonna karna aku tahu nonna suka sekali memasak” Ucap Min Hyuk dengan cengiran khasnya.

“Haishh kau sangat mengerti aku” Ucap Shin Hye dan mencubit pipi Min Hyuk

“Aiggo kalian sedang berselingkuh didepanku eoh?” Tanya Yong Hwa yang sudah memperhatikan Shin Hye dan Min Hyuk dari tadi.

“Yya !! apa yang kau katakana Yong” Ucap Shin Hye tak terima

“Kau sedang bermesraan dengan Min Hyuk apa itu bukan selingkuh ?” Ucap Yong Hwa lagi

“Kau berlebihan Hyung” Ucap Min Hyuk membela

“Kau tak tahu bagaimana sakitnya hati ini Hyukkie, serasa ada banyak jarum yang menghampirinya” Ucap Yong Hwa dengan muka seolah tersakiti

Shin Hye dan Min Hyuk hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah abstrud Yong Hwa.

“Hyung cepat kemari gamenya sudah bisa” Teriak Jung Shin dari ruang tamu

“Nde!!” Ucap Yong Hwa dan berlari kearah ruang tamu

“Nonna kau sangat sangat malang mendapatkan Yong Hwa Hyung” ucap MinHyuk dengan muka ibanya

“Ya sepertinya kau benar Hyukkie-ah” Ucap Shin Hye dan membuat mereka berdua tertawa mengingat kelakuan Yong Hwa yang sangat-sangat aneh.

Shin Hye dan MinHyuk membuat makan malam untuk semuanya dengan serius namun sedikit diselingi tawa canda.

“Kalian bertiga cepatlah kemari makanan sudah siap” Teriak Shin Hye membuat ketiga namja yang tengah bermain game bangkit dan mulai menduduki kursi di sekitar meja makan.

“Woww daebbak” Ucap ketiga namja tersebut

“Shin Hye dan Minhyuk kah yang membuat ini?” Tanya YongHwa tak percaya

“Hyung kau meremehkanku” Ucap Minhyuk yang membuat mereka semua tertawa

“Sudah mari kita makan sebelum makanannya dingin” Ucap Shin hye mengintrupsi

“Nde” Ucap mereka kompak.

Suasana yang tercipta begitu hangat, mereka makan dengan canda tawa dan senyum kebahagiaan seakan taka da hari esok untuk bahagia.

Mereka tak pernah tahu apa kebahagiaan ini bias terus mereka rasakan atau tidak.

***
Januari  2015

“Yya neo..” Ucapan Shin Hye terhenti karena ia melihat bahkan berhadapan dengan namja yang pernah mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan

“Nonna” Panggil namja itu

“Hyukkie-ah” Ucap Shin Hye lebih kearah gumaman.

“Kau Shin Hye Nonna kan?” Ucap Min Hyuk yang tak percaya

“Annyeong Hyuk..anni annyeong Kang Min Hyuk” Ucap Shin Hye sedikit formal

“Yya Nonna ada apa denganmu kenapa memanggilku seperti itu?” Tanya Min Hyuk sedikit kecewa dengan panggilan Shin Hye

“Annio, lama kita tak berjumpa apa kabarmu?” Tanya Shin Hye datar

“Aku baik Nonna apa kau baik-baik saja?” Tanya Min Hyuk dan melihat penampilan Shin Hye yng sangat cantik malam ini

“Aku baik-baik saja, syukurlah jika kau baik” Ucap Shin Hye dan menghela nafasnya.

“Nonna bisakah kita berbicara sebentar?” Tanya MinHyuk serius

“Jika kau ingin membicarakan Jung Yong Hwa maaf Min Hyuk-ah aku tak bisa” Ucap Shin Hye yang tau akan kemana pembicaraan Min Hyuk

“Nonna” Ucap Min Hyuk sedih

“Kang Min Hyuk” Panggil seseorang dan membuat Shin hye dan Min Hyuk menoleh kearah suara itu.

“Park Shin Hye” Ucap namja itu kaget dengan apa yang ia lihat

“Jong Hyun-ssi” Ucap Shin Hye formal

Jong Hyun yang mendengar Shin Hye memanggilnya formal hanya bias menaikan satu alisnya tanda ia sedang bingung

“Kau terlalu formal” Ucap Jong Hyun

“Annio, aku bukan siapa-siapa jadi aku harus memanggil kau dengan formal” Ucap Shin Hye sinis yang membuat Min Hyuk makin memandang Shin Hye sedih

“Ah mian itu” Ucap Jong Hyun tak enak dan merasa salah

“Annio kau benar, aku harus pergi mian” Ucap Shin Hye dan berusaha pergi dari kedua namja itu

“Tunggu Nonna” Ucap Min Hyuk mencoba mencegah kepergian Shin Hye namun tak berhasil karena Shin Hye sudah berjalan pergi

“Kenapa kau datang kemari” Ucap Mn Hyuk kesal

“Kenapa?” Tanya JongHyun

“Jika kau tak kemari aku pasti bia mendapatkan nomor Shin Hye nonna untuk melihat kehidupannya sekarang bagaimana!” Ucap Min Hyuk marah

“Mianhae” Ucap Jong Hyun menyesal

“Hah gwenchana” Ucap Min Hyuk dan meninggalkan Jong Hyun sendirian

“Mianhe jeongmal mianhae Hyukkie-ah Shin Hye-ah” Gumam Jong Hyun.

***

Shin Hye berjalan dengan pandangan kosong fikirannya dipenuhi dengan masa lalu yangtak ingin ia ingat lagi, tujuannya kemari untuk melupakan masa lalu tapi ia merasa Tuhan tengah mempermainkan takdirnya ataukah Tuhan ingin memberi ia kesempatan untuk mengetahui kebenarannya, entahlah yang pasti ia sangat terluka saat ini.

Shin Hye tanpa sadar melangkahkan kakinya ke taman belakang gedung, ia menginginkan tempat yang tenang setidaknya tempat dimana ia bisa menangis tanpa orang lain tahu, karena ia sangat benci saat orang lain melihatnya menangis.

“Kenapa ? Kenapa aku harus bertemu mereka kembali saat aku bertekat untuk melupakan semua sakit ini Tuhan ? Apa ini cobaan lagi darimu ataukah ini permainan ? Entahlah yang aku tahu kau akan selalu berada disisiku Bukan?” Gumam Shin Hye menumpahkan semua keluhnya.

Shin Hye mencoba menahan air matanya, ia tidak ingin membuat oppanya bersedih dan tahu kalau sekarang ia sedang tersakiti lagi.

“Oppa mianhae aku belum bisa melupakan semua kesakitanku” Gumam Shin Hye lagi

“Omma Appa apa kalian melihatku sekarang ? Mianhae aku belum bisa tersenyum “ Ucap Shin Hye menyesal

Tanpa Shin Hye sadari ada seorang namja  yang tengah mengepal kuat tangannya dan menahan amarah melihat air mata yang jatuh dari mata indah Shin Hye, namja yang tak lain adalah Min Hyuk.

“Eonni mianhae aku baru datang sekarang, mianhae aku tak bisa menghapus lukamu mianhae jeongmal mianhe” Ucap MinHyuk penuh penyesalan.

“Sedang meratapi nasib eoh?” Tanya Woo Bin yang membuatShin Hye dan Min Hyuk kaget dan menatapnya

Woo Bin berjalan mendekati Shin Hye dan mengulurkan sapu tangan kearahnya.

“Gomawo” Ucap Shin Hye dan mengambil sapu tangan Woo Bin

“Hah kau selalu saja menangis kapan aku bisa melihatmu tersenyum?” Tanya Woo Bin

“Ehh?” Ucap Shin Hye tak mengeri

“Haha ada apa dengan wajahmu seperti kerbau yang sedang menahan lapar” Gurau Woo Bin

“Yya Neo!!!” Ucap Shin ye dan memukul lengan Woo Bin

“Yya Appo!!” Ucap Woo Bin dan mengelus-elus lengannya

“Salahmu” Ucap Shin Hye ketus

“Haha kau lucu,biasanya saat aku melihat kau menangis pasti ada namja imut yang datang dan memelukmu” Ucap Woo Bin yang membuat Shin Hye terdiam.

Min Hyuk yang mendengar pembicaraan itu juga diam karena ialah namja yang dimaksud Woo Bin

“Tadi aku lihat dia datang tapi kemana sekarang ia saat kau bersedih?” Tanya Woo Bin

“CUkup bukan urusanmu” Ucap Shin Hye ketus dan bangkit dari duduknya

“Kau ingin lari lagi dari masalah ini Shin Hye-ssi” Ucap Woo Bin yang membuat langkah Shin Hye terhenti

“Bukan urusanmu dan tolong jangan sok tahu dengan urusanku” Ucap Shin Hye tanpa membalik badannya dan melangkah pergi

Woo Bin dengan spontan menarik Shin Hye dan mendekapnya erat.

“Samapai kapan aku takkan terlihat olehmu?” Ucap Woo Bin parau

“Yya neo micheosseo?” Ucap Shin Hye dan berusaha melepas pelukan Woo Bin

“Jebal Shin Hye-ah lihat aku lupakan namja itu dan mulai lembaran baru denganku” Ucap Woo Bin memohon

“Jebal Woo Bin-ah lepaskan aku” Ucap Shin Hye parau

“Annio, aku takkan melepaskanmu sebelum kau menerimaku” Ucap Woo Bin memaksa

“Jebal lepaskan aku” Teriak Shin Hye

BUuukkkkkk satu pukulan mendarat diwajah Woo Bin

Buuuukkk pukulan kedua tepat dipipi Woo Bin lagi membuatnya terjatuh

“Kyyyaaaa Hyukkie ah gemanhae “ Teriak Shin Hye dan memeluk Min Hyuk dari belakang

“Sekali lagi kau memaksa Uri Shin Hye dan memluknya seperti tadi aku takkan segan-segan membunuhmu ingat itu !!!” Acam Min Hyuk dan menarik tangan Shin Hye menjauh dari Woo Bin
Shin Hye hanya pasrah saat Min Hyuk menarik tangannya ia melihat Woo Bin yang masih terduduk ditempatnya dan sesekali menyeka bibirnya, Shin Hye memandang Woo Bin iba.

“Masuk” Ucap Min Hyuk dingin

“Kita ma kemana?” Tanya Shin Hye

“Masuk aku bilang” Ucap Min Hyuk sedikit membentak

“Hyukkie-ah waegeurae?” Tanya Shin Hye tak mengerti

“Jebal Nonna masuklah” Ucap Min Hyuk memohon

Shin Hye yang melihat keputus asaan dalam mata Min Hyuk hanya bisa mengikuti mau Min Hyuk dan memasuki mobil yang ada didepannya

“YYA KANG MIN HYUK!!!” Panggil seorang namja dengan mata memerah menghampiri Min Hyuk

“Hyung” gumam Min Hyuk

“Kau ingin bawa kemana uri Shin Hye” Tanya namja itu yang tak lain Shin Woo

“Shin Woo hyung aku ingin membawa nonna pergi dari tempat ini” Ucap Min Hyuk

“Apa hakmu untuk melakukan itu?” Tanya Shin Woo tepat sasaran

“Hyung ! aku tidak ingin Shin Hye Nonna terluka lagi” Ucap Min Hyuk yang dibalas senyum sinis oleh Shin Woo

“Kau bilang takkan membuat Shin Hye terluka lagi ? lalu kemana kau 2 tahun yang lalu kemana saat namja brengsek itu menyakitinya?” Tanya Shin Woo yang membuat Min Hyuk terdiam

“Mianhae Hyung saat itu aku tak ada disisi Shin Hye nonna” Ucap Min Hyuk penuh penyesalan

“Tapi saat ini sekarang aku ingin membawa Shin Hye Nonna pergi dari tempat ini, tempat dimana ia akan mendapatkan luka lagi” Ucap Min Hyuk

“Annia Hyukkie-ah kau harus membiarkan Shin Hye melihat ini sampai akhir” Ucap Shin Woo

“Tapi Hyung didalam bukankah akan ada pengumuman yang akan membuat Shin Hye makin terluka?” Bantah Min Hyuk

“Na arra” Ucap Shin Woo dengan santai

“Hyung kau ?!” Ucap Min Hyuk sedikit ta terima

“Uri Sin Hye adalah gadis yang kuat yang sangat tau dimana ia bisa melepas kesedihan dan kebahagiaan secara bersama, biarlah dia melihat ini sampai akhir biarkan ia berdamai dengan masa lalunya, biarkan ia melihat akhir dari cinta yang masih ia rasakan dan biarkan ia kembali menjadi Shin Hye yang sangat aku rindukan Hyukkie-ah” Ucap Shin Woo dengan mata yang berkaca-kaca

“Tapi Hyung, Yong Hwa akan..” Uapan Min Hyuk terpotong dengan tepukan dipundaknya

“Gwenchana aku tahu apa yang aku lakukan, kalaupun ini akhir yang menyedihkan aku ingin Shin Hye sendiri yangmelihat dan membuang semua kenangan, masih ada aku oppa nya yang akan menyeretnya dari keterpurukan bukankah kau kembali untuk membantu itu semua Hyukkie-ah?” Tanya Shin Woo dan membuka pintu mobil Shin Hye

“Keluarlah” Uca Shin Woo

“Oppa” PAnggil Shin Hye lalu  turun dari mobil dan memeluk Shin Woo erat

“Gwenchana aku tahu kau kuat” Ucap Shin Woo meyakinkan

“Liat ini sampai akhir setelah itu kau yang memutuskannya jangan lari lagi Shinjie-ah jangan menjadi pengecut” Ucap Shin Woo lembut

“Hmm arra aku akan mencobanya” Ucap Shin Hye dan menghapus air matanya

“Kajja kita masuk kau harus memperbaiki make up mu kau terlihat seperti badut” Gurau Shin Woo

“YYA OPPA!!” kesal Shin Hye dan memukul lengan Shin Woo

“Kajja Hyukkie-ah” Ucap Shin Hye dan menarik tangan Min Hyuk

“Aku harap semuanya akan baik-baik saja” Gumam Min Hyuk

***

Mereka telah sampai lagi didalam gedung Sin Hye berpamitan ketoilet untuk membenarkan make upnya yang sedikit luntur akibat ia menangis tadi.

“Ahh aku harus cepat kalau tidak acara inti akan mulai” Ucap Shin Hye dan bergegas masuk kedalam toilet.

Hampir 10 menit Shin Hye didalam toilet ia membenarkan semua make up yang sudah luntur dan sedikit menebalkan riasan pada matanya agar tidak terlihat bengkak.

Saat sudah dirasanya cukup Shin Hye melangkahkan kakinya keluar toilet dengan senyuman yang sedikit dipaksa, saat belokan menuju aula gedung tempat pesta diadakan ia tak sengaja menabrak seseorang hingga badannya limbung kebelakang

“Apa aku sudah pingsan kenapa tidak terasa sakit” ucapnya dan mencoba membuka matanya
Ternyata ia tak jatuh kelantai melainkan berada dipelukan seorang namja yang sangat ia cintai namja yang telah membuat hatinya berlubang cukup dalam.

“Shin Hye-ah” Ucap namja itu

“Jung Yong Hwa?” Ucap Shin Hye tak percaya

“Shin Hye-ah” ucap Yong Hwa dan memeluk Shin Hye

Shin Hye merasakan sesak didadanya saat Yong Hwa memeluknya dengan erat, perasaan bahagia yang diiringi luka sangat dalam keskitan yang dapat membuat semua badannya remuk.

“Hah Shin Hye-ah kau , akhirnya akhirnya aku menemukanmu” Ucap Yong Hwa dan melepas pelukannya

“Neo gwenchana?” Tanya Yong Hwa dan memegang kedua pipi Shin Hye yang hanya diam dan menatapnya tajam sarat akan kesedihan

“Shin Hye-ah” Ucap Yong Hwa lirih saat menatap mata Shin Hye yang penuh akan kesakitan

“Maaf tuan apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Ucap Shin Hye dingin yang membuat Yong Hwa merasakan kekeringan ditenggorokannya dan kesakitan amat dalam dihatinya.

“Shin Hye apa kau masih marah?” Tanya Yong Hwa hati-hati

“Maaf apa yang harus membuat saya marah?” Tanya Shin Hye seolah benar-benar melupakan Yong Hwa

“ Aku Jung Yong Hwa” Ucap Yong Hwa sedih

“Ah mianhae kau Jung Yong Hwa putra pemilik universitas Jung tempat aku kuliah dahulu dank kau Jung Yong Hwa murid bagian music apa aku salah?” Tanya Shin Hye berusaha menahan air matanya dan mengepal jaarinya kuat hingga kuku-kukunya memutih

“Mianhae, jeongmal mianhae Shin Hye-ah jebal” Ucap yong Hwa dengan air mata yang sudah membasahi pipinya

“Jebal Yong jangan menangis aku mohon” batin Shin Hye

“Maaf aku harus pergi” Ucap Shin Hye dan melangkah meninggalkan Yong Hwa yang masih terus menggenggam tangan Shin Hye membuat Shin Hye tertahan dilangkah pertamanya

“Jebal mianhae aku bersalah padamu aku benar-benar menyesal” Ucap Yong Hwa lagi

“Setelah apa yang kau perbuat kenapa kau baru meminta maaf sekarang?” Tanya Shin Hye

“Aku..” Ucapan Yong Hwa terpotong dengan panggilan seorang yeoja

“Yonghwa-yah” Panggil seorang Yeoja yang membuat Shin Hye dan Yong Hwa menengok kearahnya

“SeoHyun?” Ucap Shin Hye tak percaya

“Shin Hye-ssi” Ucap SeoHyun sedikit terkejut dan berusaha mengubah mimic mukanya.

“Yong kita sudah ditunggu pengumuman pernikahan kita sebentar lagi” Ucap SeoHyun dan menatap tajam kearah Shin Hye

“YYA SEO JU HYUN!!” Ucap Yong Hwa

“Yaa oppa kenapa kau membentakku eoh?” Tanya SeoHyun tak terima

“Jebal pergilah aku harus berbicara dengan Shin Hye” Ucap Yong Hwa masih menggenggam tangan Shin Hye yang maih diam terpaku dnegan ucapan SeoHyun

“Annio aku akan tetap membawamu acara kita akan segera dimulai” Kekeh SeoHyun

“Jebal” Ucap Yong  Hwa memelas

“Hyung SeoHyun cepatlah acara akan..” Ucapan Jung Sin terhenti saat melihat Shin Hye yang berada ditengah-tengah Yong Hwa dan SeoHyun

“Shin Hye” Ucap Jung Shin yang mampu membuyarkan lamunan Shin Hye

“Jung Shin-ah Yong Hwa tidak mau pergi” Ucap SeoHyun mencoba mengadu pada Jung Shin

“Shin Hye Nonna” Panggil MinHyuk

“Hyukkie-ah” Ucap semua yang ada disana

Min Hyuk datang bersama dengan JeongHyun dibelakangnya.

“Hyukkie-ah” Panggil Shin Hye lirih dan menatap Min Hyuk mencoba meminta pertolongan

“Jeong Hyun oppa Yong Hwa tak ingin naik kepangung karna yeoja nappeun itu” Rengek SeoHyun kepada Jeong Hyun yang datang

“Yong” Panggil Jeong Hyun

“Cukup Hyung” bentak Min Hyuk kepada Jeong Hyun yang membuat semuanya kaget dan menatap Min Hyuk

“Yong Hwa Hyung lepaskan uri Shin Hye” Ucap min Hyuk dan menarik Shin Hye kedekapannya
“Aku sudah muak dengan kalian yang terus saja menyakiti Shin Hye, tidak cukupkan selama dua tahun ini kalian menghancurkan hatinya? Belum cukupkah dramamu SeoHyunssi kaulah yeoja nappeun bukan Shin Hye” Ucap Min Hyuk menggebu-gebu

“YYA KANG MIN HYUK JAGA UCAPANMU” bentak jeong Hyun

“Kau fikir aku tidak tahu ulahmu Hyung jangan coba membentakku dan jangan coba mengusikku, kau tahu aku mengetahui tindakan busukmu yang membuat Shin Hye Nonna kecelakaan 2 tahun lalu dan membuat sandiwara dengan SeoHyun untuk membuat Yong Hwa membenci Shin Hye, dan kau jung Shin kau mengetahui semua tapi kau tak memberitahuku ataupun Yong Hwa, dan kau Yong Hwa Hyung kau laki-laki pengecut yang menyalahkan Shin Hye tanpa tahu kejadian sebenarnya dan meninggalkan Shin Hye begitu saja saat dia sedang sangat terpuruk!!!” Ucap min Hyuk mengeluarkan semua rahasia yang ia pendam

“Ba..ba…bagaimana bisa” Ucap Jeong Hyun gugup.

“Cukup Hyukkie-ah” Ucap Shin Hye

“Annio Eonni kau harus tahu kebenaran yang bahkan kau tak pernah tau!” ucap Min Hyuk

“Hyukkie cukup aku tidak kuat” Ucap hin Hye berpegangaan kepada Min Hyuk

“2 Tahun yang lalu tepat bulan maret kau Jeong Hyun…………”

****
Huaaa panjang bukan ?
Cerita ini hanya ada 2 part saja dan maaf jika terlalu kecepatan alurnya.
Dari awal sudah saya katakana ini sad ending hueeee , bagi kalian yang mengharakan happy ending ya saya akan berikan tapi happy ending menurutsaya hehe
Mohon kritik dan sarannya terimakasih kalian yang mau membacanya, love you all …

Rabu, 01 Juli 2015

Don't Love Me !! (Part 4)



Don’t Love Me !! (Part 4)

Author:
-Zaharah

Main Cast:
-Park Shin Hye
-Jung Yong Hwa
-Kim Woo Bin

Genre:
Sad Romance

Blogger:
zaharaharifin.blogger.com

Nama pemain autor gunakan hanya untuk keperluan cerita dan tidak ada sangkut paut dengan kehidupan nyata, cerita ini hanya fiktif belaka dan murni pemikiran autor tidak ada plagiat dari manapun. Mohon komentar dan kritiknya terimakasih, selamat membaca readers.


*****

Sebelum aku pergi aku ingin membuat semua orang tersenyum, membuat mereka bahagia, itu janjiku - Shin Hye


"Oppa bagaimana ini ?" Ucap Shin Hye pada Shin Woo
"Ada apa ?" Ucap Shin Woo
"Aku bingung oppa, seorang namja mengatakan ia mencintaiku" ucap Shin Hye dengan raut wajah yang sedih
Shin Woo yang melihat itu hanya tersenyum dan menarik dagu Shin Hye agar melihatnya.
"Shinjie-ah apa kau mencintai namja itu" tanya Shin Woo
"Entahlah.." jawab Shin Hye tak berani menatap mata Shin Woo
"Shinjie-ah aku tahu dengan jelas gadis kecilku itu seperti apa, kau mencintainya bukan ? Lalu kenapa kau tak menerimanya?"
"Oppa apa kau lupa aku hanya mencintaimu"
"Yeoja pabo, sebesar itukah rasa sakit hatimu dan rasa bersalahmu ?"
"Annio, aku hanya mencintaimu oppa dan kau tahu aku menjagamu melindungimu dari yeoja yeoja genit yang berusaha mendekatimu" ucap Shin Hye menggebu-gebu
Shin Woo yang melihat Shin Hye seperti itu hanya bisa menatapnya sedih. Sebelum iya pergi sempat ia meminta kepada gadis kecilnya ini untuk melupakan masalalu dan melepas semua kebencian yang ada dihatinya.
"Kau tahu ? oppa sangat mencintaimu"
"Hmm arra!" Jawab Shin Hye mantap dan tersenyum kearah Shin Woo
"Kau mencintai oppa karna kau merasa bersalah karna eonnimu tak pernah kembali pada kita ?" Tanya Shin Woo yang membuat senyum indah diwajah Shin Hye perlahan memudar
"Oppa" ucap Shin Hye lirih
"Kau tak perlu melakukannya lagi Shinjie-ah" ucap Shin Woo yang mampu membuat Shin Hye terpaku dan menatap dalam wajah Shin Woo
"Oppa sudah bahagia disini, oppa akan menunggu eonnimu sampai ia datang menemui oppa" ucap Shin Woo dan tersenyum lembut kearah Shin Hye
"Oppa apa kau yakin eonni akan kembali?" Tanya Shin Hye ragu
"Nde oppa sangat yakin Shinjie-ah, sebentar lagi ia akan menemuimu dan akan membuat hidupmu berwarna termaksud namja itu" ucap Shin Woo dan mengelus pucuk rambut Shin Hye
"Aku tak bisa bersamanya oppa aku tak ingin menyakitinya dengan meninggalkannya dan aku tak ingin merasa sakit hati lagi oppa" jujur Shin Hye
"Buanglah rasa takutmu dan melangkahlah kedepan kau harus bangkit dan memulai hidupmu lagi jangan pernah kau dikalahkan bayang-bayang namja brengsek itu. Shinjie-ah lihat kedalam matanya dan rasakan tak akan ada kebohongan yang bisa ditutupi oleh pancaran mata kau akan mengetahui apakah ia tulus atau tidak" ucap Shin Woo
"Oppa" hanya kata itu yang mampu diucapkan Shin Hye dan sebuah pelukan yang ia berikan kepada Shin woo. 

"Oppa saranghae, nomu nomu saranghae" Ucap Shin Hye dan memeluk erat Shin Woo

"Nado saranghae uri Shinjie" Ucap Shin Woo dan membalas pelukan Shin Hye

Perlahan Shin Woo melepaskan pelukannya dan mencium lembut kening Shin Hye.

***

"Oppa gomawo" Ucap Shin Hye saat terbangun dari tidurnya

Shin Hye yang tahu jika Shin Woo datang kedalam mimpinya hanya untuk mengunjungi dan memberikannya masukan hanya bisa tersenyum kearah figuran fotonya bersama Shin Woo saat Shin Woo lulus dari sekolahnya.

"Shinji-aaaahhh" Teriak Nyonya Park memanggil putri kesayangannya

"Nde Eomma aku datang" Ucap Shin Hye dan berlari kearah meja makan

"Yya hati-hati chagi-ah" Ucap Tuan Park yang hanya dibalas cengiran Shin Hye

"Eomma Appa kalian tahu hari ini aku bahagiaaaa sekali" Ucap Shin Hye

"Wae? namja mana yang membuat putri Appa sebahagia ini?" Tanya Tuan Park

"Haissh Appa ! Aku bertemu Shin Woo Oppa dalam mimpiku" Ucap Shin Hye antusias

Nyonya dan Tuan Park yang mendengar pengakuan Shin Hye sedikit tersenyum dan menatap iba kearah putrinya

"Haishh, tatapan apa itu? aku baik-baik saja. Oppa hanya memintaku memulai hidup yang baru dan ia mengatakan mencintai kalian berdua" Ucap Shin Hye dan memakan sarapannya.

"Jinja? tapi kenapa ia tak pernah hadir dimimpi eomma?" Ucap Nyonya Park berusaha menghilangkan kesedihannya

"Karena eomma tidur bersama appa" Ucap Shin Hye cuek

"YYA!! apa maksudmu eoh?" Tanya Tuan Park

"Shin Woo oppa bilang, appa terlalu genit jika sudah bertemu eomma makanya ia malas datang kemimpi eomma" Ucap Shin Hye seraya menggoda appanya

"Haish kalian benar-benar" Ucap Tuan Park dan tertawa senang

"Sudah makanlah nanti kalian telat" Ucap Nyonya Park dengan senyuman diwajahnya.

"Nde Eomma" Ucap Tuan Park dan Shin hye bersamaan

***

Shin Hye yang sudah berada digerbang sekolah nampak ragu untuk melangkah kedalam kelasnya.
Beberapa kali ia menghela nafas dan berusaha menghilangkan fikiran negatif yang ada difikirannya.

"Kau kenapa tidak masuk?" Ucap seorang namja yang sudah berdiri dibelakang Shin Hye

Shin Hye yang sadar siapa pemilik suara itu hanya bisa menghela nafas dan melangkah menuju kegedung sekolah tanpa menoleh kearah sang pemilik suara.

"YYA !!" Teriak namja itu

"Kau mengabaikanku chagi-ah" Ucap namja itu namun tak dipedulikan oleh Shin Hye

"Yya yeobo" Ucap Namja itu sukses membuat Shin Hye berhenti dan menoleh kearahnya.

Ada senyum yang terpancar dibibir namja itu

"YYA JUNG YONG HWA KAU INGIN MATI EOH?" Bentak Shin Hye

"Hahah kau lucu chagi-ah" Ucap Yong Hwa dan memeluk Shin Hye

"YYA neo!!" Ucap Shin Hye dan mendorong Yong Hwa menjauh

"Bagaimana dengan tawaranku kemarin?" tanya Yong Hwa seketika

"Aku tak bisa Yong dan aku meminta padamu Yong Don't Love Me !!" Ucap Shin Hye mantap dan berlalu meninggalkkan Yong Hwa yang termenung dengan ucapan Shin Hye yang memintanya untuk tak mencintai Shin Hye

"ARGGGHHH kau membuatku gila Shin Hye-ah" Ucap Yong Hwa dan mengacak-acak rambutnya

***

Jam pelajaran terasa lama untuk Shin Hye, ia sudah tidak tahan denga Yong Hwa yang terus memandanginya. Sebenarnya ada rasa senang yang ia rasakan dengan perhatian Yong Hwa namun lagi-lagi egonya menuntut ia mengabaikan Yong Hwa, ia tidak mau tersakiti lagi dan ia juga tak mau Yong Hwa sedih saat ia harus meninggalkannya sendiri.

Tiba-tiba dada Shin Hye terasa sakit, keringat dingin keluar semakin banyak membasahi pelipis dan lehernya, wajah Shin Hye yang tadinya segar berubah pucat pandangannya mulai kabur.

"Aigoo kenapa disaat seperti ini harus terasa" batin Shin Hye dan memegang dadanya

"Neo Gwenchana?" Tanya Yong Hwa dan memegang tangan Shin Hye

Ada perasaan hangat yang mengalir ditubuh Shin Hye perlahan ia melihat Yong Hwa dan tersenyum

"Na Gwenchana Yong" Ucap Shin Hye lemah

"Anio aku akan membawamu ke UKS" Ucap Yong Hwa dan menarik tangan Shin Hye

"Aku bilang aku tak apa" Ucap Shin Hye ketus dan melepaskan tangan Yong Hwa kasar

"Sebenarnya kau ini kenapa? jika kau tak ingin menerima perasaanku tak apa tapi berhentilah bersikap kau kuat itu terlihat menyedihkan!" Ucap Yong hwa keras membuat seisi ruangan menoleh kearah mereka

Yong Hwa yang diliputi rasa khawatir dan marah tanpa  ia sadari membentak Shin Hye dan membuat gadisnya itu terkejut, ada rasa sesal setelah mengatakan itu, tapi ia hanya tak habis fikir dengan gadisnya ini yang terlampau keras kepala.

"Kalian jika tak ingin mengikuti pelajaranku pergilah keluar !!" Bentak Choi seongsaenim

"Mian" ucap Shin Hye lirih

Shin Hye yang terkejut dengan ucapan Yong Hwa dengan sisa tenaganya berusaha keluar dan berlari namun apa daya tubuhnya yang lemah hanya bisa berjalan lemah dan terus memegangi dadanya.

Sebelum Shin Hye sampai diujung pintu iya merasakan pandangannya memudar sakit didadanya begitu hebat hingga rasanya iya sudah tak kuat berjalan.

"Inikah akhir hidupku oppa?" Tanya Shin Hye dalam gumamannya

**brukkk

Tubuh Shin Hye jatuh tepat diambang pintu semua murid yang melihatnya sontak terkejut tidak terkecuali Yong Hwa.

Woo Bin yang berniat mengembalikan buku yang ia pinjam keperpustakaan melihat Shin Hye yang terjatuh bergegas berlari dan menghampiri Shin Hye

"YYA PARK SHIN HYE" teriak Woo Bin panik

Darah segar keluar dari hidung Shin Hye

"Shinjie-ah jebal ini tidak lucu eoh" teriak Woo Bin dan mengguncang tubuh Shin Hye

"Shin Hye-ah" panggil Yong Hwa lirih saat melihat darah dihidung Shin Hye

Tanpa berfikir panjang Yong Hwa mengambil tubuh Shin Hye dari dekapan Woo Bin dan mengangkatnya pergi keparkiran.

Woo Bin yang sempat terkejut kini berdiri dan berlari mengejar Yong Hwa yang membawa tubuh Shin Hye pergi.

Woo Bin dan Yong Hwa berjalan cepat menuju parkiran, Woo Bin membukakan pintu belakang mobil untuk memberi akses mudah Yong Hwa menaruh tubuh Shin Hye

"Yong kita ke seoul hospital ne" ucap Woo Bin mengintruksi Yong Hwa

"Kenapa kesana itu rumah sakit khusus penderita penyakit mematikan" ucap Yong Hwa heran

"Cepatlah aku tak bisa menjelaskannya sekarang atau kita akan kehilangan Shin Hye" ucap Woo Bin kesal

Tanpa banyak bicara lagi Yong Hwa melajukan mobilnya ke arah seol hospital, sementara Yong Hwa mengemudi dengan cepat sesekali ia melirik kearah sepion dan melihat kondisi Shin Hye, Woo Bin yang masih terus menatap Shin Hye dari kursi penumpang depan merogoh ponselnya berniat memberi tahu keadaan Shin Hye pada Nyonya Park.


"Yeobosseo eomma"

"...."

"Eomma Shinjie eomma"

"..."

"Shinjie pingsan dan sekarang kami sedang menuju seol hospital"

"..."

"Nde eomma, tenanglah Shinjie yeoja yang tangguh ia akan baik-baik saja"

"..."

"Eoh"


Yong Hwa memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu rumah sakit dan bergegas membawa Shin Hye keruang ICU.

***

Semua sudah berkumpul didepan ruang ICU dan menunggu dokter yang memeriksa Shin Hye keluar.

Tak lama pintu ruangan terbuka dan menampilkan seorang dokter yang tampan namun asing untuk Nyonya dan Tuan Park.

"Usia-nim bagaimana keadaan uri Shin Hye?" Tanya tuan Park

"Apa anda keluarga dari Shin Hye agassi ?" Tanya dokter tersebut

"Nde saya appa nya dan ini eommanya" ucap Tuan Park Sopan.

"Baiklah mohon ikut saya keruangan saya dan untuk sementara keadaan Shin Hye masih kurang stabil" ucap Usianim dan berjalan keruangannya.

***

Shin Hye sudah dipindahkan keruang VIP untuk perawatan insentif, banyak alat yang melekat pada tubuh Shin Hye, bahkan kulit Shin Hye yang biasanya putih bening dan cerah berubah menjadi putih pucat.

"Shinjie-ah sadarlah sayang eomma tidak kuat melihatmu seperti ini" Ucap Nyonya Park

"Eomma tenanglah aku percaya Shin Hye akan kuat" Ucap Woo Bin menenangkan Nyonya Park

Yong Hwa yang hanya bisa melihat kesedihan Nyonya Park dan Woo Bin hanya bisa diam tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

"Shin Hye-ah" Ucap Yong Hwa lirih

Tak terasa air mata sudah jatuh dipipi Yong Hwa, ada rasa bersalah saat ia mengingat perkataannya yang menyebut Shin Hye menyedihkan bahkan sekarang ialah yang terlihat menyedihkan.

"Tuhan aku mohon apapun cobaan ini kuatkan Shin Hye" Batin Yong Hwa.

***

Tuan Park memasuki ruangan dengan gontai dan pandangan kosong, ia masih terngiang ucapan Usia-Nim diruangannya barusan.

Flash back ON

"Shin Hye Agassi harus segera mendapatkan donor jantung yang tepat Tuan, jika dibiarkan saja aku hanya bisa memprediksi hidupnya tak lebih dari sebulan" Ucp Usia-Nim berat

"Kau pasti bercanda bukan, bahkan Kim Usia mengatakan Shin Hye bisa bertahan satu tahun lagi" Ucap Tuan Park geram

"Nde itu kondisi awalnya jika Shin Hye teratur meminum obatnya dan tak ada penekanan di batinnya, saya bisa mensimpulkan kerusakan jantung yang diderita Shin Hye bukan karena bawaan dari lahir ada sesuatu yang pernah menancap dijantungnya, bukan begitu Tuan Park?" Tanya usia-nim yang mampu membuat Tuan Park melotot.

Karena kejadian Shin Hye hanya beberapa orang yang tahu, bahkan Kim usia harus berbulan-bulan merawat Shin Hye baru bisa tahu kejadian sebenarnya, tapi dokter muda ini bisa memprediksikan dengan tepat.

"Nde Taecyeon usia kau benar" Ucap Tuan Park dan menghela nafas panjang

"Kalau saya boleh tahu apa sebenarnya yang terjadi Tuan" Ucap Taecyeon

"2 Tahun yang lalu Shin Hye dan Oppanya mengalami kecelakaan tunggal saat di jeju, kecelakaan itu menyebabkan Shin Woo meninggal dan membuat Shin Hye mengalami luka yang cukup parah, retak tulang belakang dan depan, benturan keras dikepala membuatnya harus dioprasi 2 kali, tulang disekitar jantung retak dan retakannya itu ada yang menancap pada jantungnya, awalnya kami berfikir akan kehilangan kedua anak kami tapi Tuhan berkata lain Shin Hye bisa melewati masa krisisnya namun kebahagian itu tak lama karena kabar lain yang membuat kami terpuruk lagi Shin Hye harus rutin menjalani terapi dan harus meminum obat-obatan untuk menstabilkan kinerja jantungnya yang bocor dan memperlambat kerusakan lainnya." Terang tuan Park

"Separah itu kecelakaan yang dialami Shin Hye Tuan, baiklah saya akan berusaha sekuat tenaga saya dan akan mencari donor yang cocok untuk Shin Hye" Ucap Taecyeon usia membuat semangat Tuan park kembali

"Tapi saya mohon pastikan obatnya diminum teratur dan kemo setiap minggu jangan pernah terlewatkan" Ucap Taecyeon kembali yang dibalas anggukan oleh Tuan Park

Flash back Off

"Yeobo apa kata usia nim?" Tanya Nyonya Park yang membuyarkan lamunan Tuan Park

"Kau tenanglah Shin Hye akan bangun sebentar lagi dan kata usia nim Shin Hye hanya kelelahan" Ucap Tuan Park mencoba menenangkan istrinya

"Jeongmalyeo?" tanya Nyonya Park

"Nde" Ucap Tuan Park seraya tersenyum.

Woo Bin yang melihat Tuan dan Nyonya Park sudah berada diruangan pamit pergi dan menarik Yong hwa keluar ruangan, ia tahu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan.

"Yong-ah" Ucap Woo Bin menghancurkan lamunan YongHwa.

Mereka sudah keluar dari rumah sakit dan sedang duduk di cafe dekat dengan rumah sakit

"Woo Bin-ah apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Yong Hwa yang di tanggapi dengan helaan nafas dari Woo Bin

"Shin Hye hanya sedikit mengalami trauma dikepalanya karena kecelakaan 2 tahun lalu Yong, ia akan seperti ini jika kelelahan" Ucap Woo Bin berusaha meyakinkan Yong Hwa

"Kau sedang tidak berbohong kan?" Tanya Yong Hwa

"Itu yang aku tahu kau bisa tanya langsung jika Shin Hye sudah keluar rumah sakit nanti" Ucap Woo Bin dan meninggalkna Yong Hwa sendiri dengan fikirannya.

***

"Yeobosseo?" Ucap taecyeon

"...."

"Kau dimana eoh?"

"...."

"Chagi-ah bukankah aku sudah berkali-kali bilang kau tak perlu bekerja"

"..."

"Jungie ah jebal kali ini turuti mauku"

"...."

"YYA HAM EUNJUNG KAU WANITAKU DAN TAK ADA YANG AKU BUTUHKAN DARIMU KECUALI CINTAMU!!" Teriak Taecyeon kepada orang disebrang sana

"..."

"Mian Jungie-ah kau harus pulang sekarang ada yang ingin aku katakan padamu"

"..."

"Ini tentang Shinjiemu"

"..."

"Nde aku tunggu" Ucap Taecyeon mengakhiri panggilannya

"Kenapa kau tak bisa mengerti aku dan kenapa kau keras kepala sekali, tidak kau tidak adikmu itu sama saja" Dumel Taecyeon

***
Eunjung Pov

"Yeobosseo?"

".."

"Aku dicafe dekat taman"

"..."

"Ini Cafe yang aku buat untuk Shinjie dan aku harus mengelolanya agar bisa besar dan Shinjie akan bangga padaku oppa"

"..."

Tidak aku harus tetap bekerja, lagi pula kau sudah banyak membantuku oppa, aku tak tahu harus membalasmu dengan bagaimana, aku terlalu malu padamu oppa aku seperti parasit bahkan aku tak bisa mengembalikan apa yang kau berikan padaku selama ini'

".."

"Oppa kau menakutiku"

"..."

"Aku pulang malam hari ini oppa aku tidak bisa bertemu sekarang"

"..."

"Kenapa kau tak katakan lebih awal setengah jam lagi aku akan menemuimu oppa"

"..."

Seketika hatiku berdetak kencang bukan karena bentakan Taecyeon tapi karena ia berkata ingin berbicara mengenai Shinjie, oh tuhan apa ini saatnya aku datang dan memeluknya, apa dia akan menerimaku? Sungguh aku takut jika ia membenciku.

Aku langkahkan kakiku kedalam rumah dan aku dapati Taecyeon yang sedang melamun dan matanya memerah, tunggu bukankah ia akan bersikap seperti itu jika ada masalah dengan ku ? haii apa perkataanku tadi sungguh menyakitinya, apa dia akan meninggalkanku? bahkan aku belum berani bertemu Shin Hye dan kali ini apa dia akan meninggalkanku ?

Eunjung Pov End

***

Kini Eunjung berdiri tepat didepan kamar Shin Hye, Ia memandangi wajah tenang Shin Hye ada rasa takut yang menjalar ditubuhnya, takut akan semua kenyataan yang akan dia jalani.

"Permisi nona apa kau ingin masuk kedalam?" Tanya seorang suster

"Annio" Ucap Eunjung cepat dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu

"Jungie" panggil seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Nyonya Park

Eunjung yang mengenali suara itu membalikkan badannya mengarah ke Nyonya Park

"Jungie apa itu kau?' Tanya Nyonya Park lagi

"Nde Eomma ini aku" Ucap Eunjung lirih

Nyonya Park yang terkejut dengan pengakuan Eunjung hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya dan air mata tak kuasa lagi bertahan dipelupuk matanya dan membasahi pipi Nyonya Park

"Dasar yeoja pabo, kemana saja kau selama ini eoh?' Tanya Nyonya Park dan memukul-mukul Eunjung lemah

"Mianhae Eomma" Ucap Eunjung dalam isakannya

"Kau tahu yeoja pabo bagaimana kami menantikanmu eoh? kau pergi dan tak pernah mengabari kami lagi, kau hilang bahkan kami mencarimu tapi hasilnya nihil, apa kau tahu betapa tersiksanya kami " Ucap Nyonya Park

Eunjung hanya bisa menangis dan berusaha memeluk Nyonya Park

 "Eomma mianhae " Ucap Eunjung menahan tubuh Nyonya Park yang akan limbung kelantai

"Kau jahat Jungie-ah kau jahat" Ucap Nyonya Park lagi

"Nde eomma aku tahu itu" Ucap Eunjung

"Kau membiarkan Shinjie tumbuh tanpa kasih sayangmu, kau membiarkan Shin Woo sendiri menghadapi ribuan pertanyaan Shin Hye dan sekarang apa yang kau lakukan kau biarkan Shin Hye didalam sendiri eoh?" Tanya Nyonya Park lagi

"Aku takut eomma, mian aku berusaha kabur ketempatmu tapi selalu gagal" Ucap Eunjung lagi

"Kau tau Jungie Shin Hye selalu menyebut namamu setiap kali dalam tidurnya bahkan ia selalu menyebut namamu saat ia terbangun dari tidurnya, taukah kau betapa hancurnya hati kami melihat Shin Hye menangis tiap malam dan berusaha ceria didepan kami, bahkan saaat itu ia masih kecil namun mengerti dengan semuanya" Tutur Nyonya Park

"Mianhae eomma mian untuk kesulitan selama ini aku berjanji akan mengubah semuanya" Ucap Eunjung dan memeluk erat Nyonya Park

Kedua wanita itu menangis dalam dekapan masing-masing, melepaskan rindu dan kekesalan dalam hatinya, mereka menumpahkan semua pilu yang mereka jalani selama ini.

Adegan itu tak luput dari pandangan dua namja yang sangat mencintai masing-masing perempuan itu Tuan Park dan Taecyeon.

"Anda tahu usia nim, tak ada hal paling berharga dibanding keluarga" Ucap Tuan Park

"Nde, dan orang yang kita cintai sepenuh jiwa" Ucap Taecyeon

"Jadi sejak kapan kau mengenal Eunjung?" Tanya Tuan Park

"7 Tahun lalu saat ia akan dijual disalah satu bar oleh orang tua angkatnya" Ucap taecyeon mengagetkan Tuan Park

"Mwo?" Pekik Tuan Park

"Saya membelinya dari orang tuanya karena saya tak tega melihat air matanya, hati saya terasa tercabik dan sakit saat itu, padahal saya masih bocah ingusan tapi entah kenapa rasa ingin memilikinya begitu besar, hingga saat ini saya terus menjaganya" Ucap taecyeon

"Kau namja yang baik" Puji Tuan Park

***

"Shinjie-ah ireona" Ucap Eunjung yang sudah berada didalam ruangan Shin Hye

"Kau tak rindu pada eonnimu ini chagi? kau bahkan belum memarahiku, kenapa kau seperti ini eoh?" Tanya Eunjung lagi

"Shinjie-ah kau berjanji akan baik-baik saja tapi apa yang eonni dapati sekarang kau bahkan mengabaikan eonni yang sudah datang" Rengek eunjung lagi

"Jebal Shinjie-ah mianhae mianhae jeongmal mianhae, jebal ireona" Isak Eunjung dan memeluk tubuh Shin Hye

***

Sudah hari kesepuluh Yong hwa tak melihat kehadiran Shin Hye didalam kelas, bahkan ia sendiri terlihat sangat mengenaskan, rambut acak-acakan pandangan yang kosong, sungguh Shin Hye yeoja menyebalkan dan sok kuat itu telah meluruh lantahkan hatinya dan kehhidupannya sekarang.

Yong Hwa terkadang datang ke rumah sakit untuk menjenguk yeojanya itu, tapi selalu saat ia melihat tubuh terbaring Shin Hye ia akan menangis dan tak akan kuat lama-lama berdiri dn ini sudah hari kesepuluh sejak kejadian di kelas ini.

"Hyung kau baik-baik saja?" Tanya Hyukkie

"Hyung mari kita pergi jalan-jalan eoh" Ajak Jung shin

"kalian pergilah aku ingin pergi kerumah sakit" Ucap yong hwa

"Kami ikut" ucap Krystal

"Untuk?" tanya Yong Hwa

"Untuk makan ramen" Ucap Krystal malas

"Kau bodoh Yong kami ikut untuk menjenguk" Ucap Ji Woon

"Baiklah" jawab Yong Hwa singkat dan berlalu dari kelas diikuti teman-tamannya

***

"Bagaimana kalau aku yang mendonorkan jantungku oppa?" Tanya Eunjung seketika pada Taecyeon

"Kau gila eoh?" Tanya Taecyeon

"Annio, aku tak tahan melihat Shinjie seperti ini oppa" Jawab Eunjung

"Kau bodoh kalau ia tahu kau nekat apa ia tak akan berfikir pendek dan akan menyusulmu kelak eoh?" Ucap Taecyeon yang dihadihi tatapan tajam Eunjung

"Aku mengenalmu Jungie ah dan sedikit banyak aku pastikan sifatmu dan adikmu itu sama" Ucap Taecyeon lagi

Eunjung yang tak akan menang berdebat dengan Taecyeon hanya bisa menghela nafas dan kembali mengelus kepala Shin Hye.

Pintu kamar Shin Hye terbuka dan mendapati beberapa orang yang ingin masuk

"Permisi nonna saya ingin menjenguk Shin Hye lagi dan maaf aku membawa banyak teman Shin Hye" Ucap Yong Hwa sopan

"Nde kemarilah dan ajak Shin Hye berbicara" Ucap Eunjung ramah dan memberikan senyuman pada teman-teman Shin Hye

"Gomawo nonna" Ucap Hyukkie yang dibalas anggukan oleh Eunjung.

"Shi Hye-ah jebal ireona" Ucap yong Hwa lirih

"Annyeong nonna kau masih tertidur eoh?  Tidakkah kau rindu padaku ? Ah aku akan membelikanmu ice cream vanilla jika kau bangun nanti dan aku akan menemanimu bermain aku janji nonna" Ucap Hyukkie berusaha ceria melihat keadaan Shin Hye

"Shin hye-ah kau tidak berfikir dirimu sekarang semakin jelek saja" Ucap krystal berusaha sejutek mungkin

"Kau harus mempertanggung jawabkan semua rencanamu Park Shin Hye, kau membuatku malu didepan Kim Woo Bin" Ucap Ji Woon

"Kau yeoja tangguh mari kita bertanding jika kau sudah bangun" Ucap Jung Shin

"Kau akan aku bawakan coklat dan bungan aku akan membuat semuanya romantis untukmu " Ucap Jong hyun yang mendapat tatapan tajam dari Yong hwa

"Kau lihat Hye-ah Yong Hwa bahkan menatapku garang kau tak ingin memukulnya?" tanya Jong Hyun lagi

Tak ada pergerakan khusus dari Shin Hye hanya ada buliran air mata yang menetes dari matanya, seperti ia sedang mendengar semua ocehan sahabatnya.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan mendapati Woo Bin membawa sebuket bunga lily

"Yya Park Shin Hye kau belum bangun eoh ? Padahal aku membawakan bunga yang cantik untukmu" ucap Woo Bin dan menghampiri Shin Hye

Woo Bin mengecup lembut kening Shin Hye membuat Yong Hwa dan Ji Woon mendelik sebal

"Yya kau menciumnya lagi eoh?" Tanya Yong Hwa

"Wae?" Tanya Woo Bin tanpa rasa bersalah

"Menjijikan" cibir Ji Woon

Woo Bin terus memandangi Shin Hye dan sesekali mengelus pucuk rambutnya.

"Shinjie ah ireona, Jungiemu sudah ada disini apa lagi yang kau tunggu, sebegitu sakitkah kepalamu sampai kau tidur lama seperti ini ?" Tanya Woo Bin lagi

"Aku harap kau cepat bangun atau kuhancurkan tempat abu Shin Woo" acam Woo Bin yang mendapat jitakan dari Eunjung

"Kau mati jika berani mengusik tempat Shin Woo" ucap Eunjung

"Haha kau lihat eonni mu memukulku" ucap Woo Bin seraya tersenyum.

Suasana yang tadinya sedih berubah hangat karena candaan Woo Bin, mereka semua sadar mungkin Shin Hye sekarang sedang melawan rasa sakitnya dan berusaha mencari jalan keluar dari sana untuk bertemu dengan mereka semua, jalan yang entah kapan akan Shin Hye temui yang dapat mereka lakukan hanya berdoa dan membantu Shin Hye dengan tetap semangat dan tersenyum.

Minhyuk dan yang lain sudah pamit pulang kerumah masing-masing terkecuali Yong Hwa dan Woo Bin yang memilih untuk berbicara di cafe rumah sakit.

"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Woo Bin tanpa basa-basi

"Kau berbohong padaku, Shin Hye bukan mengalami trauma saja dikepalanya bukan?" Tanya Yong Hwa sinis

"Aku tidak berbohong, itulah kenyataannya" Ucap Woo Bin

"Aku calon dokter masa depan mana mungkin hanya karna trauma ia tidak sadarkan diri berhari-hari dan saat terakhir yang aku tahu ia memegangi dadanya dan menahan sakit disana" Ucap Yong Hwa kesal

"Kau calon dokter? cih mimpi" Sinis Woo Bin

"Cepat ceritakan yang sebenarnya!!" Ucap Yong Hwa lebih tepatnya seperti perintah untuk Woo Bin

Woo Bin yang melihat kesungguhan dimata Yong hwa hanya bisa menghela nafas dan berusaha perang dengan batinnya, akankah ia sanggup menceritakan semuanya.

"Apa kau mencintainya Yong? Tanya Woo Bin

"Nde!! aku sangat mencintainya"

"Apa kau yakin akan menerimanya sepenuh hati?" Tanya Woo Bin lagi

"Ya aku akan menjaganya melindunginya dan aku akan menikahinya nanti"

"Hah baiklah Yong aku akan menceritakan semuanya padamu"

"Hmm"

"Shin Hye adalah gadis yang periang bahkan aku mengenalnyua sudah sangat lama Yong, aku mengenalnya saat ia berada di sekolah dasar, saat itu aku mengenalnya karena aku akrab dengan oppanya Shin Woo................."

***

Yong Hwa berjalan gontai dari rumah sakit, dadanya sesak mengingat semua cerita Woo Bin, ia tak menyangka semua yang dilalui gadisnya amat terasa menyedihkan, bahkan saat sekarang seorang yang selalu ditunggunya hadir ia tak mampu membuka matanya.

Yong Hwa terus berjalan menuju rumahnya ia berjalan tanpa terasa hujan mengguyur badanya, air hujan seolah mewakili perasaannya saat ini, semua memori tentang Shin Hye berjalan bagaikan kaset yang sedang diputar.

"Wae Shin Hye-ah, kenapa kau menahan sakit itu sendiri?" Ucap Yong Hwa Pilu

Entah orang-orang yang melihatnya akan berfikir ia gila atau apa ia tidak perduli, yang ada dikepalanya hanya gadis manja dan cerianya, gadis yang hampir setengah tahun ini menemaninya disekolah, bahkan tak jarang mereka berdua keluar untuk sekedar jalan-jalan atau makan ramen.

Yong Hwa sangat menikmati saat dirinya menjadi babu Shin Hye bagaimana ia selalu berusaha membuat Shin Hye tersenyum dan saat ia membuat Shin Hye marah ada kesenangan tersendiri saat melihat ekspresi Shin Hye yang sangat menggemaskan.

Tak terasa air mata menetes membasahi pipinya dan bersatu dengan air hujan, ia menangis tanpa henti seolah meruntuki dirinya yang tak bisa melihat sisi rapuh Shin Hye.

"Kenapa? kenapa kau menyembunyikannya Shin Hye-ah, apa aku semenyebalkan itu hingga kau tak ingin membagi kesedihanmu ? Tuhan kenapa kau berikan rasa ini jika pada akhirnya kau membuat lubang yang besar dirasa ini?" lirih Yong Hwa

Yong Hwa terus berjalan hingga rumahnya dan ia memasuki rumahnya dengan keadaan yang sangat kacau, keadaan yang sangat mengenaskan.

"Yong-ah:" Panggil Nyonya Jung

"Kau kenapa eoh?" Tanya Tuan Jung

Kedua orang tua Yong Hwa menghampiri Yong Hwa dan mengecek keadaan putra semata wayangnya itu

"Yong kau kenapa eoh?" Tanya Nyonya Jung lagi

"Eomma apa aku tak pantaas bahagia? Tanya Yong Hwa pada Nyonya Jung

"Kenapa kau berkata begitu eoh?" Ucap Nyonya Jung lagi

"Eomma kenapa ini semua terjadi" Ucap Yong Hwa Lirih

Nyonya dan Tuan Park tidak mengerti apa yang dikatakan putranya ini, mereka merasakan kesedihan yang teramat, mereka tidak pernah melihat Yong Hwa seperti ini setelah 3 tahun yang lalu disaat poppy anjing kesayangannya meninggal karena sakit, Yong Hwa mengurung dirinya sendiri selama seminggu dan tak ingin menyentuh makanannya sampai akhirnya Yong Hwa harus dilarikan kerumah sakit seminggu setelah kejadian itu Yong Hwa berhasil dibujuk dan menerima kepergian poppy dari hari-harinya.

Dan Kini pancaran kesedihan itu terlihat lagi, pancara kesedihan putus asa kekecewaan menjadi satu.

"Chagi-ah kau bicaralah apa yang terjadi, apa kau merindukan poppy?" Tanya Tuan Jung yang dihadiahi gelengan oleh Yong Hwa

"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Jung lagi

"Eomma apa yang harus aku lakukan disaat ia terbaring tak berdaya seperti ini, apa yang harus aku lakukan dengan kenyataan pahit ini eomma? apa kau tahu seberapa aku mencintainya dan seberapa aku ingin menikahinya eomma? tapi saat ini.. saat ini ia sedang terbaring dirumah sakit eomma" Ucap Yong Hwa mengeluarkn semua kesakitan yang menghantuinya sejak tadi

Tangis yang sudah ia keluarkan kini menjadi-jadi, Tuan dan Nyonya Jung yang mengerti siapa yang Yong hwa bicarakan hanya bisa menghela nafas dan mencoba menenangkan putranya.

"Yong semua akan baik-baik saja kau harus kuat dan harus terus berada disampingnya ne" Ucap Nyonya Jung dan memeluk Yong Hwa yang sudah terduduk dilantai

"Yong kau kuat maka berilah kekuatan juga padanya" Ucap Tuan Jung dan mengelus pucuk kepala Yong Hwa.

Yong Hwa adalah anak tunggal dari Nyonya dan Tuan Jung, ia terbilang anak yang cerdas dan penyayang, bahkan Yong Hwa terlihat manja jika sudah berhadapan dengan kedua orang tuanya mengalahkan kemanjaan Hyukkie, namun semenjak kejadian ia kehilangan anjing kesayangannya, ia menjadi brutal dan dingin bahkan sikapnya menjadi arogan dan semaunya, terkadang ia mencoba membuat masalah untuk melarikan rasa kekecewaan dan kesedihannya.

Setelah kejadian Poppy meninggal kedua orang tua Yong Hwa selalu pergi  untuk urusan bisnis, disinilah kekecewaan Yong hwa bertambah dan menjadikannya sosok yang arogan dingin dan tak terkendali, bahkan setelah kejadian itu Yong Hwa tak pernah berbicara dengan kedua orang tuanya.
Dan kali pertama Yong Hwa berbica kepada kedua orang tuanya saat ia kalah pertandingan basket oleh Shin Hye dan saat Shin hye memasuki hari-harinya, Yong Hwa menjadi dekat lagi dengan orang tuanya, tiada hari tanpa membicarakan Shin Hye, bahkan Yong hwa sering merengek kepada kedua orang tuanya untuk melamar Shin Hye saat itu juga.

"Yong kau kuat ne" Ucap Nyonya Jung dan memapah tubuh Yong Hwa kedalam kamarnya

"Kau mandilah dan tidur jangan sampai kau sakit" Ucap Nyonya Jung dan keluar dari kamar Yong Hwa.

Yong Hwa yang sudah berada diatas kasurnya hanya bisa menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong.

"Jika kau mencintainya berhentilah menuntutnya untuk membalas cintamu Yong karna itu akan membuatnya semakin terluka" Woo Bin

Kalimat itu yang terus terngiang dari kepala Yong Hwa

Pertemuannya dengan Shin Hye adalah takdir yang tak dapat ia hindari, dan rasa yang menjalar dihatinya juga atas kehendak Tuhan jadi apa yang harus Ia lakukan jika Tuhan memberikan kenyataan pahit ini ? Kenyataan yang bahkan Ia tak mampu menerimanya, bukan karna ia tak bisa menerimanya dengan kondisi Shin Hye, tapi satu hal yang ia takutkan yaitu KEHILANGAN.

"Tuhan jika ini semua rencanamu maka biarkanlah aku tetap mencintainya, dari dasar hatiku yang terdalam sungguh aku sangat mencintainya tak ada wanita lain hanya dia PARK SHIN HYE" Ucap Yong Hwa

Disatu sisi terlihat Shin Hye yang masih betah dengan tidurnya, memejamkan mata dengan erat tanpa ada niat untuk membukanya, mungkinkah ditempat lain ia sedang mencari jalan keluar atau malah ia akan tetap tinggal disana, tak ada yang tahu hanya Tuhan yang dapat memberikan mukjizatnya.


"Aku ingin membuat semua orang yang menyayangiku bahagia oppa, sebelum pada akhirnya aku pergi dan meninggalkan mereka semua, tapi satu hal yang harus aku lakukan membuat mereka bahagia dan tersenyum saat aku pergi" Shin Hye

Suara itu serasa bergema diruangan Shin Hye, lily putih yang dibawa Woo Bin perlahan bergerak terkena hembusan angin dan mulai gugur satu persatu.

Detak jantung Shin Hye melemah, bunyi nyaring terdengar menandakan kondisi pasien yang kritis, para dokter berdatangan untuk mengecek keadaan Shin Hye.

Taecyeon berlari menuju ruangan shin Hye dengan panik

"Usia-nim pasien mengalami keadaan kritis, denyut nadinya melemah detak jantungnya perlahan menurun tekanan oksigen juga melemah" lapor seorang suster pada Taecyeon

"Cepat lakukan persiapan, kita tidak bisa menggunakan alat perangsang jantung karna itu dapat membahayakan pasien yang memiliki penyakit ini, kita bisa memberikan pompa jantung secara manual, siapkan alat medis lain dan siapkan ruang bedah jika memungkinkan kita melakukan oprasi hari ini, hubungi rumah sakit di seoul bahkan rumah sakit lain yang bekerja sama dengan kita tanyakan apa ada donor jantung dirumah sakit mereka sekarang" Ucap Taecyeon tegas dan dilaksanakan dengan gesit oleh suster tadi.

Keadaan diruang Shin Hye sangat mencekam, semua keluarga menanti dengan derai air mata Nyonya Park dan Eunjung sudah menangis histeris tak terkecuali Tuan Park matanya sudah memerah dan menahan amarah dan kesedihan akan nasip putrinya.

***

Yong Hwa yang masih memandang langit-langit kamar tak bisa tertidur perasaannya tak tenang seperti kegelisahan yang teramat sangat mengusik hatinya.

**bogopha bogophaseo....

Bunyi dering ponsel Yong Hwa membuatnya kaget, dengan malas ia mengambil ponselnya dan melihat nama yang terpampang diponselnya

WOO BIN

"Yeobosseo?" Tanya Yong Hwa

"Cepatlah kerumah sakit Shin Hye kritis" Ucap Woo Bin dengan nada bergetar

"Yya kau jangan bercanda ini sudah malam eoh!!" ucap Yong hwa tak percaya

"Yong jika kau tak ingin menyesal cepatlah kemari, Shin Hye sedang meregang nyawa saat ini" Ucap Woo Bin lagi dengan penuh penekanan.

Yong hwa yang bagai dihantam batu masih mencoba mencerna kata-kata Woo Bin, air mata menetes lagi, ia keluar kamar dengan tergesa-gesa dan mengambil kunci mobil

"Yong kau mau kemana malam-malam seperti ini" Ucap Nyonya Jung

"Aku harus kerumah sakit eomma, Shin Hye.. Shin Hye kritis" Ucap Yong Hwa dengan mata kosong dan penuh ketakutan.

"Eomma ikut kita pergi sama-sama ne" Ucap Nyonya Jung yang takut dengan kondisi Yong Hwa yang kalap

"Yeobo mari kita pergi sekarang" Ucap Nyonya Jung

Yong Hwa dan keluarganya pergi kerumah sakit, selama perjalanan Yong Hwa hanya bisa memandang kosong jalanan dan terus berdoa dalam hati untuk kesembuhan Shin Hye.

"Tuhan setidaknya beri aku satu kesempatan untuk membuatnya bahagia" Yong Hwa

***

Yong Hwa dan keluarganya berlari menuju ruangan Shin Hye dengan cepat, saat mereka sampai, merreka mendapati semua keluarga Shin Hye dan Woo Bin yang terduduk lemas dengan air mata yang masih membasahi pipi mereka. Eunjung dan Nyonya Park saling mendekap mencoba memberikan kekuatan untuk masing-masing.

"Woo Bin-ah" panggil Yong Hwa yang ditanggapi dngan tatapan datar oleh Woo Bin

"Shin hye?" tanya Yong Hwa dan ditanggapi dengan gelengan kepala ya hanya gelengan kepala.

Pintu ruangan Shin Hye terbuka, Taecyeon keluar dengan tatapan sendu dan pasrah. Eunjung yang melihat Taecyeon mencoba mencari tahu keadaan Shin Hye

"Yeon-ah bagai mana dengan Shinjie" Tanya Eunjung antusias

"Kau harus sabar ne" Ucap Taecyeon yang membuat semua orang hanya bisa membelalakan matanya

"Kau bohong eoh, dia akan sembuh bukan?" Tanya Eunjung histeris air matanya keluar dan tak terbendung lagi

"Mian kami sudah melakukan semampu kami Jungi-ah" Ucap taecyeon dan memeluk Eunjung mencoba menenangkan gadisnya itu

"Kau bohong... kau bohongg Shin Hye akan sembuh kau bohong Yeon-ah aku membencimu sungguh aku membencimu" Teriak Eunjung]

"Mianhae" Ucap Taecyeon lemah dan terus memeluk Eunjung

Nyonya Park yang sudah menangis akhirnya tumbang dan pingsan tak lama dari Nyonya Park Eunjungpun roboh kedua wanita itu dibawa keruang UGD untuk mendapat pertolongan.


Jika kau pergi kenapa kau tak memberi salam perpisahan terlebih dahulu Shinjie-ah kau sangat kejam seperti oppamu - Woo Bin


Tak adakah kesempatan untukku membuatmu bahagia, bagaimana bisa aku menjalani hariku tanpamu, tanpa cintamu Shin Hye-ah saranghae nomu saranghae jebal gajima- Yong Hwa

Saat aku pergi nanti aku ingin semua orang tersenyum merelakanku oppa - Shin Hye


Cinta yang begitu besar aku rasakan, kebahagiaan akan aku dapati tapi apakah aku mampu meninggalkan orang-orang yang sangat aku sayangi itu ? bagaimana bisa aku meninggalkan mereka tanpa ucapan perpisahan, aku sangat mencintai kalian.. Yong Hwa-ya saranghae - Park Shin Hye



***



Hai aku kembali dan ini terusannya, gimana gimana? gak jelas ya haha maaf ya readers banyak typo dan cerita agak ngawur, yah namanya juga amatiran tapi semoga banyak yang terhibur

gomawoo see you next time...